Beranda Keislaman Tafsir Kisah Asiyah Istri Fir'aun, Potret Perempuan Salihah yang Dikisahkan oleh Allah dalam...

Kisah Asiyah Istri Fir’aun, Potret Perempuan Salihah yang Dikisahkan oleh Allah dalam Al-Quran

Harakah.id Kisah Asiyah istri Fir’aun adalah satu dari sekian banyak sekuel tentang potret perempuan salihah. Asiyah adalah cerminan perempuan yang memiliki tekad dan pendirian kuat, meskipun statusnya sebagai istri seorang Fir’aun.

Kisah Asiyah istri Fir’aun merupakan kisah yang dapat dipetik pelajaran oleh para wanita saat ini. Di mana ketika suaminya mengakui dirinya Tuhan, tidak sedikitpun dalam benak Asiyah meyakini apa yang dikatakan suaminya. Walaupun suaminya memiliki kedudukan dan harta yang melimpah, Asiyah sedikitpun tidak merasa takut akan hal itu.

Sebagaimana terangkum dalam Qs. at-Tahrim[66] ayat 11:

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

“Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim”.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Qatadah mengatakan bahwa fir’aun ialah orang yang paling sangat melampaui batas. Tetapi kekafiran suaminya sama sekali tidak membahayakan istrinya karena Asiyah selalu taat pada Tuhannya, agar mereka mengetahui bahwa Allah swt ialah hakim yang Maha Adil, dan tidak menghukum seseorang melainkan karena dosanya sendiri.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Hafs Al-Aili, menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, dari Sulaiman at-Taimi, dari Abu Usman an-Nahdi, dari Salman menceritakan bahwasanya isteri Fir’aun disiksa di bawah teriknya matahari. Apabila Fir’aun meninggalkannya, maka para malaikat menaungi Asiyah dengan sayap mereka.

Pada ayat tersebut, Allah swt menjelaskan Asiyah binti Muzahim. Seorang perempuan yang beriman istri dari seorang manusia yang paling kafir yaitu Fir’aun. Di mana dirinya lebih mementingkan kehidupan di akhirat walau bergelimang harta, dan hidup dalam kemewahan bersama suaminya.

Dalam kisah Asiyah istri Fir’aun yang terekam dalam Qs. at-Tahrim[66] ayat 11 kita bisa belajar beberapa hal:

  1. Ikhlas dengan Ketentuan Allah swt

Pelajaran keikhlasan dan tidak pernah mengeluh dapat kita contoh kisah Asiyah istri Fir’aun. Dirinya tidak pernah mengeluh meskipun terpaksa menikah dengan Fir’aun. Walaupun hidup dalam kehidupan mewah dalam istana, dirinya sedikitpun tidak tertarik akan hal itu. Banyak diluar sana yang mengeluh saat ditimpa kesusahan dan kikir apabila bergelimangan harta, tapi tidak dengan Asiyah yang begitu mulia.

  1. Memiliki Keteguhan Iman Yang Tinggi

Dalam buku (Wanita-wanita Hebat Pengukir Sejarah: Ibrahim Mahmud), kisah Asiyah disebutkan bahwasanya Asiyah bukanlah seorang wanita biasa, melainkan wanita yang luar biasa dan memegang teguh keyakinan kepada Allah swt. Dalam buku tersebut, juga dijelaskan bagaimana reaksi Asiyah ketika mendengar kemukjizatan kenabian Nabi Musa as, Asiyah langsung beriman kepada ajaran Nabi Musa dan Asiyah juga seorang wanita yang pertama sekali mengikuti ajarannya. Walaupun Fir’aun menyiksa Asiyah akibat keyakinannya, Asiyah tetap teguh dengan keyakinannya.

  1. Senantiasa Beribadah Kepada Allah swt dan Selalu Bersabar

Keseharian Asiyah dilaluinya dengan beribadah kepada Allah swt, bahkan dirinya tidak pernah kikir walau bergelimangan harta dan kemewahan yang didapatnya dari istana. Kesabarannya juga sering disebutkan dalam kisah-kisah bahwasanya dirinya juga selalu bersabar dalam menghadapi segala ujian dan siksaan dari suaminya.

  1. Memiliki Kepribadian Kuat

Asiyah juga memiliki kecerdasan dan intelektual yang baik, memiliki kebesaran berfikir, dan kepribadian yang kuat. Allah swt telah menganugerahkan dirinya pikiran yang jernih, Asiyah dapat membedakan antara hak dan yang batil, kebenaran dan kesesatan. Sehingga dirinya dapat melihat kebenaran Allah swt dan Nabi-Nya Musa as. Dengan kepuasan yang sangat sempurna.

  1. Selalu Memohon Perlindungan hanya pada Allah swt

Ketika Asiyah mendapati kejahatan, keburukan, dan cobaa apa yang menimpanya dirinya selalu memohon perlindungan dan keselamatan pada Allah swt. Hanya Allah swt tempatnya mengadu segala keluh kesahnya. Salah satu perkataan Asiyah ialah “dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya”, maksudnya ialah selamatkanlah diriku dari Fir’aun sebab aku berlepas diri dari semua perbuatannya demi engkau ya Rabb.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...