Beranda Keislaman Akhlak Kisah Seorang Gadis yang Berhutang Ciuman pada Seorang Lelaki yang Belum...

Kisah Seorang Gadis yang Berhutang Ciuman pada Seorang Lelaki yang Belum Halal

Harakah.idJanji adalah hutang. Pernah ada seorang gadis yang berjanji memberi sebuah ciuman kepada seorang pemuda. Tetapi, setelah itu si gadis menyesal seumur hidup ketika teringat janji tersebut. Inilah kisah seorang gadis yang berhutang ciuman pada seorang lelaki yang belum halal.

Sepasang kekasih yang belum terikat dengan ikatan yang suci (pernikahan) sungguh akan banyak menemui berbagai macam godaan ketika bertemu, apalagi ketika hanya berduaan. Dalam kondisi seperti itu, setan akan dengan mudah menggoda untuk melakukan hal-hal yang mendekati zina atau bahkan langsung melakukan zina. Era serba modern ini, hal-hal yang mendekati zina sering dianggap sebagai hal yang lumrah. Bahkan jika tidak melakukan pelukan, ciuman, dan lain sebagainya; dianggap ‘norak’. 

Padahal zaman dahulu, terdapat sebuah kisah tentang seorang gadis yang sangat menyesal seumur hidupnya karena berjanji akan memberikan sebuah ciuman pada seorang lelaki. Kisah ini terdapat dalam kitab Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin karya Imam Ibn Qayyim al-Jauziyyah. Berikut kisah lengkapnya.

Sufyan bin Muhammad menyebutkan bahwa suatu hari Azzah menemui Ummu al-Banin (Saudari Umar bin Abdul Aziz). Ketika dua perempuan itu telah saling berhadapan; Ummu al-Banin bertanya pada Azzah, “Hal apa yang sesungguhnya telah terjadi antara dirimu dan Kutsayyir?”. 

Azzah menjawab, “Mengapa tiba-tiba kau bertanya tentang hal itu, wahai Ummu al-Banin?”

Ummu al-Banin berkata, “Sebab dia (Kutsayyir) berkata kepadaku bahwa setiap orang yang berutang harus segera melunasi utangnya jika dia mampu, tetapi Azzah malah selalu mengulur-ulur waktu untuk membayar utangnya. Memangnya, seberapa besar utangmu padanya?”.

Dengan wajah murung dan tampak dinaungi banyak kegelisahan; Azzah menjawab, “Aku pernah menjanjikan sebuah ciuman kepada Kutsayyir, tetapi aku tidak akan pernah bisa memenuhi janjiku tersebut. Aku takut melakukannya”. 

Ummu al-Banin dengan penuh keteguhan hati berkata kepada Azzah, “Biarkan aku yang menebus janjimu kepada Kutsayyir, sehingga dosa akibat dari janjimu tersebut telah menjadi tanggunganku.” 

Karena janji yang telah diucapkan oleh Azzah kepada Kutsayyir tersebut, Ummu al-Banin menebusnya dengan cara membebaskan empat puluh budak. Meskipun janji Azzah telah ditanggung oleh Ummu al-Banin, Azzah tetap saja tidak bisa menghilangkan rasa bersalah yang bersarang di dalam hatinya.

Setiap kali Azzah mengingat janjinya tersebut, Azzah selalu bersedih dan meneteskan air mata. Dalam tangisannya, Azzah berkata, “Andai saja dulu aku lebih berhati-hati dan tidak mengucapkan janji seperti itu pada Kutsayyir, niscaya aku tidak akan pernah semenyesal ini seumur hidupku”. 

Itulah kisah Azzah yang seumur hidupnya menyesali janji yang pernah terucap kepada Kutsayyir, meskipun janji tersebut telah ditebus oleh Ummu al-Banin. Kisah ini mengajarkan umat muslim untuk senantiasa berhati-hati dalam setiap kata yang keluar dari lisannya, sebab bisa saja perkataan tersebut akan menjadi penyesalan seumur hidupnya.

Demikian kisah gadis yang berhutang ciuman. Era modernisasi membuat segala macam ucapan menjadi ‘lebih bebas’ dari sebelum-sebelumnya, sebab media sosial adalah wadah untuk mengungkapkan segala ekspresi dan segala ekspresi tersebut bisa diungkapkan dengan menyembunyikan identitas aslinya lewat akun-akun palsu. Semoga kita semua dilindungi dari ucapan-ucapan yang menimbulkan penyesalan. Amin.

REKOMENDASI

Macam-Macam Zakat yang Harus Kita Bayar Ketika Memenuhi Syarat

Harakah.id - Macam-macam zakat ini wajib kita bayar jika telah memenuhi syarat. Secara garis besar, ada dua macam zakat, yaitu zakat...

Kiai Ridwan Menggambar Lambang NU, Muncul dalam Mimpi dan Disetujui Kiai Hasyim

Harakah.id - Kiai Ridwan menggambar lambang NU berdasarkan mimpi dari salat istikharah yang dilakukannya. Lambang yang kemudian disetujui Kiai Hasyim Asy'ari...

“Kunikahi Engkau dengan Mahar Hafalan Surat Ar-Rahman”; Romantis Sih, Tapi Apa Boleh?

Harakah.id - Mahar hafalan surat-surat dalam al-Quran kian trend. Pasangan laki-laki yang menikahi seorang perempuan, akan semakin tampak romantis dan islami...

Muhaddis Garis Lucu, Historisitas Argumen Keabsahan Hadis dan Hal-Hal yang Tak Selesai

Harakah.id - Muhaddis Garis Lucu menampilkan satu kondisi dan situasi periwayatan di masa lalu. Bahwa tradisi periwayatan yang kemudian menjadi bahan...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...