Beranda Tokoh Kisah Waliyullah dari Pegunungan Lebanon, Syekh Abdullah Al-Yunini

Kisah Waliyullah dari Pegunungan Lebanon, Syekh Abdullah Al-Yunini

Harakah.idSyekh Abdullah Al-Yunini merupakan seorang dari desa Yunini, sebuah kampung di provinsi Ba’labak atau Baalbek. Salah satu provinsi di Lebanon Modern. Syekh Abdullah memiliki zawiyah, semacam pesantren untuk para sufi, yang menjadi jujugan para pencari Tuhan.

Berita ledakan besar di Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8/2020) menggemparkan dunia. Warga dunia menyatakan berduka atas kejadian tersebut. Lebanon merupakan salah satu negara Arab yang memiliki sejarah panjang. Baik pada masa pra Islam, ketika berdiri kesultanan-kesultanan Islam maupun Lebanon modern. Lebanon menjadi salah satu pusat kebudayaan penting pada zamannya.

Lebanon berasal dari kata bahasa kuno, LBN. Atau bahasa Arab Laban. Arti kata ini adalah putih susu. Hal ini karena Lebanon merupakan daerah pegunungan. Pada puncak pegunungan ini terdapat salju putih yang menghiasi. Inilah asal mula sebutan Lebanon.

Sebagai salah satu pusat Muslim di Arab utara, Lebanon menyimpan kisah teladan ulama dan auliyah. Salah satunya sebagaimana direkam oleh Imam Ibnu Katsir dalam kitab Al-Bidayah Wan Nihayah. Pada ulasan tentang tahun 617 H., Imam Ibnu Katsir menceritakan beberapa kisah. Salah satunya adalah wafatnya seorang waliyullah bernama Syekh Abdullah Al-Yunini. Beliau dikenal dengan nama Asadus Syam (Singa Negeri Syam).

Syekh Abdullah Al-Yunini merupakan seorang dari desa Yunini, sebuah kampung di provinsi Ba’labak atau Baalbek. Salah satu provinsi di Lebanon Modern. Syekh Abdullah memiliki zawiyah, semacam pesantren untuk para sufi, yang menjadi jujugan para pencari Tuhan.

Syekh Abdullah Al-Yunini merupakan orang salih besar yang terkenal karena ibadah, riyadhah, amar ma’ruf dan nahi munkarnya. Beliau punya perhatian yang sangat tinggi terhadap gayai hidup zuhud dan wira’i. Sampai-sampai, beliau tidak mau bekerja, tidak memiliki harta, bahkan pakaian. Ia memakai pakaian pinjaman. Pada saat musim panas, beliau tidak melepas melepas gamis ataupun musim dingin. Di kepalanya terpasang topi dari kulit kambing. Rambutnya panjang hingga menyentuh punggung.

Sekalipun demikian, ia tidak pernah melewatkan berjuang di medan perang selama hidupnya. Ia adalah pemanah ulung. Mungkin mirip sniper hari ini. Perbiasanya hanya seharga 80 ritl. Terkadang, ia tinggal di pegunungan Lebanon.

Pada musim dingin, ia mengunjungi Syiria, tinggal di kampung bernama Dauma, sebelah timur Damaskus. Ia senang di sana karena ada pemandian air hangat. Masyarakat mengunjunginya untuk bertabarruk.

Syekh Abdullah Al-Yunini terkenal karamahnya. Syekh Abul Muzhaffar, cucu Ibnul Jauzi, meriwayatkan dari Hakim Agung Jamaluddin, bahwa ia pernah bertemu Syekh Abdullah. Syekh Abdullah sedang berwudu di dekat jembatan Abyadh.  Lalu lewat seorang Nasrani yang membawa khamer di atas kudanya. Ketika melewati jembatan, kaki kudanya terpeleset. Bawaannya jatuh. Syekh Abdullah yang telah selesai berwudu, datang mendekati lelaki Nasrani itu. Syekh Abdullah melihat Hakim Agung, lalu memanggilnya, “Wahai faqih (ahli hukum), ke sinilah. Bantu ia menaikkan barangnya.”

Sampai di sini, Hakim Agung kaget dan mulai penasaran. Pertama, darimana Syekh Abdullah tahu dirinya adalah hakim lantas memanggilnya dengan sebutan hakim. Kedua, mengapa Syekh Abdullah membantu Nasrani yang membawa minuman keras yang dilarang agama. Bukankah hal itu adalah bentuk tolong-menolong dalam kemaksiatan? Hakim Agung akhirnya mencari jawaban dengan mengikuti lelaki Nasrani ke kota.

Sampai di kota, lelaki Nasrani itu menyerahkan bawaannya kepada penjual miras. Penjual miras memeriksa. Lalu dengan suara lantang, penjual miras itu berkata, “Asem. Ini kan cuka.” Lelaki Nasrani itu segera merasa tahu bagaimana khamer yang dia bawa bisa berubah menjadi cuka.

Lelaki Nasrani itu mengikat kudanya, lalu pergi mencari lelaki tua yang membantunya. Ia bertanya ke sana kemari. Akhirnya ia berhasil bertemu Syekh Abdullah Al-Yunini. Lelaki Nasrani itu akhirnya masuk Islam di hadapan Syekh Abdullah.

Ini adalah salah satu kisah tentang Syekh Abdullah Al-Yunini. Wali dari pegunungan Lebanon. Imam Ibnu Katsir meriwayatkan beberapa kisah karamah beliau. Jika anda ingin lebih banyak tahu tentang wali dari Lebanon ini. Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa karamah Syekh Abdullah Al-Yunini adalah karena sifat zuhud dan wira’inya. Adalah bukan perkara aneh, menurut Ibnu Katsir, adanya karamah semacam ini. Hal itu terjadi pada Habib Al-Ajami, murid Hasan Al-Basri. Pada hari Sabtu tanggal 11 Dzulhijah tahun 617 H, Syekh Abdullah Al-Yunini wafat.  

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...