Beranda Keislaman Hadis Larangan Melakukan Tindak Terorisme dalam Hadis Nabi, Jangan Tebar Ketakutan

Larangan Melakukan Tindak Terorisme dalam Hadis Nabi, Jangan Tebar Ketakutan

Harakah.id – Ada beberapa hadis yang menyebutkan keharaman terorisme seperti hadis yang saya sebutkan di bawah ini.

Terorisme adalah penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan, praktik dan tindakan teror. Perilaku terorisme pada saat ini banyak ditemukan  dalam masyarakat dan ini sangat meresahkan masyarakat.

Ada beberapa hadis yang menyebutkan keharaman terorisme seperti hadis yang saya sebutkan di bawah ini.

Hadis Larangan Bom Bunuh Diri

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَتَوَجَّأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ شَرِبَ سَمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَرَدَّى فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا

Dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah ﷺ  bersabda, “Barang siapa membunuh dirinya dengan sepotong besi, maka dengan besi yang tergenggam di tangannya itulah dia akan menikam perutnya dalam Neraka Jahanam secara terus-terusan dan dia akan dikekalkan di dalam Neraka. Barang siapa membunuh dirinya dengan meminum racun maka dia akan merasai racun itu dalam Neraka Jahanam secara terus-terusan dan dia akan dikekalkan di dalam Neraka tersebut untuk selama-lamanya. Begitu juga, barang siapa membunuh dirinya dengan terjun dari puncak gunung, maka dia akan terjun ke dalam Neraka Jahanam secara terus-terusan untuk membunuh dirinya dan dia akan dikekalkan dalam Neraka tersebut untuk selama-lamanya.” (HR. Muslim)

Hadis Larangan Menebar Ketakutan dan Teror

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ حَدَّثَنَا أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُمْ كَانُوا يَسِيرُونَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَامَ رَجُلٌ مِنْهُمْ فَانْطَلَقَ بَعْضُهُمْ إِلَى حَبْلٍ مَعَهُ فَأَخَذَهُ فَفَزِعَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا

Dari ‘Abdurrahman bin Abu Laila ia berkata, “Para sahabat Muhammad ﷺ menceritakan kepadaku bahwa saat mereka sedang berjalan bersama Nabi ﷺ, salah seorang dari mereka tertidur. Lalu ada sebagian sahabat mengambil dan menarik tali yang ada bersamanya hingga orang yang tertidur itu kaget. Maka Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak halal bagi seorang muslim membuat kaget sesama saudaranya yang muslim (HR. Abu Dawud)

Penulis kitab Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abi Dawud menulis:

قَالَ صَاحِبُ عَوْنِ الْمَعْبُودِ 🙁 فَفَزِعَ ): فِي الْقَامُوس : الْفَزَع الذُّعْر وَالْفَرَق جَمْعه أَفْزَاع مَعَ كَوْنه مَصْدَرًا وَالْفِعْل كَفَرِحَ وَمَنَعَ( لَا يَحِلّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّع مُسْلِمًا ): أَيْ يُخَوِّفهُ .قَالَ الْمَنَاوِيُّ : وَلَوْ هَازِلًا لِمَا فِيهِ مِنْ الْإِيذَاء . وَالْحَدِيث سَكَتَ عَنْهُ الْمُنْذِرِيُّ .

Penulis kitab Aun al-Ma’bud berkata, “Dalam Kamus, kata faza’a (“Ketakutan”) berarti kepanikan dan perpecahan. Bentuk jamak faza’a adalah afza’, berstatus sebagai masdar seperti kata fariha dan mana’a . Al-Manawi berkata: Bahkan jika seseorang bercanda dengan terornya, itu dilarang karena ada unsur menyakiti. (Aunul Mabud, hlm. 5042).

Dari penjelasan hadis  kedua di atas bahwa dilarang bagi seorang muslim menakuti dan menebar teror kepada orang lain. Nabi SAW melarang tindak bunuh diri, seperti dalam kasus bom bunuh diri, yang merupakan terorisme fisik.

Fatwa MUI tentang Terorisme

Berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia No. 3 Tahun 2004 bahwa terorisme itu haram hukumnya. Bom bunuh diri itu juga haram hukumnya.

Nah, dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa terorisme itu diharamkan oleh Nabi SAW. Sudah jelas bahwa aksi terorisme adalah hal yang merugikan bangsa dan negara. Semoga tulisan  “Larangan Melakukan Tindak Terorisme dalam Hadis Nabi, Jangan Tebar Ketakutan” yang saya tulis ini bermanfaat bagi para pembaca.

Artikel “Larangan Melakukan Tindak Terorisme dalam Hadis Nabi, Jangan Tebar Ketakutan” Kiriman dari Muhammad Reza Fadillah, Mahasiswa Prodi Ilmu Hadits  UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...