Beranda Keislaman Hadis Hadis Itu Harus Muttashil; Apa Sih Sebenarnya Makna Muttashil Itu? Bagaimana Cara...

Hadis Itu Harus Muttashil; Apa Sih Sebenarnya Makna Muttashil Itu? Bagaimana Cara Menelusurinya?

Harakah.idMakna muttashil penting diketahui karena muttashil sendiri jadi syarat diterima dan ditolaknya sebuah hadis. Jadi gak sembarangan ngomong “qala Rasulullah” ya..

Makna muttashil secara bahasa berasal dari kata ittashala-yattashilu. Maknanya bersambung, bertaut dan berantai. Dalam konteks ilmu hadis, Muttashil adalah konsep dasar yang meniscayakan sebuah hadis bersambung silsilah penyampaiannya hingga Rasulullah SAW.

Dalam ilmu hadis, sanad atau rangkaian silsilah periwayatan sebuah hadis memang harus bersambung sampai Nabi Muhammad SAW. Muttashil atau ketersambungan periwayatan ini penting, karena ia yang menjamin bahwa hadis ini memang diriwayatkan dari satu generasi ke generasi lainnya, bukan buatan atau karangan seseorang.

Makna muttashil juga menghendaki bahwa sebuah sabda yang kini disampaikan dengan embel-embel “Qala Rasulullah SAW”, benar-benar diucapkan dan dikatakan oleh Rasulullah SAw 15 abad yang lalu.

Seperti misalnya contoh hadis di bawah ini:

(حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى قَالَ أَخْبَرَنَا حَنْظَلَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Teks Arab yang dikurung di atas adalah rangkaian sanad hadis. Yaitu rangkaian periwayat atau pembawa hadis, dari Imam al-Bukhari sebagai orang membukukannya, sampai Nabi Muhammad SAW sebagai sumber hadis itu sendiri. Sanad hadis di atas termasuk sanad yang muttashil, karena antara satu perawi dengan perawi lainnya bertemu dan terbukti memang meriwayatkan hadis tersebut.

Dalam ilmu hadis, banyak cara untuk menguji apa sebuah sanad hadis bersambung atau tidak. Misalnya:

Pertama, meneliti tahun lahir dan tahun wafat perawi hadis. Jadi, kita harus meneliti perawi-perawi yang tertera dalam sanad hadis di atas. Maka tentu kita harus membuka kitab-kitab biografi, tarikh wal wafayat dan kitab-kitab rijal. Yang dilacak dalam metode pertama ini adalah kesesuaian waktu, antara tahun lahir dan tahun wafat perawi dengan perawi sebelumnya, maupun dengan perawi setelahnya.

Kedua, meneliti lokasi rihlah atau perantauan si perawi dalam mencari hadis. Kalau ada data satu kota yang sama, antara guru dan murid dalam sanad tersebut, maka kemungkinan besar mereka memang bertemu dan meriwayatkan hadis. Indikatornya akan semakin lengkap jika lokasi pertemuannya terjangkau lebih spesifik. Bukan hanya sebatasa negara, tapi kota, lebih-lebih desa.

Ketiga, mengamati lafadz tahammul dan ada’ yang ada dalam redaksi sanad hadis. Jadi antara “haddasana”, “akhbarana”, “anba’ana” dan “‘an”, punya perbedaan dalam konteks makna muttashil yang dikandungnya.

Selain ketiga cara dan metode tersebut, sebenarnya banyak cara untuk melacak dan meneliti ketersambungan periwayatan. Data dan dokumen juga menjadi penentu bagi hasil penelusuran; apakah asumsi pertemuan rawi dengan rawi hanya sebatas “imkan” [kemungkinan besar], atau justru “tsubut” [pasti bertemu].

Itulah penjelasan singkat tentang makna musttashil, maksud dan cara penelusurannya dalam Ilmu Hadis.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...