Beranda Gerakan Lobi Politik AS di Timur Tengah, Setelah UEA, Kini Bahrain Menormalisasi Hubungan...

Lobi Politik AS di Timur Tengah, Setelah UEA, Kini Bahrain Menormalisasi Hubungan Diplomatik Dengan Israel

Harakah.id – Lobi politik AS di Timur Tengah berlanjut. Setelah berhasil menyakinkan Uni Emirat Arab (UAE) menormalisasi hubungan diplomatiknya dengan Israel, kini Bahrain menyusul langkah yang sama. Bahrain menambah daftar nama-nama negara Arab yang melakukan kesepakatan damai dengan Israel.

Setelah Uni Emirat Arab (UEA) menormalisasi dengan Israel. Kini Bahrain mengikuti jejak UEA membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Situasi tersebut menambah daftar negara-negara Arab yang melakukan kesepakatan damai dengan Israel. 

Baca Juga: Perubahan Geopolitik Timur Tengah Pasca Normalisasi UEA-Israel

Normalisasi hubungan diplomatik Bahrain-Israel adalah buah kesuksesan dari upaya lobi politik AS di Timur Tengah. Melalui presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan damai telah dilakukan antara Bahrain dan Israel. 

Upaya tersebut semakin menunjukkan kesuksesan lobi politik AS di Timur Tengah dalam rangka memediasi negara-negara Arab untuk menormalisasi dengan Israel. Kondisi ini membuat Trump “membusungkan dada” dan menjadi pahlawan atas normalisasi tersebut. Usaha mediasi dalam mengupayakan normalisasi Israel dengan negara-negara Arab akhirnya sukses. 

Bahrain sepakat akan menandatangani kesepakatan damai di Gedung Putih, 15 September mendatang. Di hari itu juga, Uni Emirat Arab akan menghadiri upacara serupa untuk meresmikan kesepakatan damai dengan Israel yang sudah tercapai sejak 13 Agustus lalu.

Atas kesepakatan yang dimediasi oleh AS tersebut, Israel berjanji menghentikan pencaplokan di wilayah Tepi Barat. Kesepakatan damai tersebut merupakan momen bersejarah, karena selama ini negara-negara Timur Tengah yang tergabung dalam Liga Arab menolak hubungan diplomatik dengan Israel demi membela Palestina.

Normalisasi Bahrain-Israel dan Geopolitik Timur Tengah

Normalisasi hubungan diplomatik bagi suatu negara sangat menentukan arah dan kepentingan negara tersebut. Kepentingan politik dan ekonomi menjadi faktor penting mengapa hubungan diplomatik harus dilakukan.

Pengumuman normalisasi Bahrain dan Israel sendiri telah mengejutkan banyak pihak. Donald Trump melalui akun Twitter miliknya menyatakan bahwa ia telah melakukan pembicaraan dengan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. 

D idalam pernyataan bersama tersebut, ketiganya mengatakan bahwa pembukaan dialog langsung bagi hubungan antar kedua negara. Selain itu, keduanya sepakat demi upaya memajukan perekonomian serta melanjutkan transformasi positif Timur Tengah. Normalisasi Bahrain dan Israel juga ingin meningkatkan stabilitas keamanan, situasi politik, ekonomi dan kemakmuran di kawasan.

Baca Juga: Catatan Manuver Politik Saudi: Ketika Iran-Saudi Berebut Pengaruh Di Kawasan [14]

Israel semakin melejit dan menjadi kuat atas kesepakatan damai dengan Bahrain. Pasalnya, Israel mendapatkan kawan baru di kawasan. Kini Israel telah mengantongi empat negara yang telah membuka hubungan diplomatiknya, yakni Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain.

Peta percaturan geopolitik Timur Tengah pun semakin berubah. Semakin banyak negara-negara Arab mau menormalisasi dengan Israel. Aliansi baru kawasan, Israel, Mesir, Yordania, UEA, dan Bahrain adalah poros baru yang bakal menjadi musuh dan ancaman bagi poros Turki dan Iran. 

Lalu, bagaimana keputusan negara-negara Arab lain? Apakah mereka tetap memutuskan menolak normalisasi dengan Israel atau menerimanya? Kita tengah menunggu bagaimana perjalanan panjang dinamika geopolitik Timur Tengah bertransformasi.

Negara Arab: Pro Palestina atau Israel?  

Keputusan Bahrain untuk menormalisasi dengan Israel adalah kebijakan krusial. Apalagi, pasca dilaksanakannya pertemuan Liga Arab kemarin, (9/9), yakni membahas terkait normalisasi hubungan UEA-Israel. Bahrain malah mengikuti jejak UEA untuk damai dengan Israel.

Dari kesepakatan damai Bahrain dan Israel. Kita dapat mengambil analisa sederhana bahwa negara mana saja yang pro Palestina dan kontra dengan Israel, atau sebaliknya. Kondisi demikian juga membuat Palestina merasa “dibohongi” oleh negara-negara Arab. 

Meski dalam pertemuan Liga Arab dinyatakan bahwa negara-negara Arab akan selalu dan terus mendukung Palestina. Tetapi, hal ini tidak sesuai kesepakatan bersama. Prakarsa Damai 2002 yang diinisiasi oleh Arab Saudi hanya menjadi kesepakatan semu dan sia-sia.

Dalam kesepakatan antara Bahrain dan Israel juga menyikapi persoalan aneksasi Tepi Barat. Bahrain mengambil keputusan membuka hubungan diplomatik dengan Israel karena pihak Israel akan menghentikan upaya aneksasi tersebut. 

Baca Juga: Catatan Manuver Politik Saudi: Jejak Kudeta di Yaman, Libya, Hingga Suriah [2]

Kita lihat saja perkembangan pasca normalisasi hubungan diplomatik ini. Apakah Israel tetap menghentikan aneksasi Tepi Barat atau malah melanjutkannya? 

Masyarakat dunia juga tengah menanti kebenaran dan komitmen Israel atas kesepakatan tersebut. Jika Israel tetap melakukan aneksasi, maka upaya tersebut akan selalu dikenang dan diingat oleh dunia bahwa Israel adalah negara pendusta dan penjarah hak negara Palestina. 

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...