fbpx
Beranda Gerakan Agenda Israel Hancurkan Palestina Terus Berlanjut, Tepi Barat dan Jalur Gaza Kini...

Agenda Israel Hancurkan Palestina Terus Berlanjut, Tepi Barat dan Jalur Gaza Kini Jadi Sasaran

Harakah.idAgenda Israel hancurkan Palestina terus berlanjut. Kini Israel menyerang tepi barat Palestina dan jalur Gaza. Sampai kapan penghancuran ini akan berlanjut?

- Advertisement -

Konflik yang terjadi antara Israel-Palestina mempunyai sejarah panjang. Agenda Israel hancurkan Palestina pun terus berlanjut. Tentu saja, konflik tersebut telah berlangsung sejak puluhan tahun, terutama sejak berdirinya negara zionis Israel. Setelah perang besar Arab-Israel tahun 1948 dan perang enam hari (Six Days War) tahun 1967, serta perang Yom Kippur tahun 1973, seluruh wilayah Palestina sudah direbut oleh Israel dan diklaim sebagai wilayahnya. 

Wilayah tersebut meliputi Tepi Barat dan Jalur Gaza yang direncanakan akan menjadi wilayah Negara Palestina oleh para pemimpin Arab. Konflik terus berkembang sampai hari ini, kedua pihak tetap bersikeras untuk saling mempertahankan wilayah masing-masing. Saat itu, konflik tersebut diikuti dengan perang-perang kecil yang berbuntut pada konflik antar bangsa, tidak hanya bangsa Yahudi dengan Palestina, tetapi secara keseluruhan terjadi perang Arab-Israel. 

Saya akan kembali mengajak kalian untuk mencermati prospek perundingan damai Israel-Palestina pasca kemerdekaan Palestina Jilid 2, yaitu pada 29 November 2012 Majelis Umum (MU) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Proses perdamaian kedua belah pihak tetap sulit, paling tidak ada tiga hal vital yang menjadi batu sandungan bagi pencapaian perdamaian Israel-Palestina melalui perundungan tersebut. Pertama, isu sekitar 5 juta pengungsi Palestina yang terkonsentrasi di Jalur Gaza, Tepi Barat, Yordania, Suraih, dan Lebanon. Tidak hanya itu, pengungsi Palestina juga terdapat di Negara Timur Tengah lain, seperti Mesir dan kerajaan-kerajaan Arab di Teluk Persia, serta Negara Eropa—namun, jumlahnya tidak banyak.

Sejak perang Arab-Israel tahun 1948 dan 1967, pengungsi Palestina terusir dari rumahnya. Sebetulnya, mereka telah diakui oleh PBB sebagai pengungsi dan berhak kembali ke kampungnya. Tetapi, Israel menolak keras hak pulang warga Palestina ini. Karena jika diizinkan pulang, jumlah penduduk Palestina di Israel akan membengkak, sehingga kemungkinan akan melampaui atau sama dengan jumlah populasi Yahudi di Israel. 

Kedua, masalah perbatasan. Palestina menuntut seluruh orang Yahudi yang hidup di teritori Palestina sebelum perang 1967, harus meninggalkannya. Tuntutan itu sesuai dengan Resolusi DK PBB 242. Dengan demikian, Israel harus menghancurkan ribuan rumah mereka di Tepi Barat dan kembali ke wilayahnya masing-masing. Tentu saja, Israel menentang keras hal ini. Jika mereka tunduk pada tuntutan Palestina, Israel akan kehilangan banyak teritori yang dicaploknya dari Palestina, Israel juga akan kehilangan situs-situs Yahudi di Tepi Barat. 

