Beranda Sejarah Kisah Haru Zayd bin Haritsah, Seorang Budak yang Dijadikan Anak Angkat Oleh...

Kisah Haru Zayd bin Haritsah, Seorang Budak yang Dijadikan Anak Angkat Oleh Rasulullah

Harakah.id Banyak sekali kisah yang bisa jadi bukti betapa kasih sayang Nabi kepada umatnya begitu besar. Salah satunya adalah kisah Zayd bin Haritsah, salah seorang budak yang diangkat menjadi anak oleh Rasulullah.

Berbicara tentang kemuliaan akhlak nabi Muhammad ibarat mengambil air di laut. Berkali-kali air diambil, belum ditemui hingga kini laut mengalami kekeringan. Begitu pula berkali-kali kisah tentang kemuliaan akhlak nabi Muhammad diceritakan, selalu muncul kisah-kisah kemuliaan akhlak beliau yang lainnya. Kali ini akan diceritakan sebuah kisah tentang kasih sayang nabi Muhammad kepada budaknya dan kesetiaan budaknya terhadap nabi Muhammad. Budak tersebut bernama Zayd bin Haritsah. Berikut kisah lengkapnya.

Sebelum menikah dengan Khadijah, nabi Muhammad memiliki seorang budak setia warisan dari ayahnya yang bernama Barakah. Di hari pernikahan Beliau, nabi Muhammad memerdekakan Barakah sekaligus mendapatkan hadiah budak yang baru dari Khadijah. Budak hadiah dari Khadijah tersebut bernama Zayd bin Haritsah.

Baca Juga: Nama-Nama Nabi Muhammad dan Simbolisasi Karakter serta Kepribadiannya

Ayah Zayd berasal dari suku Kalb yang merupakan suku besar dari utara dengan bentang wilayah antara daratan Suriah dan Irak. Ibunya berasal dari suku Tayy yang juga tidak kalah terkenal dengan suku ayahnya. Zayd ditakdirkan menjadi seorang budak disebabkan oleh penjarahan sekelompok penunggang kuda dari Bani Qayn ketika Zayd diajak ibunya berkunjung ke keluarganya. Selanjutnya, penjarah tersebut menjual Zayd sebagai seorang budak. Ayahnya (Haritsah) sudah lelah mencari Zayd dan Zayd sendiri tidak pernah menjumpai musafir dari Kalb. 

Suatu hari pada musim haji setelah beberapa bulan menjadi pelayan nabi Muhammad, Zayd melihat beberapa orang dari suku Kalb di jalanan Mekkah. Ada perasaan berbeda; jika dulu Zayd sangat merindukan pertemuan dengan keluarganya, maka sekarang Zayd lebih merasa nyaman di Mekkah. Hal tersebut membuat Zayd bingung dengan perasaannya sendiri. Zayd mendekati para jamaah haji dari Kalb dan memperkenalkan diri kepada mereka. Zayd meminta tolong untuk menyampaikan kabar kepada orang tuanya bahwa Zayd dalam kondisi sangat nyaman dan tidak perlu khawatir terhadap dirinya. Ketika kabar tersebut telah sampai di telingah Haritsah (ayah Zayd), Haritsah langsung berangkat ke Mekkah bersama saudaranya yang bernama Ka’b untuk menemui nabi Muhammad dan meminta kepada nabi Muhammad untuk menebus Zayd dengan harga berapapun.

Sesampai di Mekkah dan bertemu dengan nabi Muhammad sekaligus mengutarakan maksud kedatangan mereka (Haritsah dan Ka’b), nabi Muhammad berkata, “Biarkan Zayd yang memilih. Jika Zayd memilihmu, maka ia akan menjadi milikmu tanpa tebusan sedikitpun. Namun jika Zayd memilihku, Aku tidak akan menolak siapapun yang memilihku”. Betapa mulia akhlak nabi Muhammad. Kesempatan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya (Haritsah siap membayar tebusan sebanyak apapun), justru ditolak mentah-mentah oleh nabi Muhammad karena rasa sayangnya kepada Zayd.

Baca Juga: Inilah Nama Anak Laki-Laki Nabi Muhammad SAW

Jawaban Zayd benar-benar membuat hati siapapun tersentuh dan terharu mendengarnya. Zayd menetapkan pilihan dengan jawaban: “Aku tidak akan memilih siapapun selain Engkau (nabi Muhammad). Bagiku, Engkau laksana ibu dan ayahku”. Mendengar jawaban Zayd, Haritsah sebagai ayahnya langsung berkata, “keterlaluan Kau, Zayd. Apakah Engkau lebih memilih perbudakan daripada kebebasan? Apakah Engkau lebih memilih Dia (nabi Muhammad) daripada ayahmu, pamanmu, dan keluargamu?”. Zayd hanya menjawab dengan sebuah kalimat, “begitulah. Aku telah melihat dari Dia (nabi Muhammad) suatu hal yang membuatku tidak dapat memilih siapapun selain Dia”

Nabi Muhammad segera memotong percakapan tersebut dan mengajak mereka semua pergi ke Ka’bah. Sambil berdiri di atas Hijr, nabi Muhammad berkata lantang: “Wahai semua yang hadir! Saksikanlah bahwa Zayd adalah anakku. Aku ahli warisnya dan ia ahli warisku”. 

Hal ini bukan hal yang memalukan bagi Haritsah dan sukunya, tetapi justru hal yang sangat membanggakan. Sejak saat itu, Zayd terkenal dengan sebutan Zayd bin Muhammad. 

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...