Beranda Khazanah Kita Perlu Menggunakan Metode "Sistem" Untuk Menghadapi Pandemik Covid-19

Kita Perlu Menggunakan Metode “Sistem” Untuk Menghadapi Pandemik Covid-19

Harakah.idUntuk menghadapi situasi ini, penting kiranya kira menggunakan metode “Sistem”. Hal ini untuk membantu kita memahami lebih utuh tentang sebenarnya apa dan bagaimana situasi yang sedang kita hadapi.

Dalam beberapa bulan ini dunia mendapatkan sebuah pelajaran besar, termasuk Indonesia, berupa wabah Covid-19. Untuk menghadapi situasi ini, penting kiranya kira menggunakan metode “Sistem“. Hal ini untuk membantu kita memahami lebih utuh tentang sebenarnya apa dan bagaimana situasi yang sedang kita hadapi.

Sebelum lebih jauh, mungkin dari bebeberapa tulisan dibawah ini akan banyak istilah-istilah yang baru dan jarang didengarkan oleh sebagian pihak. Maka dari itu sebagai awalan, akan dijelaskan beberapa istilah dengan beberapa kata kunci yang dianggap penting.

Sistem : elemen-elemen yang saling berinteraksi yang saling memberi pengaruh.

Helicopter view : sudut pandang yang jauh, agar bisa melihat secara keseluruhan.

Ant view : sudut pandang dari dekat, memandang poin-poin detail.

Emergent properties : sesuatu yang timbul akibat interaksi antar elemen

Dalam menuliskan hal ini, ada 3 poin utama yang dibahas, yaitu mengapa, bagaimana, dan apa, yang sesuai dengan teori golden circle dari Simon Sinek.

Mari kita kupas

Mengapa?
Bila melihat dari definisi sistem, kejadian yang sehari-hari ada dapat dikategorikan sebagai sistem, ada elemen, ada interaksi, dan ada pengaruh (baik langsung maupun tidak langsung). Begitu pula kejadian yang terkait dengan wabah ini.

Bila kita memandang hanya dalam gaya hidup, kebersihan, atau aspek mendetai lainnya, maka aspek yang menjadi fokus kajian hanya pada satu hal, padahal secara tak kasat mata ada aspek-aspek lain yang memberi pengaruh besar. Apa saja hal yang memberi pengaruh besar? Bila disebutkan satu-persatu mungkin tulisan ini lebih baik diubah judulnya menjadi “list penyebab covid-19”.

Beberapa hal yang “penting” adalah budaya, keterbukaan informasi, pengetahuan akan kebersihan, peraturan pemerintah, dan peraturan agama. Mengapa hal ini penting dibahas? Satu hal besar yang ingin saya sampaikan adalah sebagai bentuk belajar. Kita sama-sama hidup di zaman ini, zaman yang “dipaksa” untuk mengambil hikmah lebih dari yang lain, dan merasakan bagaimana dampak dari wabah ini, baik dari masyarakat level atas hingga “pastinya” masyarakat level bawah.

Wabah ini seperti ini sebenarnya pernah terjadi, yaitu sars, yang kebetulan juga dari tempat yang sama. Dalam suatu buku yang saya baca, sesuatu yang terjadi dua kali dan tiga kali “pasti” akan terjadi untuk keempat kali dan seterusnya. Apakah kita ingin generasi selanjutnya merasakan hal yang sama? Saya rasa tidak.

Bagaimana?
Ini mungkin bagian yang gampang-gampang susah. Melihat dengan cara sistem adalah memperhatikan sesuatu kejadian secara utuh, dengan menggunakan helicopter view. Kalo utuh berarti banyak banget dong? Bisa-bisa semua ikut dong?

Nah disini peranan penting dari manusia-manusia yang belajar, yaitu memberi batasan terhadap sistem yang diobservasi. Batasan yang diobservasi ini merupakan ranah yang akan dikaji dan dibahas mendalam. Disinilah pergerakan-pergerakan dengan sudut pandang ant view akan menjadi action plan sebagai tindak lanjut. Lah, berarti sama aja ya kayak dikerjain masing-masing? Entar akhir e juga masing- masing juga.

