Beranda Keislaman Akhlak Kita Adalah Lingkungan Kita, Berhati-hatilah Memilih Teman!

Kita Adalah Lingkungan Kita, Berhati-hatilah Memilih Teman!

Harakah.id Kisah ini mengajarkan kepada kita agar lebih berhati-hati memilih teman. Diri kita merupakan cerminan lingkungan kita.

Dalam suatu perjalanan, al-Junaid bin Muhammad tidak membawa bekal yang cukup. Gurun pasir ia lewati. Hingga akhirnya, setelah tiga hari perjalanan ia sampai juga kepada suatu tempat yang banyak air dan sayur-sayuran. Di sana, ia mengisi botol minumnya dan berwudlu. Ia pun juga melaksanakan shalat. 

Tiba-tiba ada seorang pemuda yang mendekatinya. Pemuda itu memakai pakaian khas padagang saat itu. Al-Junaid menduga pemuda itu baru pulang dari pasar atau justru akan berangkat menuju pasar. Bertemu al-Junaid, pemuda itu pun mengucapkan salam kepadanya. Setelah menjawab salamnya, al-Junaid bertanya kepadanya, “Darimana kamu?”.

“Aku dari Baghdad,” jawab pemuda itu singkat. 

“Sejak kapan kamu melakukan perjalanan?” tanya al-Junaid lagi. 

Pemuda itu menjawab, “Baru sejak kemarin.”

Jawaban itu benar-benar membuat al-Junaid terkejut dan kaget. Pasalnya, biasanya, al-Junaid membutuhkan waktu beberapa hari untuk menempuh perjalanan dengan jarak yang sama seperti yang dilakukan pemuda itu. 

Di tengah-tengah obrolan itu, si pemuda mengeluarkan makanan untuk ia konsumsi. Melihat ia makan, al-Junaid pun tertarik untuk mencicipinya, “Berilah aku sebagian dari apa yang kamu makan!” 

Si pemuda itu memberinya beberapa hanzalah (buah yang pahit rasanya). Anehnya, ketika al-Junaid memakannya, buah itu terasa seperti kurma basah. Si pemuda itu kemudian pergi meninggalkan al-Junaid. 

Beberapa waktu kemudian, saat al-Junaid sedang melakukan ibadah thawaf di Mekkah, tiba-tiba dari arah belakang, ada seorang yang menarik bajunya. Al-Junaid pun menoleh ke belakang dan mendapati seorang pemuda bagaikan geriba (tempat air) yang lusuh (ia tampak seperti gembel, pen.). 

“Kamu siapa?” tanya al-Junaid

“Aku adalah orang yang memberimu hanzalah beberapa hari yang lalu,” jawab pemuda itu. 

Al-Junaid pun bertanya tentang kabar si pemuda itu. Ia menjawab, “Orang-orang pasar telah mengubahku. Bahkan ketika mereka menjatuhkan aku, mereka berkata, “Berpeganglah!” “Orang-orang pasar telah mengubah dan mempengaruhi gaya hidupku. Bahkan tak sedikit dari mereka yang bermuka dua. Mereka yang menghancurkan aku, namun mereka pula yang pura-pura menolongku. 

Kisah ini penulis baca dari kitab Hilyah al-Awliya’ wa Thabaqah al-Ashfiya’ karya Abu Na’im Ahmad bin Abdillah Al-Ashfahani. Dari kisah ini kita mengetahui betapa lingkungan sangat mempengaruhi pola pikir dan gaya hidup seseorang. Baik dan buruknya seseorang ditentukan oleh orang-orang sekitarnya (teman). Memang tidak semua, namun kebanyakan seperti itu. Karena itu, hendaknya seseorang mempunyai pertimbangan dalam memilih teman. Sungguh beruntung orang yang tinggal atau dikelilingi oleh orang-orang yang baik. 

Dalam kitab Ta’lim al-Muta’alim, ada sebuah syair, 

“Jangan bertanya tentang kelakuan seseorang, tapi lihatlah siapa temannya. Karena orang itu biasanya mengikuti temannya.” 

“Kalau temannya berbudi buruk, maka menjauhlah segera. Dan bila berlaku baik, maka bertemanlah dengannya, tentu kau akan mendapat petunjuk.”

M. Quraish Shihab juga menuliskan sebuah kisah tentang kehati-hatian dalam memilih teman, yakni dalam buku “Yang Bijak dari M. Quraish Shihab”

Dikisahkan, ada seorang (sebut saja Fulan) yang hidup bertetangga dengan seorang yang sangat arif dan dermawan. Karena kebutuhan yang begitu mendesak, Fulan berniat menjual rumahnya. 

“Berapa harga rumah ini,” tanya calon pembelinya. 

“Sepuluh ribu,” jawab Fulan. 

Namun calon pembelinya menolak harga itu dengan alasan bahwa harga rumah itu tak sampai lima ribu. Fulan pun memberikan penjelasan, “Benar yang Anda katakan. Harga tanah dan bangunannya memang seperti yang Anda katakan. Namun tetanggaku melebihi semua itu. Jika Anda akan membeli rumah, teliti dulu dengan siapa Anda akan bertetangga.”

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...