Beranda Sajian Utama Lima Pendapat Mengenai Tanggal Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Lima Pendapat Mengenai Tanggal Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Harakah.idTanggal kelahiran Nabi Muhammad sebenarnya masih diperselisihkan oleh para ulama. Dalam kitab-kitab tarikh dan sirah nabawiyah, ada setidaknya lima pendapat mengenai tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW.

- Advertisement -

Memang benar kalau ada perbedaan pendapat di antara para ulama terkait tanggal kelahiran Nabi Muhammad. Dalam literatur kitab tarikh dan sirah dijumpai beberapa pendapat ulama terkait tanggal kelahiran Rasulullah. Kalau boleh disimpulkan, ada setidaknya lima pendapat mengenai tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW;

Pendapat Pertama, Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal. Pendapat ini disampaikan oleh Imam Ibnu Ishaq dan ulama lainnya, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Rajab dalam kitabnya Lathaiful Ma’arif. Pendapat ini kemudian menjadi pendapat yang masyhur dan diacu oleh banyak ulama termasuk kaum Muslimin.

Pendapat Kedua, Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 2 Rabiul Awal. Pendapat ini disampaikan oleh Imam Abdul Barr dalam kitab Al-Isti’ab.

Pendapat Ketiga, Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 8 Rabiul Awal. Pendapat ini disampaikan oleh Imam al-Humaidi dari Imam Ibnu Hazm. Pendapat ini juga diriwayatkan oleh Imam Malik, Aqil, Yunus bin Yazid dan ulama lainnya dari Imam az-Zuhri dari Jubair bin Muth’im.

Pendapat Keempat, Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 10 Rabiul Awal. Pendapat ini dinukil oleh Ibnu Dihyah dan diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir dari Abu Ja’far Al-Baqir.

Sedangkan Pendapat Kelima mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 9 Rabiul Awal bertepatan dengan 20 April 571 M.

Dari lima pendapat ini bisa sama-sama kita lihat bahwa titik perbedaan yang muncul di antara para ulama terletak pada tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW. Adapun terkait hari dan bulan kelahiran Nabi, para ulama sepakat bahwa beliau lahir pada hari Senin Bulan Rabiul Awal. Hal ini karena Nabi Saw pernah mengatakan sendiri bahwa beliau dilahirkan pada hari Senin.

Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Qatadah Al-Anshari, dia bercerita bahwa suatu saat Nabi Saw ditanya mengenai puasa hari Senin. Kemudian beliau menjawab;

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَيَوْمٌ بُعِثْتُ – أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

“Hari tersebut (Senin) adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.”

Perbedaan tanggal yang muncul di kalangan para ulama adalah hal yang lumrah. Ini disebabkan, karena penanggalan Tahun Hijriyah baru dimulai jauh setelah Nabi lahir, tepatnya ketika Nabi dan para Sahabat hijrah ke Madinah. Maka untuk menghitung mundur perkiraan tanggal kelahiran Nabi dengan acuan waktu yang dirumuskan jauh setelah peristiwanya terjadi, sangat mungkin akan muncul banyak perbedaan penghitungan.

Maka tradisi Maulid Nabi, khususnya di Indonesia, tidak terpaku pada tanggal, tapi pada bulan. Orang bisa saja menyelenggarakan Maulid di tanggal 12 Rabiul Awwal, 10 Rabiul Awwal, 8 Rabiul Awwal atau bahkan minggu-minggu terakhir Rabiul Awwal.

REKOMENDASI

Di Bulan Ramadan, Bekerja Untuk Menafkahi Keluarga Tetap Lebih Baik Daripada I’tikaf Di Masjid

Harakah.id – I'tikaf di masjid memang menjadi opsi ibadah yang dianjurkan dilakukan di Bulan Ramadan. Tapi, yang harus jadi catatan, bekerja...

Pas Sahur, Masih Bolehkah Kita Makan dan Minum Ketika Imsak Sudah Diumumkan? Ini Penjelasan...

Harakah.id - Ketika Imsak sudah diumumkan, mungkin sebagian dari kita masih bertanya; masih bolehkah kita menelan makanan dan menyeruput minuman? Apa...

Orang Mulia Meninggal Di Bulan Mulia, Ini Daftar Ulama-Ulama Nusantara yang Wafat di Bulan...

Harakah.id - Wafat di Bulan Ramadan konon merupakan keberkahan tersendiri bagi seseorang. Meninggalkan dunia di waktu mulia adalah satu tanda kemuliaan...

Larangan Berpuasa di Hari Syak, Hari Meragukan Apakah Ramadan Sudah Masuk Atau Belum

Harakah.id - Berpuasa di hari syak adalah praktik berpuasa yang dilarang oleh Islam. Hal itu dikarenakan, hari syak adalah hari yang...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...