Dalam sistem, ada yang disebut emergent properties. Kalau kita mandangnya Cuma satu-satu, apakah kalau digabung yakin baik-baik saja? Contoh lockdown. Kebijakan ini dari satu sudut pandang akan bagus, mencegah penyebaran, tidak ada orang berkeliaran, jumlah yang kena sedikit. Itulah yang banyak dikatakan oleh pekerja kerah putih aka pekerja kantoran.

Apakah hal ini bisa untuk masyarakat kelas bawah? Saya pernah bercerita, dan ada jawaban menarik, yaitu daripada beli masker, beli beras aja lebih baik. Hal inilah yang mungkin tidak dirasakan pekerja kerah putih dan hanya dirasakan oleh pekerja kerah biru. Disinilah memandang sistem memiliki kelebihan. Aspek-aspek yang dianggap sebagai emergent properties diperhatikan dan dipastikan bahwa hal ini sudah ditimbang ketika akan menentukan keputusan. Contoh yang udah dilakuin apa saja? Sudah ada edukasi menyeluruh, adanya donasi-donasi untuk meringankan, dan berbagai inisiatif lainnya, meskipun ini bukan arahan umum dari pemerintah.

Cara lain dalam memandang sebagai sistem adalah menyadari adanya kebutuhan untuk berproses ketika ada suatu masalah. Inilah yang mungkin sangat tercermin dari banyak orang, gampang panas, meski efek positifnya adalah muncul inovasi secara simultan.

Apa?
Banyak hal yang didapatkan dengan melihat secara sistem, menambah wawasan, menambah pertimbanga, “menjadi” berpikir dewasa, dan yang agak dramatis, menjadi toleransi. Menjadi pribadi yang peduli banyak pihak bisa susah bisa gampang. Dengan menjadi toleransi mungkin menjadi “membantu” membentuk iklim positif yang saling membantu, yang mungkin hal itu sedang redup di Indonesia.

Sisi lain memandang sistem adalah mengetahui adanya proses. Kenapa penting kalo ada proses? Biar kita sadar kalo harus siap-siap. Mungkin beberapa dari kita ingat, beberapa pejabat masih sangat abai dengan peringatan covid-19 karena belum adanya warga Indonesia yang terkena penyakit dari virus tersebut. Tapi setelah kena satu? Banyak terjadi kelabakan.

Rapat yang sampai malam jam 2 (dilihat dari jam keluarnya SK), sekolah “tiba-tiba” diliburkan (padahal banyak yang belum siap secara infrastruktur), dan beberapa hal lain yang masing-masing kita rasakan. Apakah saya benci pemerintah? Tidak pastinya.

Apresiasi besar kepada pemerintah yang rela rapat hingga dini hari, selalu update kabar, mencari celah-celah potensi untuk penanggulangan, gerak cepat yang dilakukan, dan bersatunya seluruh warga Indonesia untuk penanggulangan ini. Bukankah hal ini menarik jika disiapkan dari awal? Lebih banyak yang siap akan kondisi darurat yang diterapkan.

Namun, daripada berandai-andai, jadikan hal ini sebagai pembelajaran. Agar kelak, ketika hal-hal seperti ini terjadi, bukan hanya wabah, lebih banyak hal yang sudah disiapkan. Kita lebih siap dan sudah menjadi satu untuk melawan segala rintangan yang ada. Dengan peran masing-masing, pemerintah dan masyarakat bisa memandang bahwa ini adalah “sistem” yang saling terkait satu sama lain, dan apabila ini dipersiapkan, hal-hal lebih memuaskan akan datang kepada kita.

Mengingat salah satu pepatah paling sering disebut ketika saya sekolah dasar Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Begitu pula sistem Bila tidak bersatu, sangat mungkin untuk runtuh. (Ahmad Hafidh Hanif, Teknik Industri ITB 2017)

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...