Beranda Sejarah Lengsernya Turki Utsmani dan Munculnya Mustafa Kemal

Lengsernya Turki Utsmani dan Munculnya Mustafa Kemal

Harakah.idPerjanjian Sevres justru membuat Utsmaniyah mengalami kehancuran dan akhirnya Utsmaniyah dibubarkan tahun 1922. Semenjak itulah, Dewan Tertinggi Nasional di Ankara menjadikan Turki sebagai negara republik.

Turki Utsmani, salah satu kekhalifahan yang kuat tidak kalah dengan kekhalifahan Abbasiyah atau Kekhalifan Umayyah.Wilayah kekuasaannya sangat luas meliputi Semenanjung Arab hingga Asia Selatan dan berkuasa selama hampir 6 abad atau 625 tahun. 

Munculnya Sultan Mehmed II Merebut Konstantinopel 

Turki Utsmani disebut mengalami masa kejayaan pada pemerintahan Sultan Mehmet II, yang dikenal dengan sebutan Al-Fatih atau Sang Penakluk. Disebut Sang Penakluk, karena dimasanya pemerintahan Islam menguasai Konstantinopel. Kota ini pernah dikuasai Konstantin Agung, yang menjadikannya ibukota Kekaisaran Romawi 330 M. Seiring bergulirnya waktu tahun 1453 di bawah Sultan Mehmet II, Konstantinopel dapat dikuasai, dan menjadikannya ibukota Kekaisaran Utsmani dengan nama Istanbul.

Ketika menaklukan Konstantinopel Ia mengumpulkan pasukan sebanyak 250.000 orang.Konon hampir semua pasukan tersebut tidak pernah lepas dari Tahajud dan pasukan ini kemudian dikenal dengan nama pasukan Janissari.Janissari atau pasukan baru yang diberikan seorang ulama Mukmin pada masa kesultanan Orkhan bernama Haji Baktasy. Pasukan Janissari merupakan reguler terdiri para Mujahid dan pemimpin, komandan Romawi serta pengawal sultan Utsmaniyah yang muncul abad ke-14.

Pasukan Sultan Mehmed tersebut merupakan pasukan terlatih dan elit terbaik dunia.Pasukan ini memiliki peran penting dalam penaklukan Konstantinopel. Tentara Janissari berjumlah 250 ribu  diberi latihan tentang beragam strategi perang, nasehat tentang kelebihan jihad,harapan kemenangan dan membaca ayat-ayat al Qur’an, zikir, pujian dan doa kepada Allah SWT

Dibekali persenjataan modern Meriam Orban 

Tidak hanya pasukan elite yang terlatih,mereka dibekali senjata meriam canggih berukuran raksasa yang disebut Meriam Dardanella atau dikenal Meriam Orban.Meriam Orban adalah meriam dari Kekaisaran Ottoman  yang digunakan selama penaklukan kota Konstantinopel tahun 1453 M.Meriam Orban dibuat oleh Orban berasal dari Hongaria.

Panjang meriam Orban 8 meter dengan berat mencapai 16,8 ton dan diameter 750 mm.Daya tempur meriam ini mampu melemparkan peluru bola dari batu dengan diameter 63 cm sampai sejauh 2 kilometer.Sisi lain dari meriam Orban saat dipakai pengepungan kota  Kontantinopel ditarik 60 lembu dan 200 tentara Ottoman.

Butuh waktu lama untuk mengisi ulang amunisi bisa tujuh kali tembakan sehari,akibatnya dalam waktu lama akhirnya dinding benteng kota Bizantium bisa berlubang. Kota Kontantinopel jatuh 29 Mei 1453 melalui gerbang yang tidak dilindungi.

Membangun benteng Rumli Haisar di Selat Bospurus

Pasca membentuk pasukan Janissari Sultan al Fatih selanjutnya membangun benteng Rumli Haisar d ikawasan selat Horus selama 4 bulan. Benteng ini dijadikan sebagai pusat persedian perang untuk menyerang kota Konstantinopel. Setelah berbagai persiapan telah selesai, pasukan Utsmani di bawah Al-Fatih melakukan pengepungan selama 9 bulan.

Pada  tanggal 2 April 1453, Mehmed II menyatakan perang dan menyerang kota itu. Tidak datang  sendiri, Ia bersama gurunya Syekh Aaq Syamsudin ,Halil Pasha dan Zaghanos menyerbu berbagai penjuru kota Konstantinopel, disaat kota ini juga mengalami kekacauan konflik agama. 

