Beranda Keislaman Hikmah Lima Nilai Keutamaan Bulan Dzul Hijjah yang Harus Kamu Ketahui!

Lima Nilai Keutamaan Bulan Dzul Hijjah yang Harus Kamu Ketahui!

Harakah.id – Pada dasarnya, semua hari maupun bulan itu sama. Hanya kualitas perbuatan pribadi masing-masing saja yang membedakannya. Akan tetapi, Islam telah menentukan keutamaan suatu bulan sesuai dengan momen yang terdapat di dalamnya. Dalam hal ini termasuk juga dengan bulan Dzul Hijjah.

Melalui pembawa ajarannya, kanjeng Nabi Muhammad Saw telah menyampaikan keutamaan pada bulan Dzul Hijjah, baik berupa sabdanya sendiri maupun firman Allah yang disampaikan melalui malaikatnya. Keutamaan tersebut adalah:

Pertama, Dzul Hijjah bagian dari bulan haram, yaitu bulan suci dan mulia di hadapan Allah, sehingga amal-amal yang dikerjakan pada bulan tersebut dilipatgandakan sebagaimana sabda Nabi:

عَنْ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الزَّمَانُ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ (رواه البخاري)

Diriwayatkan dari Abi Bakrah, dari kanjeng Nabi Saw bersabda: zaman itu telah berputar sesuai garis edarnya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun terdiri dari dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (mulia); 3 di antaranya berturut-turut, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram. Dan (terakhir) Rajab yang berada antara Jumadil (Akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari).

Kedua, Amalan yang dilakukan di bulan Dzul Hijjah tidak akan pernah dikurangi pahalanya. Ini berdasarkan Hadis:

عَنْ أَبِي بكرة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ شَهْرَانِ لَا يَنْقُصَانِ شَهْرَا عِيدٍ رَمَضَانُ وَذُو الْحَجَّةِ (رواه البخاري)

nucare-qurban

Diriwayatkan dari Abi Bakrah, dari Nabi Muhammad Saw bersabda: ada dua bulan yang tidak akan dikurangi (pahalanya ketika dikerjakan pada bulan tersebut). Kedua bulan itu adalah bulan hari raya, yakni Ramadan dan Dzul Hijjah.” (HR. Bukhari).

Ketiga, 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah merupakan waktu yang sangat dicintai Allah. Hal ini sebagaimana sabda Nabi:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ قَالَ: مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِى الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ (رواه الترمذي)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw bersabda: tidak ada hari-hari yang lebih dicintai bagi Allah Swt agar (memperbanyak) beribadah terhadap-Nya pada hari-hari tersebut ketimbang 10 hari Dzul Hijjah, yang (pahala) puasa satu hari dari 10 hari tersebut setara dengan puasa setahun, dan bangun (untuk beribadah) setiap malamnya setara dengan bangun malam pada saat lailatul qadar.” (HR. Tirmidzi).

Keempat, Ibadah-ibadah utama dapat dilakukan secara bersamaan hanya di bulan Dzul Hijjah. Hal ini sebagaimana pendapat Ibn Hajar al-Asqalani yang mengatakan bahwa pada bulan Dzul Hijjah lah ibadah-ibadah utama bisa berkumpul, yaitu shalat, puasa, sedekah, dan haji. Dan itu tidak ditemukan di bulan lain.

Kelima, Bulan Dzul Hijjah mempunyai hari-hari istemewa yang tidak akan ditemukan di bulan lainnya, seperti puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzul Hijjah, puasa Arafah pada tanggal 9 Dzul Hijjah, hari raya Idul Adha, dan ibadah haji dengan segala rukun-rukunnya.

Setidaknya, lima hal di atas merupakan keistemewaan yang dimiliki bulan ini, yang telah dipilih dan dijamin oleh Allah dan Rasul-Nya. Oleh karenanya, hendaknya umat Islam memanfaatkan bulan tersebut untuk mendekatkan diri dengan sang Khaliq dengan meningkatkan kualitas ibadahnya.

REKOMENDASI

Islam Di Mata Barat; Media, Orientalisme dan Entitas Islam yang Termutilasi

Harakah.id - Orientalisme, Barat dan Islam adalah variabel kunci dari artikel yang Said tulis di tahun 1980 ini. Namun tampaknya apa...

Download Naskah Pidato Pengukuhan Dr [HC] KH. Afifuddin Muhajir; Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam...

Harakah.id - Pidato pengukuhan Doctor Honoris Causa KH. Afifuddin Muhajir ini penting untuk mengukuhkan posisi NKRI dalam timbangan syariat Islam.

Lewati 8 Kota di 7 Negara, Ini Rute Perjalanan Imam al-Bukhari Mencari Hadis

Harakah.id – Rute perjalanan Imam al-Bukhari mencari hadis bukan kaleng-kaleng. Delapan kota di tujuh negara dilewati oleh Imam al-Bukhari untuk mencari...

Mengenal Gagasan Ibn Haitsam: Ilmuwan dan Filosof Muslim yang Terlupakan

Harakah.id - Ibn Haitsam mungkin adalah salah seorang ilmuan dan filosof Muslim yang jarang sekali dibicarakan. Popularitasnya kalah dengan ilmuan dan...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Para Ulama dan Habaib yang Berseberangan dengan Habib Rizieq

Harakah.id - Gerakan Habib Rizieq dan FPI-nya mendapat sorotan sejak lama. Para pemimpin Muslim di Indonesia tercatat pernah berseberangan dengannya. Inilah...