Beranda Tokoh Kisah Imam Al-Humaidi dan Pencarian Hadis yang Berakhir Ambyar

Kisah Imam Al-Humaidi dan Pencarian Hadis yang Berakhir Ambyar

Harakah.id Al-Humaidi ditanyai perihal tujuan beliau ke sana. Beliau menjawab hendak mendengar satu hadis dari Abu Al-‘Abbas. Sepupu Abu Al-‘Abbas menjawab bahwa Abu Al-‘Abbas telah meninggal dunia kemarin sore.

Akses pada suatu sumber hadis utama pada masa lalu bukanlah kitab atau catatan tertulis, melainkan dengan memperolehnya dari seorang perawi bersanad secara langsung.

Kenyataan ini mengharuskan banyak ulama hadis sepanjang hidupnya menapaki perjalanan panjang ribuan kilometer demi memperoleh riwayat hadis-hadis nabi. Tidak semua pencarian hadis mereka berakhir dengan sukses, terkadang karena berbagai alasan, mereka gagal memperoleh atau bertemu dengan sumber hadis yang hendak mereka tuju.

Pencarian yang gagal juga pernah dialami oleh Imam Abu bakar Al-Humaidi. Beliau memiliki nama lengkap Abdullah Ibn Zubair Ibn Isa, nisbat Al-Humaidi diperoleh dari kakek beliau dari beberapa generasi di atas yang bernama Humaid.

Al-Humaidi pernah belajar dan mendapatkan hadis dari beberapa nama besar seperti Fudhail Ibn ‘Iyadh ,Sufyan Ibn ‘Uyainah. Waki’ dan Imam Syafi’i. Beliau juga orang yang hadisnya diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim sebagaimana dijelaskan dalam Siyarul A’lam An-Nubala’ (10/617).

Di samping itu, Al-Humaidi juga menduduki satu derajat yang mulia di kalangan para ahli Hadis. Imam Ahmad menyebut beliau sebagai seorang imam. Abu Hatim menyebut bahwa Al-Humaidi adalah perawi dari Sufyan yang paling terpercaya dan pernah membersamai beliau selama 19 tahun. Adapun Ishaq Ibn Rahawaih pernah berkata bahwa pada masa beliau, yang layak disebut sebagai imam ada dua orang, yaitu Imam Syafi’i dan Al-Humaidi.

Dalam dunia hadis, Abu bakar Al-Humaidi memiliki satu buah musnad yang terdiri dari dua jilid. Tahun kelahiran beliau tidak diketahui secara pasti, namun beliau wafat pada tahun 219 H.

Salah satu perjalanan beliau dalam mencari hadis disebut oleh Al-Khatib Al-Baghdadi dalam kitab Ar-Rihlat Fi Thalabil Hadis (183). Suatu hari Al-Humaidi pernah mendengar sebuah hadis tentang keutamaan Abu Bakar dan Umar dari seseorang. Hadis tersebut berasal dari Abu Darda’. Al-Humaidi kemudian meminta kepada orang yang menyampaikan hadis tersebut agar dibawa kepada orang yang meriwayatkan hadis ini.

Ternyata perawi bernama Dawud Ibn Isa atau Abu Al-Abbas tersebut berada di sebuah tempat bernama Tsaqabah, tiga mil dari kota Mekkah. Tepat pada hari Al-Humaidi tiba di sana, ada seseorang yang baru saja dikuburkan pada pagi harinya, dan Al-Humaidi tidak mengetahui perihal kejadian ini. Al-Humaidi terus berjalan ke rumah orang yang bernama Abu Al-‘Abbas tadi. Hingga akhirnya beliau bertemu dengan sepupu dari Abu Al-‘Abbas.

Al-Humaidi kemudian ditanyai perihal tujuan beliau ke sana. Beliau langsung menjawab hendak mendengar satu hadis dari Abu Al-‘Abbas. Sepupu Abu Al-‘Abbas menjawab bahwa Abu Al-‘Abbas telah meninggal dunia kemarin sore, dan baru saja disemayamkan tadi pagi. Al-Humaidi kemudian begitu kecewa, ternyata pencarian beliau terhadap hadis ini tidak berhasil karena orang yang beliau cari telah lebih dulu meninggal dunia. (Rudy Fachruddin)

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...