Mehmed II tidak kenal pantang menyerah kemudian mengirim surat pada Paleogus apakah  masuk Islam,membayar upeti atau perang?. Paleogus tetap pada pendiriannya memilih  mempertahankan konstantinopel bersama beberapa pangeran.Mereka tersebut di antaranya: Kardinal Isidor, Pangeran Orkan ,Giovani Giustani dari Genoa dan Kaisar kontantius,karena khawatir akan serangan angkatan laut Ottoman di kawasan pantai Tanduk emas.

Berlokasi tepatnya di pintu gerbang pelabuhan ini Paleogus meletakan  rantai yang cukup besar sehingga kapal Turki tidak dapat masuk ke pelabuhan.Tidak hanya itu. Mereka juga  memperbaiki dinding bendung, membuat parit selebar 50-60 meter.Kaisar Konstanius tetap nekad mempertahan Konstantinopel ,maka Sultan al Fatih dengan berbekal senjata modern dan ribuan pasukan terlatih menyerbu Konstantinopel.

Membobol benteng 2 lapis

Kisah penaklukan Konstantinopel berlangsung dramatis yang saat itu,Sultan Al- Fatih dan pasukannya menyerbu Konstantinopel melalui rintangan yang penuh terjal.Kawasan konstantinopel ini dikelilingi benteng setebal 10 M dan parit 7 M membuat benteng sulit ditembus.Lebih tragisnya lagi pasukan artileri harus membobol benteng 2 lapis dari sebelah Barat dan di arah selatan berhadapan dengan pelaut Genoa pimpinan Giustiniani.

Dari arah timur armada laut Ottoman harus masuk ke selat sempit Golden Horn yang sudah dilindungi rantai-rantai berukuran besar.Keadaan tersebut tentu menyulitkan kapal perang ukuran kecil lewat.

Takluk karena lalai menutup gerbang

Kuatnya rantai di selat Tanduk Emas,maka Mehmed II memerintahkan angkatan lautnya untuk mengangkut kapal-kapal mereka melalui darat.Mereka menempatkan kembali di laut yang berada di balik rantai.

Ide Sultan Muhammad melakukannya dengan lebih cerdik lagi. Ia menggandeng 70 kapalnya melintasi Galata ke muara setelah meminyaki batang-batang kayu. Sebanyak 70 kapal laut yang diseberangkan lewat  jalur darat masih ditumbuhi pohon-pohon besar.Menebangi pohon-pohon besar, menyebrangi kapal-kapal dilakukan sangat singkat,tidak sampai satu malam. 

Diserang dari dua sisi,pertahanan Konstantinopel goyah,kelalaian salah seorang prajurit Italia dalam mengunci gerbang di salah satu pos pertahanan,gerbang Kerkoporta,membawa bencana.Peperangan dahsyat pun terjadi akhirnya setelah 11 tahun kerajaan besar jatuh ke tangan kaum Muslim 

Tepat 29 Mei 1453 Masehi

sembari meninggikan suara takbir kalimat Tauhid dan berhasil mengibarkan bendera Daulah Utsmaniyah dipusat kota.Perang menaklukan Konstantinopel yang memakan waktu selama 54 hari mampu dilewati dengan gemilang.

Semenjak itu  Konstantinopel berada diwilayah Utsmaniyah menjadi ibukota,pusat pemerintah kerajaan Utsmani dengan nama baru yakni Istambul,lalu mengalami perubahan menjadi Istanbul. Setelah Konstantinopel diganti menjadi Istanbul, Kekaisaran Utsmani terus mengalami kemajuan yang luarbiasa, hingga mencapai puncak kejayaan.

Zaman keemasan Turki Utsmani di Masa Khlifah Sultan Al-Qanuni 

 Zaman keemasan Turki Utsmani dicapai  pada masa pemerintahan khalifah Sultan Al-Qanuni 1520-1566 M atau sekitar abad ke 16-17. Ia naik tahta menjadi sultan Utsmaniyah ke 10 saat berusia 26 tahun. Saat Sulaiman berkuasa sebagai Sultan Dinasti Utsmaniyah.Tidak sedikit rintangan berat dihadapi saat awal-awal karir sebagai sultan Utsmaniyah yakni pemberontakkan. Salah satunya pemberontakan yang dilakukan gubernur Syam dan akhirnya dapat ditumpas .

