Beranda Keislaman Akhlak Kisah Ibnul Mubarak Menasihati Keturunan Nabi yang Mabuk di Depan Umum

Kisah Ibnul Mubarak Menasihati Keturunan Nabi yang Mabuk di Depan Umum

Harakah.idAkhirnya pemuda Bani Alawi itupun bertaubat di depan Abdullah, dan Abdullah juga bertaubat di depan sang pemuda.

Suatu hari Abdullah Ibnul Mubarak radhiyallahu ‘anhu berjalan dengan wibawa dan kharismanya. Lalu muncul seorang pemuda dari kalangan Sadah Alawiyyah (dzurriyyah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) yang sedang mabuk dan berkata, “Hai peranakan Hindi (Ibnul Mubarak memang keturuan Hindi), bisa-bisanya kamu berjalan seperti ini (dihormati dan dimuliakan setiap orang), sedangkan saya yang masih keturunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keadaannya seperti yang bisa kamu lihat ini!”

“Ini semua sebab saya beramal seperti amalnya kakek Anda shallallahu ‘alaihi wasallam, sedangkan Anda tidak mau mengamalkannya. Maka jangan salahkan saya jika saya bisa seperti ini sedangkan Anda justru seperti itu”, jawab Abdullah ibnul Mubarak.

Pada malam harinya setelah kejadian itu Abdullah bermimpi bertemu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam namun wajah beliau tampak masam tidak suka. “Ya Rasulallah, mengapa saya lihat Engkau memasang wajah seperti itu kepadaku?, apa salah dan dosaku?”.

“Sebab kamu menyerang cucuku di depan umum atas kesalahannya”, kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Maka di pagi harinya Abdullah pun bergegas pergi ke rumah pemuda Bani Alawi itu, untuk meminta maaf.

Dari sisi pemuda Bani Alawi, ternyata ia pada malamnya juga bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ia pun mengadukan sikap Abdullah ibnul Mubarak yang mempermalukannya di depan umum, tapi apa jawaban beliau shallallahu ‘alaihi wasallam?

“Seandainya kamu mau menjadi sebagaimana seharusnya dirimu, mau beramal sebagaimana thariqahku, dan menempuh jalanku, niscaya Abdullah tidak akan berkata seperti itu.”

Maka di pagi yang sama dengan Abdullah, pemuda Bani Alawi itu juga bergegas menemui Abdullah sebab hendak meminta maaf, sehingga keduanya pun bertemu di tengah perjalanan, lalu saling menceritakan apa yang mereka berdua alami semalam.

Akhirnya pemuda Bani Alawi itupun bertaubat di depan Abdullah, dan Abdullah juga bertaubat di depan sang pemuda. Radhiyallahu ‘anhuma.

Imam Fariduddin Al ‘Atthar setelah menceritakan kisah di atas lalu berkomentar : “Sedikit kemarahan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Abdullah ibnul Mubarak dalam kisah di atas itu adalah sebagai pendidikan dan bimbingan langsung beliau kepada Abdullah, agar ia terhindar dari penyakit ‘ujub dan sikap merendahkan keturunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kisah Ibnul Mubarak Mengkritik Sayid yang Mabuk di Depan Umum ini disebutkan dalam Kitab Tadzkiratul Auliya, hal. 208-209.

Artikel berjudul “Kisah Ibnul Mubarak Mengkritik Sayid yang Mabuk di Depan Umum” ini bersumber postingan FB Ahmad Atho’illah.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...