Beranda Keislaman Muamalah Macam-Macam Zakat yang Harus Kita Bayar Ketika Memenuhi Syarat

Macam-Macam Zakat yang Harus Kita Bayar Ketika Memenuhi Syarat

Harakah.id – Macam-macam zakat ini wajib kita bayar jika telah memenuhi syarat. Secara garis besar, ada dua macam zakat, yaitu zakat fitrah dan zakat mal  atau zakat harta.

Zakat merupakan rukun Islam yang keempat. Membayar zakat adalah wajib bagi setiap umat Islam. Dalam Al-Qur’an, ada banyak ayat yang menunjukkan perintah menunaikan zakat. Salah satunya dalm QS. al-Baqarah: 43.

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ

“Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat. [QS. Al-Baqarah: 43]

Banyaknya pengulangan perintah yang sama dalam Al-Qur’an menunjukkan semakin penting amalan tersebut untuk dilakukan. Hal ini berlaku bagi perintah membayar zakat. Ketika kita meninggalkannya, maka sangat pedih balasannya. Seperti yang disebutkan dalam hadis,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَيْهِ يَعْنِي شِدْقَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ ثُمَّ تَلَا {لَا يَحْسِبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ} الْآيَةَ.

“Dari Abu Hurairah Ra., yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, ‘barangsiapa yang diberi harta oleh Allah, lalu ia tidak menunaikan zakatnya, maka hartanya akan diubah pada hari kiamat seperti seekor ular berkepala putih (karena banyak racunnya) serta memiliki dua titik hitam di atas matanya atau dua taring, memangsa dengan kedua tulang rahangnya pada hari kiamat, lalu mengatakan, akulah harta simpananmu, akulah harta simpananmu.

Baca Juga: Perbedaan Zakat, Infak dan Sedekah yang Sering Disalahpahami

Itulah balasan bagi orang yang lalai akan kewajiban zakatnya. Oleh karena itu, menjadi suatu kewajiban bagi kita mengetahui dan memahami hal-hal yang berkenaan dengan zakat serta macam-macamnya.

Secara umum zakat terbagi menjadi dua, yaitu zakat fitrah dan zakat mal  atau zakat harta. Adapun zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan atas jiwa seorang Muslim setiap tahun sekali. Zakat fitrah ini wajib dikeluarkan bagi setiap orang Islam yang masih mendapati terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadan.

Jadi, ketika ada seseorang yang meninggal sebelum terbenamnya matahari pada hari akhir bulan Ramadhan maka tidak ada kewajiban membayar zakat bagi keluarganya. Kalau meninggalnya setelah terbenamnya matahari, maka wajib bagi keluarganya membayarkan zakat orang tersebut.

Begitu pun seorang bayi yang lahir sebelum terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadhan wajib dibayarkan zakatnya. Sedangkan bayi yang lahir setelah terbenamnya matahari maka tidak dibayarkan zakatnya karena tidak mendapati terbenamnya matahari. Selain itu, syarat diwajibkannya zakat fitrah yaitu bagi seseorang yang mempunyai kelebihan harta untuk makan dirinya dan keluarganya pada hari itu.

Baca Juga: Kapan Seseorang Wajib Menzakati Hartanya?

Selanjutnya zakat mal (harta) yaitu zakat yang dikeluarkan atas barang-barang yang kita miliki. Dalam matan kitab Matan Taqrib, disebutkan ada lima macam harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Yaitu, hewan ternak (Al-Mawasyi), barang tambang (Al-Astman), hasil pertanian (Az-Zuru’), buah-buahan (AlItsmar) dan barang dagangan (‘Urudh al-Tijarah). Ulama menambahkan bahwa barang temuan, profesi atau gaji juga termasuk dalam zakat mal. Zakat mal ini dikeluarkan apabila benda tersebut telah mencapai satu nisab dan haul. Adapun nisab dari setiap benda atau barang itu berbeda-beda. Seperti yang disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad Saw.,

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ أَوَاقٍ صَدَقَةٌ وَلَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ ذَوْدٍ صَدَقَةٌ وَلَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ أَوْسُقٍ صَدَقَة

“Nabi Muhammad Saw bersabda, “hasil bumi yang kurang dari lima wasaq (gantang) tidak diwajibkan zakat, unta yang kurang dari lima ekor tidak diwajibkan zakat, perak yang kurang dari lima uqiyah (satu uqiyah sama dengan empat puluh dirham perak) tidak diwajibkan zakat”. (HR. Al-Bukhari) Adapun ketentuan lainnya ialah haul, yakni sudah dalam satu tahun. Maka ketika barang tersebut sudah mencapai nisab namun belum ada satu haul, maka belum diwajibkan zakatnya.

Baca Juga: Apa Yang Dimaksud Dengan Zakat Maal? Begini Penjelasan Mudahnya

REKOMENDASI

Surah Yang Dianjurkan dan Disunnahkan Dibaca Dalam Pelaksanaan Salat Idul Fitri

Harakah.id - Dalam pelaksanaan salat idul fitri, ada surah-surah yang sunnah dan dianjurkan untuk dibaca. Surah apa saja? Simak artikel di...

Mendamaikan [Kembali] Hisab dan Rukyat, Dua Metode Penentuan Awal-Akhir Bulan Dalam Penanggalan Hijriyah

Harakah.id - Hisab dan Rukyat adalah dua metode yang masyhur digunakan untuk menentukan awal dan akhir dalam penanggalan Hijriyah. Termasuk dalam...

Secercah Kisah Imam al-Bukhari dan Bapaknya; Catatan Singkat Sorogan Buku “Commentary of Forty Hadiths...

Harakah.id - Imam al-Bukhari adalah salah satu ulama yang kontribusinya tidak lagi bisa kita pertanyakan. Kitabnya, Sahih al-Bukhari, adalah kitab sahih...

Apakah Boleh Membayar Zakat Fitrah Menggunakan Uang Pinjaman Dari Rentenir?

Harakah.id - Apakah boleh membayar zakat dengan uang pinjaman dari rentenir, maka sebenarnya tak perlu ditanyakan, karena dia bukan tergolong orang...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...