Di masa pemerintahannya banyak terjadi pemberontakan. Namun dibalik itu Sulaiman memiliki kreatifitas tinggi, karena ketika itu Sulaiman mampu menyusun sistem undang-undang Utsmaniyah yang inovatif Undang-undang yang diciptakan Sulaiman inilah menghantarkan Utsmaniyah mencapai puncak kejayaan diberbagai bidang kehidupan. Dan kesuksesan ini dampak pengaruh dari pemikiran Aleyander Agung hingga mendorongnya untuk melakukan kampanye militer diwilayah Asia, Afrika maupun Eropa. Kampanye militer yang dilancarkan Sulaiman tidak lain untuk memperluas daerah kekuasaan Dinasti Utsmaniyah dengan cara melakukan serangkaian penaklukkan dibeberapa wilayah Belgrade, Serbia, Laut Merah, Wina, Hongaria dengan armada perang nan tangguh.

Sulaiman dikenal sebagai ahli tata negara,politikus atau legislator ulung,negarawan sejati yang kesemuanya itu dapat dilihat dari sistem pemerintahan yang dikembangkan Sulaiman antara lain mereformasi undang-undang yang inovatif disebut Kanun i Osmani atau undang-undang Utsmaniyah telah diterapkan selama lebih dari tiga ratus tahun.

Menariknya, undang-undang ini banyak memperhatikan tentang undang-undang berkaitan denda atau hukuman juga menyorot perpajakkan dan Sultan Sulaiman 1 pun memainkan peran penting dalam melindungi orang Yahudi di Kekaisairannya membuat Sulaiman dijuluki Sulaiman Al Qunani atau pembela hukum sebagaimana dikatakan sejarawan Lord bahwa Sulaiman adalah legislator yang ulung. Sulaiman 1 memiliki kekuatan tempur terbesar di dunia. Dari sinilah Turki Utsmani mengendalikan sebagian besar wilayah Eropa, Afrika Utara hingga Asia  Barat, dan  dikisahkan,  Sulaiman 1 pemimpin Utsmaniyah yang berkuasa paling lama.

Ajaran Turkisasi hingga Serangan Negara Eropa

Pasca penaklukan Konstantinopel menurut Betty Mauli Rosa Rustam dalam bukunya berjudul: Sejarah Sastra Arab dari Beragam Perspektif,  menyebutkan Turki dipimpin oleh sultan-sultan yang lemah. Pemerintah Turki disebut tidak lagi memperhatikan yang masalah berkaitan dengan Arab  yang menjadi wilayah kekuasaannya. Pemerintah  Turki Ustmani justru asyik menyebarkan  ajaran dan pengaruh  Turkisasi, seperti: bahasa dan tradisi Turki ke penjuru wilayah Turki. 

Entah apa, maksud, tujuan sebenarnya, tetapi ajaran Turkisasi itu. Namun, keadaan ini pula membuat dengan mudah Turki  diserang bangsa lain mulai Perancis, Rusia sampai Inggris membuat kekuasaan di beberapa negeri kekuasaannya melemah dan memisahkan diri. Tidak diketahui secara pasti penyebab Turki tiba-tiba diserang oleh negara dari Eropa! Apakah dampak dari ajaran Turkisasi tersebut, atau penyebab lain.

Sultan Mehmed VI, Sultan Utsmaniyah Terakhir

Tanggal 4 Juli ahun 1918 sampai 1 November 1922 muncul Mehmed Vahideddin atau Mehmed VI sebagai sultan Utsmaniyah yang terakhir. Ia merupakan sultan ke-36 Utsmaniyah berkuasa di tengah kekalahan perang dunia 1. Diketahui, utusan  Mehmed VI pada 10 Agustus 1920 menandatangani Perjanjian Sevres berisi pengakuan atas mandat daerah yang diberikan sekaligus mengakui Hejaz sebagai daerah merdeka. Dari awal Ia berkuasa ingin melanggengkan Dinasti Utsmaniyah dan menentang kekuatan nasionalis dengan langsung  membubarkan parlemen 21 Desember 1918. 

Namun, pasca perjanjian Sevres justru membuat Utsmaniyah mengalami kehancuran dan akhirnya Utsmaniyah dibubarkan tahun 1922. Semenjak itulah, Dewan Tertinggi Nasional di Ankara menjadikan Turki sebagai negara republik. Muhammad VI dilengserkan dan mengangkat saudara sepupunya Abd Al-Majid menduduki jabatan sultan. Berakhirnya kekhalifahan  Utsmani tahun 1924, menandai dimulainya negara Republik Turki dengan Mustafa Kemal sebagai presiden yang digelari Attaturk atau Bapak Turki

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...