Beranda Gerakan Kisah Perempuan dalam Jaringan Pendukung ISIS di Indonesia

Kisah Perempuan dalam Jaringan Pendukung ISIS di Indonesia

Harakah.idPerempuan memiliki peran jauh lebih penting dalam proses pembentukan klaster kelompok radikal. Kisah para perempuan berikut akan menunjukkan hal itu.

Ada sebagian orang beranggapan bahwa perempuan dalam jaringan teroris hanyalah korban indoktrinasi. Mereka dianggap tidak pernah terlibat aktif sebagai pihak yang berperan penting dalam proses radikalisasi.

Kenyataannya, perempuan memiliki peran jauh lebih penting dalam proses pembentukan klaster kelompok radikal. Kisah para perempuan berikut akan menunjukkan hal itu.

IPAC pada akhir tahun 2020, melaporkan peran perempuan dalam jaringan teroris ISIS. ISIS atau Islamic State In Iraq And Syria merupakan kelompok teroris yang beroperasi setidaknya dalam 10 tahun terakhir.

Adalah Sobah, seorang perempuan ibu rumah tangga dari Pajeten, Jakarta Selatan. Ia adalah istri seorang komisaris sebuah perusahaan BUMN di bidang telekomuikasi. Pada mulanya, Sobah tertarik dengan ceramah-ceramah Abu Bakar Ba’asyir. Mungkin sekitar tahun 2010-an. Setelah mengikuti ceramah Abu Bakar Ba’asyir, Sobah mulai mengenakan kerudung atau jilbab. Bisa dikatakan, perubahan sikapnya ini karena ketertarikannya dengan ajaran Islam versi Abu Bakar Ba’asyir yang cenderung keras.

Pada sekitar 2016, Sobah mulai mengadakan pengajian di rumahnya. Ia mengenal seorang penceramah perempuan dari Depok, Jawa Barat. Sebuah kawasan di selatan dekat dengan Jakarta. Diketahui, Sobah secara rutin mengundang penceramah yang bernama Nikmah.

Perkenalan dengan Nikmah, membuat Sobah masuk lebih jauh ke dalam jaringan ekstremis. Nikmah memiliki keponakan bernama Fitria. Fitria baru saja menikah dengan seorang mantan narapidana kasus terorisme, Nibras, pada 2016. Nibros dipenjara karena melakukan perampokan di Medan pada 2010, untuk mendukung aksi terorisme, dan ketika kembali ke kampung halamannya di Bangil, ia menjadi amir Jamaah Anshorut Daulah (JAD). JAD merupakan kelompok pendukung ISIS terkuat di Indonesia. Arif Fathoni, kakak Nibras, sering mengikuti pengajian para pendukung ISIS di Pasuruan. Fitria sendiri sering mengunjungi sebuah pesantren khusus perempuan yang terafiliasi dengan ISIS. Dimana ia punya seorang teman yang menikah dengan pria pendukung ISIS.

Fitria dan suaminya yang tinggal di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, bermaksud berkunjung ke rumah Nikmah, yang merupakan bibinya di Depok, pada 2017. Saat kunjungan inilah ustadzah Nikmah mempertemukan Fitria dan suaminya dengan Sobah di villa keluarga Sobah di Gadog, Bogor, Jawa Barat.

Setelah pertemuan ini, Fitria dan Nibras kembali ke Bangil. Mereka kemudian berfikir untuk menjodohkan Uzair Cholid. Uzair Cholid sebelumnya melamar adik Nibras yang bernama Illiyah. Illiyah menolak lamaran tersebut. Uzair Cholid sendiri merupakan anak dari Ustadz Cholid Abu Bakar. Seorang ustadz yang menjadi guru agama keluarga pelaku pengeboman di sejumlah gereja di Surabaya. Pada 2016, Cholid Abu Bakar pergi ke Turki hendak bergabung dengan ISIS di Suriah. Tetapi, ia dan keluarganya tertangkap lalu dideportasi ke Indonesia pada 2017.

Nibras menghubungi Sobah menawarkan Uzair untuk dinikahkan dengan Arti Alifah Rajardjo. Puterinya. Komunikasi ini pun berlanjut pada bulan April 2017, Nibras mengantarkan Uzair ke Jakarta. Pertemuan pertama antara Uzair dan Arti Alifah terjadi. Selanjutnya, keduanya dinikahkan di Hotel Kartika Candra di Jakarta pada Mei 2017.

