Beranda Larangan Niqab/Burqa di Belanda Hari Pertama Tak Efektif

Larangan Niqab/Burqa di Belanda Hari Pertama Tak Efektif

Sejak 2016, pemerintah koalisi Mark Rutte negeri Belanda telah mengesahkan sebuah undang-undang yang melarang penggunaan penutup wajah atau Ban on Face-Covering Clothing Act.

Penerapan larangan penggunaan Burqa dan Niqab di Belanda pada hari pertama tidak efektif. Dilansir dari The Guardian, polisi yang bertugas serta perusahaan transportasi mengisyaratkan keengganan dan kesulitan untuk menegakkan aturan ini.

Seperti diketahui, pada 2016, pemerintah koalisi Mark Rutte negeri Belanda telah mengesahkan sebuah undang-undang yang melarang penggunaan penutup wajah atau Ban on Face-Covering Clothing Act. Termasuk dalam ketentuan ini ialah larangan memakai topeng ski, helm fullface, balaclavas (sejenis topeng/penutup wajah yang biasa dipakai saat sky), serta niqab dan burqa.

Larangan ini berlaku di gedung-gedung publik, termasuk sekolah, rumah sakit dan transportasi umum. Sementara penggunaan penutup wajah seperti niqab dan burqa di jalanan masih diperbolehkan.

Aturan yang menuai pro-kontra tersebut mulai diberlakukan per 1 Agustus 2019. Kepada orang yang melanggar, polisi akan memberikan pilihan untuk melepas penutup wajah termasuk niqab dan burqa atau yang bersangkutan akan dikenakan denda sebesar € 150 dan € 415.

Perusahaan jawatan angkutan umum mengungkapkan tidak akan meminta staf mereka untuk mengambil peran penegakan tanpa adanya bantuan dari petugas kepolisian. Oleh karena itu, juru bicara jawatan transportasi RET, Pedro Peters mengatakan, undang-undang ini tidak bisa dijalankan. “Polisi telah memberi tahu kami bahwa larangan itu bukan prioritas dan karena itu mereka tidak akan bisa merespons dalam jangka waktu 30 menit seperti biasa,” kata Pedro.

“Ini berarti bahwa jika seseorang yang mengenakan burqa atau niqab berani menggunakan layanan (seperti menaiki angkutan umum), staf kami tidak akan memiliki dukungan cukup dari polisi untuk memutuskan apa yang harus mereka lakukan. Bukan hak (staf kami) untuk menindak dan memaksakan hukum serta memberlakukan denda, ” imbuhnya.

Ia mengatakan, para petugas di jawatan angkutan umum hanya diinstruksikan untuk menyarankan para wanita yang mengenakan penutup wajah atau cadar untuk membukanya. Tetapi tidak bisa melarang untuk masuk.

harakah id hukum cadar niqab burqa
Gambar: harakahislamiyah.com

Tidak diketahui dengan pasti berapa jumlah wanita di Belanda yang mengenakan burqa, niqab atau cadar. Sebuah penelitian pada tahun 2009 dari profesor di Universitas Amsterdam, Annelies Moors, memperkirakan, sekitar 100 wanita yang mengenakan cadar secara reguler sepanjang hari di manapun ia berada dan tidak lebih dari 400 wanita yang bercadar namun biasa melepasnya di tempat umum.

Belanda adalah negara keenam Uni Eropa yang melarang pemakaian cadar niqab/burqa di gedung-gedung publik. Hal ini seiring dengan populernya partai anti-Islam Freedom Geert Wilders. Sebelumnya, Perancis telah menerapkan aturan serupa pada 2011 setelah presiden saat itu, Nicolas Sarkozy, mengatakan bahwa cadar adalah pakaian yang “tidak diterima”.

Baca Juga: NU Care Jajaki Kerja Sama dengan Lembaga Sosial di Bosnia

 

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...