Lima Tahap Orang Jadi Teroris dan Terpapar Radikalisme

0
25
Lima Tahap Orang Jadi Teroris dan Terpapar Radikalisme

Harakah.idTahap-Tahap orang jadi teroris dan terpapar masuk ke lubang radikalisme, menurut Fathali, ada lima. Kelima hal ini penting bukan hanya sebagai pedoman untuk merespons fenomena terorisme, tapi juga menjadi rambu untuk melakukan pencegahan-pencegahan lebih dini.

Teroris tidak muncul secara tiba-tiba. Paling tidak ada lima fase dan tahap orang jadi teroris, terlibat dalam aksi langsung atau tidak dalam tindak terorisme berikut masuk dalam lubang paparan paham radikalisme. Dalam riset yang dilakukan Fathali Mogaddham dalam “Religion and Staircase to Terrorism”, lima tahap orang jadi teroris adalah sebagai berikut;

Pertama, Krisis identitas!

Individu mengalami krisis identitas karena tekanan struktural. Dia merasa punya kemampuan dan aspirasi namun tidak mendapatkan penyaluran yang semestinya. Individu merasa negara telah gagal mewujudkan fungsi menyejahterakan dan menyerap aspirasi rakyat. Individu merasa perlu adanya sistem alternatif pengganti sistem sosial politik yang dinilai gagal. Identitas kolektif yang dipeganginya mulai dipertanyakan. 

Kedua, Mencari Identitas yang Baru.

Individu berupaya mencari ide-ide lain yang dapat berguna baginya. Di sini kelompok radikal mulai menawarkan ide-ide alternatif, dan bahkan sistem alternatif. Individu tertarik lebih mendalami sesuatu dengan tujuan untuk mengubah situasi. 

Ketiga, Internalisasi dan Masuknya Nilai-Paham Radikal

Perkenalan dengan ideologi radikal yang menawarkan solusi bagi kondisi sosial politik berlanjut pada upaya mempelajari ide-ide, nilai-nilai, dan strategi perjuangan kelompok radikal. Individu merasa sebagai bagian dari kelompok radikal. Tahap ini ditandai dengan munculnya pandangan yang memisahkan antara kelompoknya (“kita”) dan kelompok luar (“mereka”). Kelompok luar adalah bagian dari setan, jahat, dan manipulatif.

Keempat, Militerisasi!

Internalisasi berlanjut pada tahap penguatan kemampuan untuk mewujudkan cita-cita dengan segala cara. Termasuk penguatan kemampuan kemiliteran. Dengan slogan ‘jihad’, istilah paling heroik dalam tradisi Islam, seorang individu mengikuti latihan-latihan militer. 

Latihan-latihan militer yang dikembangkan oleh kelompok jihadis-teroris tidak kalah canggih dengan latihan dan wawasan militer dalam angkatan bersenjata resmi milik negara. Mereka punya pasokan senjata, taktik militer dan jaringan informan yang luar biasa. Melalui cara-cara militeristik ini, kelompok teroris mampu mewujudkan agenda-agendanya.

Kelima, Kekerasan.

Berbekal kemampuan kemiliteran, pada tahap paling ekstrim, seorang individu akan melakukan serangan teror kepada pihak yang dianggap musuh. Di sinilah puncak proses radikalisasi.

Jadi itulah kelima tahap orang jadi teroris dan radikalis. Untuk melakukan pencegahan dan respons cepat terhadap fenomena tersebut, agenda-agenda sosial-keagamaan yang massif, sistematis dan terstruktur harus segera dilakukan serta diorientasikan untuk mengentaskan kelima problem yang menjadi lima titik tahap orang menjadi teroris tersebut.