Beranda Keislaman Doa Fatimah Punya Zikir Hadiah dari Nabi Muhammad SAW, Apa Isinya?

Fatimah Punya Zikir Hadiah dari Nabi Muhammad SAW, Apa Isinya?

Harakah.idFatimah punya zikir hadiah dari Nabi Muhammad SAW. Sebagian kalangan menamai zikir itu sebagai Zikir Fatimah yang dijadikan amalan zikir sebelum tidur. Zikir hadiah dari Nabi Muhammad SAW itu boleh diamalkan oleh umat Islam.

Fatimah az-Zahra r.ha, putri tercinta Nabi Muhammad SAW. 1 dari 4 muslimah penghulu atau sebaik-baik perempuan surga.

Sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW dari Ibnu Abbas ra: Sebaik-baiknya perempuan penghuni surga adalah Khadijah binti Khuwaylid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim istri Fir’aun.

Mereka ber-4 itu bisa diibaratkan sebagai artisnya (perempuan teladan) bagi para muslimah. Maksudnya adalah perempuan yang kehidupannya sepatutnya menjadi contoh serta motivasi para muslimah dalam menjalani hidup. Dan 1 dari 4 artis utama bagi para muslimah adalah Fatimah az-Zahra r.ha.

Putri Nabi Muhammad SAW yang sangat dicintainya ini tak hanya cantik. Namun, juga amat istikamah dalam beramal menghamba pada Allah swt, anak yang berbakti, dan istri yang sholehah. Banyak keteladanan yang bisa diambil dari kehidupan Fatimah r.ha. Salah satunya adalah kesederhanaannya dalam menjalani hidup.

Fatimah tak pernah mengeluhkan hidupnya. Dia selalu mensyukuri atas setiap nafas kehidupan yang telah dihadiahkan oleh Allah swt padanya. Bersyukur dengan cara istikamah dalam agama. Daripada mengeluh, Fatimah lebih memilih untuk beribadah mengingat Allah swt. Sebab dengan mengingat Allah swt hati akan jadi tenang.

Sebagaimana Ali bin Abi Thalib, suami Fatimah, pernah menceritakan sebuah kisah tentang Fatimah az-Zahra. Ali menceritakan bagaimana kesederhanaan plus ketabahan Fatimah dalam menjalani hidup.

Fatimah r.ha sering menggiling gandum dengan tangannya sendiri, sehingga timbullah bintik-bintik hitam yang menebal pada telapak tangannya. Dia mengambil air sendiri dengan menggunakan kantok kulit. (Ah, kalian tahu, zaman dulu mengambil air tak semudah sekarang yang hanya tinggal menghidupkan keran air saja). Fatimah juga sering membersihkan rumahnya seorang diri, sehingga membuat pakaiannya jadi kotor.

Suatu hari, Nabi Muhammad SAW kedatangan beberapa orang hamba sahaya (pembantu). Mengetahui itu, Ali pun berkata pada Fatimah, “Pergilah  kau menghadap Rasulullah SAW dan mintalah seorang pembantu untuk meringankan pekerjaan rumah.”

Fatimah pergi hendak mengunjungi Nabi SAW sesuai dengan apa yang disarankan oleh suami yang amat dia cintai. Namun, saat sampai di rumah ayahnya, ternyata ada banyak tamu di situ. Sehingga putri tercinta Nabi Muhammad SAW ini pun mengurungkan niatnya itu. Ya, karena malu, Fatimah pun kembali ke rumahnya.

Esok harinya, Nabi Muhammad SAW mendatangi rumah Ali dan Fatimah. Nabi SAW menanyakan ada maksud apa Fatimah datang menemuinya kemarin. Fatimah tak menjawab pertanyaan itu, sebab dia malu mengatakannya pada Nabi SAW–ayah yang sangat dia cintai.

Kemudian, Ali ra pun berkata, “Wahai Rasulullah, dia (Fatimah) menggiling gandum setiap hari, sehingga menimbulkan bintik-bintik hitam yang menebal di telapak tangannya. Dia mengangkat air setiap hari, sehingga menimbulkan bekas luka di atas dadanya. Setiap hari dia membersihkan rumahnya, sehingga pakaiannya menjadi kotor. Kemudian aku menceritakan tentang beberapa orang hamba sahaya yang engkau dapatkan kemarin dan menyuruh Fatimah datang kepada engkau untuk meminta seorang pembantu.”

Mendengar itu Nabi Muhammad SAW bersabda, “Wahai Fatimah, bertakwalah pada Allah, tetaplah menyempurnakan kewajibanmu pada Allah dan kerjakanlah pekerjaan rumah tanggamu. Kemudian, apabila kamu akan tidur, ucapkanlah Subhanallaah 33 kali, Alhamdulillaah 33 kali, dan  Allahu Akbar 34 kali, ini lebih baik bagimu daripada seorang pembantu.”

Mendengar sabda Nabi SAW itu, Fatimah dengan penuh ketakwaan pada Allah swt berkata, “Aku ridha dengan keputusan Allah dan Rasul-Nya.”

Betapa kuatnya Fatimah, daripada mengeluhkan keadaan hidupnya untuk memohon diperkenankan seorang pembantu pada Nabi SAW, Fatimah tetap mensyukuri keadaan hidupnya dan lebih memilih tawaran berupa diajarkan amalan zikir oleh Nabi Muhammad SAW. Satu gambaran nyata sosok manusia yang sudah merasakan manisnya imam. Fatimah benar-benar sosok the great woman.

Zikir yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW pada Fatimah itu, juga bisa diamalkan oleh seluruh umat muslim. Sebagian kalangan menamai zikir itu sebagai Zikir Fatimah yang dijadikan amalan zikir sebelum tidur. Ada yang membacanya, setelah itu mengusap seluruh tubuh terutama bagian tubuh yang terasa pegal, dengan keyakinan atas kuasa Allah swt saat bangun tubuh akan terasa lebih fit.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...