Ketiga, masalah Yerusalem Timur. Wilayah ini tentu saja menjadi istimewa karena terdapat Masjidil Aqsa—masjid tersuci ketiga kaum Muslim setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Tuntutan Palestina ini sah secara hukum, namun konsensus di Israel memperlihatkan seluruh rakyat Israel menuntut Yerusalem Timur, yang terdapat Tembok Ratapan yang berada dekat dengan Masjidil Aqsa. Tembok Ratapan merupakan tempat tersuci orang Yahudi. Dan Yerusalem Timur pun menyimpan banyak sekali situs Yahudi, termasuk yang berada di bawah lantai Masjidil Aqsa. Di situ diyakini terdapat kuil Raja Solomon (Nabi Suleman)  dan wilayah yang di huni oleh sekitar 200.000 orang Palestina pada saat ini merupakan identitas negara Yahudi.

Hal lain yang diinginkan Israel adalah negara Palestina merdeka kelak tidak memiliki angkatan bersenjata, perbatasannya dijaga oleh Israel, dan Israel bebas menerbangkan pesawatnya, termasuk pesawat militer di langit Palestina. Hal-hal inilah yang membuat saya skeptis bahwa perundingan perdamaian bisa dicapai dalam waktu 9 bulan seperti yang disepakati Israel dan Palestina di Washington beberapa waktu lalu.

PBB: Agenda Israel hancurkan Palestina Tepi Barat dan Jalur Gaza pada Tahun 2020

Seperti yang dilansir dari KOMPAS.com (29/09) pada tahun 2020 kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyebutkan bahwa Israel yang telah menghancurkan lebih dari 500 bangunan di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada tahun ini. Tidak hanya itu, ada juga 134 bangunan Palestina yang berada di Yerusalem Timur yang juga dihancurkan oleh Israel. 

Menurut OCHA, pasukan Israel juga telah merobohkan 22 bangunan selama dua pekan terakhir. Hal ini tentu saja menyebabkan 50 warga Palestina mengungsi dan mengalami kerugian bagi 200 orang lainnya. Di sisi lain, 8 pembongkaran dari 12 yang terjadi di Yerusalem Timur dilakukan oleh pemiliknya sendiri untuk menghindari denda dan biaya yang dikenakan oleh otoritas Israel. Sedangkan, bangunan lain yang dihancurkan oleh Israel terletak di Area C, mencakup sekitar 60 persen wilayah Tepi Barat.

Menurut Israel, mereka melakukan semua itu karena banyak rumah warga Palestina yang tidak memiliki izin bangunan. Padahal, pada dasarnya, Israel sendiri pun tidak memberikan izin bangunan tersebut kepada orang-orang Palestina. Tepi Barat yang diduduki ini menjadi sengketa panjang dengan Israel, sehingga obsesi aneksasi Tepi Barat oleh Israel menjadi pertimbangan utama dalam langkah pembenaran normalisasi UEA dengan Israel.

REKOMENDASI

Mbah Maimoen Zubair, Ulama Pakubumi yang Lahir Bersamaan Dengan Pekikan Sumpah Pemuda 1928

Harakah.id - Mbah Maimoen Zubair al-maghfurlah adalah salah seorang ulama pakubumi yang lahir bertepatan dengan Sumpah Pemuda. Selama hidupnya, Mbah Maimoen...

Bukan Untuk Diperdebatkan Haram-Halalnya, Maulid Nabi Adalah Momentum Meniru Keteladanan Muhammad

Harakah.id - Maulid Nabi sebenarnya adalah momentum berharga untuk meniru dan belajar dari keteladanan Nabi Muhammad. Maulid Nabi bukan justru waktu...

Kiai Abbas Di Pertempuran Surabaya 1945, Dari Membentuk Telik Sandi Sampai Menghancurkan Pesawat Dengan...

Harakah.id - Kiai Abbas di pertempuran Surabaya 1945 tidak hanya berperan sebagai pasukan, tapi juga komandan dan perumus strategi perlawanan. Selain...

Felix Siauw, Buku Muhammad Al-Fatih 1453 dan Kedaulatan Negara dalam Bayang-Bayang Bahaya Eks HTI

Harakah.id - Felix Siauw kembali membuat negeri ini heboh. Heboh sebab pembatalan surat edaran Dinas Pendidikan Bangka Belitung (Disdik Babel) yang...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...