Beranda Keislaman Hikmah Apakah Manusia Masih Bisa Melakukan Ibadah Kelak di Alam Barzakh? Ini Dua...

Apakah Manusia Masih Bisa Melakukan Ibadah Kelak di Alam Barzakh? Ini Dua Ibadah yang Dilakukan Para Nabi Meski Telah Wafat

Harakah.idIbadah di alam barzakh adalah kenyataan, khususnya bagi orang-orang saleh, termasuk Para Nabi. Meskipun sudah mati, mereka masih dimungkinkan untuk melakukan ibadah sebagaimana yang mereka lakukan sewaktu di dunia.

Apakah orang-orang saleh, termasuk para Nabi, masih melakukan ibadah kelak di alam barzakh?

Orang shaleh memang masih beraktifitas sebagaimana aktifitas mereka ketika masih hidup. Di antara dalil akan hal itu adalah ibadah yang dilakukan para nabi di alam kubur mereka. Di alam kubur para Nabi memiliki kehidupan. Namun jangan hanya dikira hidup dalam kondisi diam saja, tetapi juga melakukan beberapa ibadah, layaknya ketika hidup di dunia.

Berikut ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Sahih Muslim, yang menjelaskan bentuk-bentuk ibadah para Nabi di alam kubur. Di dalam riwayat tersebut, setidaknya ada dua ibadah yang terus dilakukan para Nabi kelak di alam kubur.

Yang pertama, adalah ibadah Salat

Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Aku melewati Musa di malam saat aku Isra’ di dekat hamparan tanah merah, ternyata Musa berdiri seraya salat di kuburnya”. Meskipun hadisnya secara spesifik menyebut nama Nabi Musa, bukan berarti yang hanya melaksanakan salat hanya Nabi Musa AS. Selain Nabi Musa AS, tentu saja semua Nabi melakukan hal yang sama. Hal ini sebagaimana yang ditegaskan oleh riwayat Al-Baihaqi dan dinilai sahih termasuk oleh ulama Wahabi.

Yang kedua, adalah ibadah Haji

Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW melewati lembah Azraq. Nabi bertanya: “Lembah apa ini?” Mereka menjawab “Lembah Azraq”. Nabi bersabda: “Aku seperti melihat Musa AS turun dari bukit, dengan suara keras ia membaca Talbiyah kepada Allah. Kemudian Nabi melewati bukit Harsya. Nabi bertanya: “Ini bukit apa?” Sahabat menjawab bahwa itu adalah bukit Harsya. Nabi bersabda: “Aku seperti melihat Yunus bin Matta alaihis salam di atas unta merah yang gemuk, memakai jubah bulu hewan, tali kendali adalah rumput kering. Ia membaca Talbiyah”

Kedua ibadah yang dilakukan oleh para Nabi di alam barzakh semacam ini tentu saja tidak lagi berkaitan dengan tanggung jawab syariat. Karena sebagaimana yang kita tahu, beban taklif berupa tuntutan untuk melaksanakan ritual peribadatan hanya diberikan kepada mereka yang masih hidup.

Karena itu, kenyataan bahwa para Nabi dan orang-orang saleh masih menunaikan ibadah di alam barzakh, adalah keutamaan dan satu bentuk kemuliaan. Ibadah yang mereka lakukan adalah konsekuensi dari amal perbuatan baik yang sudah dilakukannya selama masih hidup. 

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...