Beranda Keislaman Hikmah Kisah Abu Umamah Al-Bahili Yang Kenyang Lewat Mimpi

Kisah Abu Umamah Al-Bahili Yang Kenyang Lewat Mimpi

Harakah.id Abu Umamah Al-Bahili berdakwah kepada suatu masyarakat di tempat yang jauh. Dakwahnya ditolak berkali-kali. Saat haus dan lapar, masyarakat menolak memberinya makan dan minum. Ia sabar dan ikhlas. Namun, Abu Umamah mengalami mimpi aneh yang membuatnya kenyang dan segar. Inilah kisah Abu Umamah yang kenyang lewat mimpi.

Alkisah, pada suatu ketika Abu Umamah al-Bahili (Sudday bin ‘Ajlan) mendapat perintah dari Nabi Muhammad Saw. untuk berdakwah kepada suatu kaum. Saat itu, mereka sedang meminum minuman keras. Melihat kedatangan Abu Umamah, salah seorang dari mereka justru menyuruh temannya untuk menuangkan air (minuman keras) agar juga bisa diminum oleh Abu Umamah. 

“Tidak! Aku beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka aku tidak mau. Rasul mengutusku agar kalian mau memeluk Islam dan menjalankan ajarannya,” jawab Abu Umamah tegas. 

Bahkan saat itu pula, ada di antara golongan kaum itu yang datang membawa mangkuk berisi darah dan segera mereka berkumpul kemudian memakannya. Tak lupa, mereka juga menawari Abu Umamah lagi, “Mari makan, wahai Abu Umamah!”

Abu Umamah menjawab, “Celaka kalian! Justru aku datang karena diutus oleh orang yang mengaharamkakn apa yang kalian makan ini, yakni berdasarkan kitab suci yang diturunkan Allah Swt.”

“Apa yang dia (Nabi Muhammad Saw.) katakan?” tanya mereka.

Abu Umamah mengatakan bahwa Allah menurunkan ayat, “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah.” (QS. Al-Maidah [3]: 3)

Namun apa yang dikatakan Abu Umamah Al-Bahili tidak membekas pada hati mereka. Mereka tetap tidak mau menerima ajakan mulia Abu Umamah ini. Di saat yang sama, Abu Umamah sedang berada dalam keadaan yang sangat haus sekali. Hal demikian membuatnya “terpaksa” meminta minum kepada mereka. Permintaan itu ditolak. Mereka bahkan mengatakan akan membiarkan Abu Umamah mati kehausan. Na’udzu billah. 

Keadaan yang sangat haus itu akhirnya membuat Abu Umamah mengantuk dan akhirnya tertidur, dengan kondisi hanya berbantal sorban miliknya. Cuaca saat itu sedang panas-panasnya. Ia bermimpi didatangi seseorang yang sangat tampan. Orang tersebut membawa gelas kaca berisi minuman. Abu Umamah dipersilakan meminumnya. Ternyata, apa yang diminumnya itu adalah sesuatu yang sangat lezat yang tiada bandingannya. Setelah itu, ia terbangun dari tidur. Anehnya, ketika bangun, ia tidak merasakan haus lagi. 

Abu Umamah Al-Bahili mendengar ucapan salah satu dari mereka yang menganjurkan untuk memberinya minum. Namun Abu Umamah menolaknya. Ia berkata, “Saya tidak butuh lagi. Sungguh, Allah telah memberiku makan dan minum.” Ia juga memperlihatkan perutnya yang sudah membesar tanda bahwa sudah ada yang konsumsi. Melihat itu, akhirnya mereka pun memeluk Islam. Alhamdulillah

Kisah di atas tertulis dalam kitab al-Mustadrak ‘ala al-Shahihain karya Abu Abdillah al-Hakim dan kitab Hayah al-Shahabah karya Muhammad Yusuf al-Kandahlawi. Terbaca dalam kisah di atas betapa ikhlasnya Abu Umamah melaksanakan perintah Nabi Muhammad Swt, yaitu dakwah. Meski ia tak dihargai (bahkan sampai dibiarkan kelaparan) oleh obyek dakwahnya, Abu Umamah tidak marah. 

Walhasil, keikhlasan adalah inti dalam setiap amal perbuatan. Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Sesungguhnya setiap amalam tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan…” (HR. Bukhari). Juga, berkat keikhlasannya, sebagaimana dalam kisah di atas, kebutuhan Abu Umamah dicukupi oleh Allah Swt. 

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...