Beranda Keislaman Tafsir Konsep Tawakal Menurut Al-Qur’an, Ternyata Bukan Hanya “Pasrah”

Konsep Tawakal Menurut Al-Qur’an, Ternyata Bukan Hanya “Pasrah”

Harakah.idDalam Al-Qur’an, tujuan tawakal adalah “Al-Wakil”, tempat yang sempurna untuk bersandar. Banyak ayat ditegaskan bahwa Tuhan adalah wakil dari segala sesuatu.

Pengetahuan keagamaan Muslim tidak bisa dipisahkan dari Al-Qur’an. Siapapun  yang membaca, menghayati, mempelajari, dan mengamalkannya tidak akan pernah menyimpang dari jalan yang diridhai Allah.

Fungsi Al-Qur’an adalah sebagai pedoman bagi semua. Al-Qur’an penuh dengan bimbingan dan bimbingan bagi kita untuk memahami alam semesta dengan sebaik-baiknya. Bahkan dengan memahami kata-kata dan bentuk-bentuk kosa kata Al-Qur’an, dapat menyampaikan maksud makna  yang luas dan baik kepada yang membacanya. Namun, redaksi Al-Qur’an tidak dapat dipastikan mencapai makna sesungguhnya kecuali oleh pemilik redaksi. Oleh karena itu, banyak tafsir yang menyesuaikan perspektif dan latar belakang penafsir.

Misalnya, kata “Tawakal” disebutkan berkali-kali dalam Al-Qur’an. Berdasarkan informasi yang penulis dapatkan dalam kitab Mu’jam al-Mufahras Li Alfazh al-Qur’an al-Karim, kalimah ‘tawakkal’ dari akar kata ‘wakala’ terhitung di dalam al-Qur‘an sebanyak 84 kali dalam 22 surah.

Yaitu Surah Ali ‘Imran 5 kali, Surah an-Nisa’ 4 kali, Surah al-Maidah 2 kali, Surah al-An’am 3 kali, Surah al-A’raf 1 kali, Surah al-Anfal 3 kali, Surah at- Taubah 2 kali, Surah Yunus 4 kali, Surah Yusuf 4 kali, Surah Hud 3 kali, Surah ar-Ra’du 1 kali, Surah Ibrahim 4 kali, Surah an-Nahl 1 kali, Surah al- Furqan 2 kali, Surah as-Syu’ara 1 kali, Surah an-Naml 4 kali, Surah al-Qasas 1 kali, Surah al-‘Ankabut 1 kali, Surah as-Sajadah 1 kali, Surah al-Ahzab 2 kali, Surah az-Zumar 4 kali, Srah as-Syura 3 kali, Surah al-Mujadalah 1 kali, Surah al-Mumtahanah 1 kali, Surah at-Taghabun 1 kali, Surah al-Mulk 1 kali dan Surah at-Thalaq 1 kali.

Kata “Tawakal” yang ditemukan dalam Al-Qur’an mengungkapkan berbagai tujuan dan konsep pengetahuan. Di sini penulis mengungkap makna tawakal menurut para ulama, konsep tawakal dalam al-Qur’an hingga hikmah dari konsep tawakal.

Makna tawakal menurut ulama

Kata tawakal dalam bahasa Indonesia merupakan serapan dari kata Arab attawakkul dari etimologi kata wakala yang berarti “diserahkan”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tawakal berarti benar-benar beriman kepada Allah SWT dan mengikuti kehendak Allah  SWT.

Menurut al-Raghib al-Asfahani dalam Mu ‘jam Mufradat Alfazh al-Qur’an, arti Tawakkul memiliki dua arti: “mengungkapkan” dan “bersandar”. Kata Al-takwil berarti mengandalkan orang lain selain Anda dan merupakan pengganti Anda.

Dalam versi istilahnya, Ibnu Ashur menjelaskan bahwa tawakal pada hakikatnya bertumpu pada amanah, yaitu melakukan “kegiatan” dengan harapan yang tinggi kepada Allah. Tawakal adalah aktivitas akal dan pikiran. Ini berarti bahwa akal berperan dalam membentuk kepercayaan kita. Selain melakukan upaya fisik, kami memikirkannya dan membuat rencana untuk mencapai tujuan dan beberapa bentuk tawakal yang diberikan oleh Allah.

Konsep tawakal dalam Al-Qur’an

Dalam Al-Qur’an, tujuan tawakal adalah “Al-Wakil”, tempat yang sempurna untuk bersandar. Banyak ayat ditegaskan bahwa Tuhan adalah wakil dari segala sesuatu. Q.S. Al-An’am: 102

ذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْۚ  لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوْهُ ۚوَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ

 Artinya:  (Barangsiapa dengan kualitas seperti itu) adalah Tuhanmu Allah. Tidak ada tuhan selain Allah. Sembahlah Pencipta segala sesuatu,  dan Dia. Dan dia adalah penjaga segalanya.

Al-Bhagawi menjelaskan arti kata wakil dalam arti “penjaga”. Profesor Quraisy Shihab juga menekankan bahwa ada perbedaan  mendasar antara mengungkapkan masalah kepada orang lain dan mengungkapkan masalah kepada Allah. Ketika seseorang mewakili orang lain untuk melakukan sesuatu, itu berarti dia memperkerjakannya untuk melakukannya. Karena itu, dia tidak perlu terlibat.

Namun secara umum, manusia harus melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuannya untuk mewakili Tuhan. Dalam pengertian tawakal, yang sebenarnya berasal dari hal yang sama dengan wakil, bukan berarti ketaatan mutlak kepada Tuhan, tetapi usaha manusia harus mendahului ketaatan.

Hikmah tawakal

Ada hikmah tertentu ketika seseorang  bertawakal kepada Allah SWT. Ia akan selalu memikirkan dan mempersiapkan pekerjaannya dan menyerahkannya kepada kehendak Allah SWT.  

Berikut adalah beberapa pelajaran dalam menerapkan Tawakal dalam kehidupan sehari-hari Anda:

  • Semua urusan direncanakan dengan baik dan matang
  • Mendapatkan ketenangan dalam pikiran
  •  Optimis
  •  Kenal martabat Allah dan batas-batas usaha manusia

Artikel berjudul “Konsep Tawakal Menurut Al-Qur’an, Ternyata Bukan Hanya “Pasrah” ini adalah kiriman dari Nabila Sethia Izzati, Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...