Di sini, tiga keluarga bertemu membentuk jejaring ekstremis. Uzair yang berasal dari keluarga yang memiliki keyakinan religius. Nibras yang keluarga militan. Dan Sobah, keluarga orang kaya.

Setelah Arti dan Uzair menikah, keluarga besar tersebut memutuskan untuk berangkat ke Suriah. Keberangkatan ini merupakan sesuatu yang telah lama direncakana. Dimotori oleh Sobah, sang ibu, mereka berencana menjual rumah di Pejaten, lalu memakai uang hasil penjualan untuk membeli apartemen di Istanbul. Mereka berencana tinggal di sana sampai mereka semua bisa menyeberang dengan selamat ke Suriah.

Untuk menyembunyikan tujuan yang sebenarnya, mereka akan menggunakan agen perjalanan untuk membeli tiket perjalanan ke Roma, Cappadocia, dan Paris. Pada 8 November 2018, Sobah, suaminya, ibu Sobah, Arti dan Uzair, dan sang adik yang bernama Syahdi berangkat ke Roma dengan maskapai Qatar. Mereka mengunjungi Colosseum dan beberapa situs lainnya. Mereka kemudian pergi ke Turki tempat mereka membayar uang muka dua buah apartemen.

Rencana saat itu, suami dan anak laki-laki Sobah akan tinggal di Suriah. Arti dan Uzair akan kembali ke Indonesia pada tanggal 23 November untuk mengurus hal-hal yang belum selesai, kemudian kembali ke Turki. Ibunya Sobah dan Arti akan kembali beberapa hari kemudian. Tapi saat mereka meninggalkan Turki, status pernah dideportasi Uzair di masa lalu terungkap. Uzair serta Arti ditahan. Pada tanggal 30 November 2018, mereka dideportasi kembali ke Indonesia. Keduanya kemudian diadili dan dihukum karena terorisme.

Beberapa perempuan dalam jaringan ini tidak pernah ditahan meskipun memiliki hubungan dengan ISIS. Fitria, Sobah dan Nikmah tampaknya tidak pernah diperiksa sebagai saksi. Istri pendukung ISIS yang ditangkap yang merupakan bagian dari jaringan ISIS yang terhubung dengan keluarga ini, seperti Arif Fathoni, tidak pernah diselidiki.

Sejak September 2020, Arti Alifah Rahardjo ditahan di Polres Metro Jakarta. Namun, Sobah sang ibu sebagai inisiator berbagai kegiatan yang berkaitan dengan ISIS, hampir tak pernah diadili.

Di sini jelas bahwa para wanita adalah orang-orang yang menyatukan jaringan ini dan yang memutuskan ide pernikahan sebagai sistem perekat antar jaringan. Kesaksian menarik keluar dari pengakuan Uzair dalam persidangan, “Orang yang paling semangat dan mendukung Daulah (Negara Islam) adalah ibu mertua saya, Sobah. Dia yang berinisiatif membuat pengajian di rumahnya untuk mendukung ISIS.”

REKOMENDASI

Muslim Tapi Musyrik, Kerancuan Stigma dan Pemikiran Kaum Salafi Terkait Konsep Kafir dan Syirik

Harakah.id - Muslim tapi Musyrik adalah stigma dan status yang tampaknya baru lahir belakangan ini. Penyebabnya adalah, ada sebagian kelompok yang...

Kalau Hidup Anda Terasa Sempit Dan Sesak, Coba Amalkan dan Baca Shalawat Fatih Pelapang...

Harakah.id – Shalawat Fatih ini cocok dibaca ketika anda merasa hidup sesak dan sempit. Di satu situasi, kita seringkali merasa hidup...

Kita Sering Diceritakan, Bahwa Di Awal Penciptaan, Seluruh Malaikat Bersujud Kepada Nabi Adam. Benarkah...

Harakah.id - Malaikat bersujud kepada Nabi Adam adalah hal atau peristiwa yang seringkali dikisahkan dalam kisah-kisah permulaan Adam diciptakan oleh Allah....

Syukur Bisa Diungkapkan Dengan Banyak Cara, Salah Satunya Dengan Sujud. Ini Doa Ketika Sujud...

Harakah.id - Sujud Syukur adalah salah satu bentuk ungkapan yang terima kasih dan bersyukur. Syekh Nawawi dalam Nihayah al-Zain, mengutarakan ada...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...