Kita Sering Diceritakan, Bahwa Di Awal Penciptaan, Seluruh Malaikat Bersujud Kepada Nabi Adam. Benarkah Demikian?

0
1034
Kita Sering Diceritakan, Bahwa Di Awal Penciptaan, Seluruh Malaikat Bersujud Kepada Nabi Adam. Benarkah Demikan?

Harakah.id – Malaikat bersujud kepada Nabi Adam adalah hal atau peristiwa yang seringkali dikisahkan dalam kisah-kisah permulaan Adam diciptakan oleh Allah. Apakah benar demikian?

Sebagaimana yang kita tahu, manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah dengan penciptaan yang sempurna dan mulia. Saking mulianya manusia, dikisahkan dalam al-Quran bahwasanya Allah SWT memerintah malaikat bersujud kepada Nabi Adam alaihissalam, tak terkecuali Iblis. Pada akhirnya malaikat pun mematuhi perintah tersebut dan malaikat bersujud kepada nabi Adam alaihissalam, berbeda dengan iblis yang dengan angkuh serta sombongnya tidak mau mematuhi perintah Allah SWT untuk sujud kepada Nabi Adam alaihissalam. Dan hal ini termaktub dalam al-Quran surat al-Baqarah ayat 34 yang berbunyi;

وَاِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلٰٓٮِٕكَةِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوۡٓا اِلَّاۤ اِبۡلِيۡسَؕ اَبٰى وَاسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ الۡكٰفِرِيۡنَ

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir.

Baca Juga: Telaah Kebenaran Asumsi, Benarkah Hawa Diciptakan Dari Rusuk Adam? Perempuan Dari Rusuk Laki-Laki?

Ada berbagai pendapat dan diskusi terkait hakikat sujud yang dimaksud di dalam ayat tadi. Ada yang menganggapnya itu bukanlah seperti sujud pada umumnya yang kita biasa lakukan di dalam sholat. Ada juga yang berpendapat bahwa  sujud yang dimaksud merupakan bentuk penghormatan semata, tidak sampai ke derajat tunduk. Dan masih banyak lagi versi lainnya.

Namun pada tulisan kali ini, yang akan dibahas bukanlah perdebatan pendapat ataupun diskusi seputar sujud yang dilakukan oleh malaikat kepada nabi Adam alaihissalam. Tetapi yang akan dibahas dalam tulisan ini merupakan terkait apakah seluruh malaikat atau hanya beberapa saja yang yang diperintah dan bersujud kepada nabi Adam pada waktu itu? Dalam hal ini, secara garis besar ada dua pendapat berbeda terkait apakah malaikat yang sujud kepada nabi Adam hanya beberapa atau keseluruhannya.

Mengutip perkataan Syeikh Mutawalli Sya’rawi, yang menjelaskan bahwa yang diperintahkan untuk bersujud kepada nabi Adam adalah para malaikat selain golongan malaikat al-‘alin, yang mungkin bisa kita alih bahasakan menjadi malaikat yang luhur atau mempunyai derajat tinggi. Mereka adalah golongan malaikat yang tidak mendapat perintah bersujud kepada nabi Adam. Ada juga yang menyebut mereka dengan istilah golongan muhayyimun dan mughoyyabun. Syeikh Mutawalli berpendapat seperti ini karena beliau menafsirkan kalimat dalam surat Shad ayat 75 yang berbunyi

قَالَ يَٰٓإِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَىَّ ۖ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنتَ مِنَ ٱلْعَالِينَ

Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Kuciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?

Baca Juga: Benarkah Kaum Sufi Merendahkan Perempuan? Menggugat Sufisme Patriarkhis

Dengan mentakdirkan malaikat sebelum kata al-‘alin, yaitu menjadi أنك كنت من الملائكة العالين. Dengan begini, menjelaskan bahwa terdapat golongan malaikat al-‘alin (luhur) yang tidak diperintahkan bersujud kepada nabi Adam.

Pendapat Syeikh Mutawalli ini selaras dengan pendapat para filsuf dan para sufi yang mengatakan bahwa tidak semua malaikat bersujud kepada nabi Adam. Melainkan hanya malaikat yang ada di bumi saja dan malaikat selain dari golongan-golongan istimewa, Mereka adalah golongan malaikat yang tidak mendapat perintah bersujud kepada nabi Adam, ada yang menyebutkan mereka dengan istilah golongan muhayyimun dan golongan mughoyyabun.

Ada juga golongan yang membantah pendapat Syeikh Mutawalli dan pendapat para filsuf serta sufi tadi. Dengan argumen Syeikh Mutawalli dan para filsuf serta para sufi tadi menjelaskannya tanpa menyajikan dalil yang kuat, mereka hanya menjelaskan dengan penafsiran yang cenderung subjektif. Padahal, jika dicermati lagi, pada ayat lain terdapat jawaban mengenai pertanyaan apakah yang saat itu sujud kepada nabi Adam adalah seluruh malaikat atau bukan.

Jawaban tadi terdapat pada surat Shad ayat 73 yang berbunyi;

فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ

Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya

Jika dilihat dari segi bahasa, di dalam ayat ini terdapat dua bentuk taukid, yaitu kata kulluhum dan kata ajma’un

Baca Juga: Benarkah Imam Mahdi akan Mematahkan Salib dan Membunuh Babi di Akhir Zaman?

Dalam tafsir al-Baghawi dijelaskan, bahwa kedua bentuk taukid ini memiliki peran dan tujuan masing-masing. Taukid pertama bertujuan untuk menepis adanya anggapan bahwa yang sujud hanya sebagian, yang artinya di sini menjelaskan bahwa yang sujud kepada nabi Adam adalah seluruh malaikat. Kemudian taukid kedua bertujuan untuk menepis adanya anggapan bahwa waktu bersujudnya berbeda-beda atau tidak serentak, yang artinya di sini menjelaskan bahwa seluruh malaikat sujud kepada nabi Adam dalam satu waktu atau secara serentak.

Sedangkan dalam tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir dijelaskan bahwa adanya dua bentuk taukid ini untuk menjelaskan dan menguatkan bahwa tiada satupun malaikat yang tidak ikut atau terlambat sujud kepada nabi Adam pada waktu itu.

Wallahu a’lam.