Beranda Sejarah Majalah Al-Imam Bicara Tentang Kebesaran Kekhalifahan Turki Usmani

Majalah Al-Imam Bicara Tentang Kebesaran Kekhalifahan Turki Usmani [3 habis]

Harakah.id Masalah khilafah juga menjadi bagian lain dari Al-Imam. Sejak awal keberadaannya Al-Imam memberi ruang terhadap berita-berita tentang khilafah. Berita yang diangkat di Al-Imam terkait masalah tersebut yaitu : kongres agama yang diadakan di Tokyo.

Masalah khilafah juga menjadi bagian lain dari Al-Imam. Sejak awal keberadaannya Al-Imam memberi ruang terhadap berita-berita tentang khilafah. Berita yang diangkat di Al-Imam terkait masalah tersebut yaitu : kongres agama yang diadakan di Tokyo.

Masalah khilafah lainnya yang ditulis Al-Imam yaitu : prestasi Sultan Abdul Hamid saat memimpin Turki. Kemampuan angkatan perang Turki dari persenjataan, kecepatan kapal hingga keahlian yang dimiliki angkatan militer.

Kekuatan angkatan perang militer yang dimiliki Turki menurut Al-Imam perlu ditingkatkan, karena Turki Utsmani dikelilingi banyak musuh. Modernisasi tentara inilah kata Al-Imam Turki Utsmani akan dapat sejajar dengan kekuatan-kekuatan Eropa lainnya.

Pendidikan 

Masalah pendidikan tidak luput dari perhatian Al-Imam. Pendidikan berkualitas menurut Al-Imam perlu adanya perumusan suatu sistem pendidikan secara ideal .

Perumusan sistem pendidikan ini tidak hanya untuk Islam yang murni, melainkan juga untuk pengetahuan modern yang sekuler. Dalam hal ini sistem pendidikan agama penting diperbaharui dari bahasa Arab, bahasa Inggris hingga pelajaran umum diajarkan .

Tidak hanya masalah sistem pendidikan yang mendapat perhatian Al-Imam. Sejumlah masalah pendidikan  lain  menurut Al-Imam juga perlu mendapat perhatian mulai dari tipe-tipe pendidikan hingga keuntungan pendidikan .

Al-Imam ingin menciptakan pendidikan berkualitas, maka dari  itu Al-Imam  tidak hanya tertarik pada gagasan.Tetapi juga pendirian lembaga-lembaga yang membantu penyebaran gagasan-gagasan tersebut.

Lembaga pendidikan Madrasah Al-Iqbal Al-Islamiyah yang didirikan oleh Syekh Taher Djalalaluddin di Singapura tahun 1908. Lembaga ini  satu yang  terpenting pendiriannya dibantu oleh Al-Imam.

Sekolah Madrasah Al-Iqbal Al-Islamiyah dalam perkembangannya dikelola oleh Utsman Effendi Raffat Madrasah Al-Iqbal Al-Islamiyah juga banyak mengadopsi dan meminjam modernisasi dari Mesir dan Barat. Madrasah Al-Iqbal Al-Islamiyah menjadi pelopor bagi madrasah lain di kawasan Semenanjung Melayu-Indonesia .

Dari tulisan yang dibahas di atas terlihat jelas Al-Imam  diilhami dan mengikuti model dari isi Al-Manar karya Muhammad Rashid Ridha dan Muhammad Abduh. Kedua tokoh ini terkenal sebagai pembaharu Islam dari Mesir yang ide-ide pembaharuannya ditiru secara total.

Tulisan-tulisan di majalah Al-Imam memiliki persamaan dengan jurnal Al-Manar. Persamaan dengan Al-Manar inilah ada sebagian orang  yang menyebut Al-Imam paralel dengan Al-Manar. Atau dengan kata lain Al-Imam menyerupai Al-Manar.

Pengaruh Al-Imam di dunia Melayu-Indonesia 

Sejak Al-Imam terbit edisi perdana jumlah pelanggannya sedikit, meski demikian majalah ini sampai ke tangan para ulama. Mereka yang mengajar di madrasah model baru atau sekolah modern baru.

Al-Imam bagi mereka sumber terpercaya untuk mengetahui masalah kontroversial yang berkembang saat itu. Masalah kontroversial tersebut mulai bayaran bagi imam yang telah mensholatkan jenazah, pemakaian pakaian Eropa hingga masalah bunga bank.

Catatan penting dari Al-Imam yang penting diketahui yaitu Al-Imam memiliki wakil di sebagian besar wilayah Melayu yang meliputi Johor, Perak dan Pahang. Selain itu pembaca Al-Imam terbanyak berasal dari Sumatera.

Hal ini tidak bisa dipungkiri mengingat Syekh Taher Djalalaluddin, pendiri Al-Imam berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Syekh Taher mengirimkan beberapa kopi Al-Imam kepada teman-teman dan orang-orang Minangkabau.

Pengaruhnya terhadap pembaharuan, pemikiran luarbiasa di daerah Minangkabau, bahkan mendorong langsung pendirian jurnal yang sama yaitu jurnal Al-Munir tahun 1911.

Al-Imam bagi kaum muslimin Minangkabau sumber kebanggaan, sebab Ia didirikan oleh salah satu ulama Minangkabau.Tidak salah bila kemudian ada hubungan korespondensi yang intents antara ulama Minangkabau dan Syekh Taher.

Di wilayah Minangkabau juga banyak dijumpai agen, pelanggan hingga korespondensi.

Majalah Al-Imam begitu melekat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau dan ketika Al-Imam memutuskan  berhenti terbit banyak masyarakat di wilayah ini meratapinya. Dari sinilah kemudian mendorong munculnya kebutuhan yang mendesak untuk menerbitkan jurnal sendiri, yaitu Al-Munir  

Pengaruh Al-Imam tidak terbatas munculnya Al-Munir, tetapi dilihat jelas dalam bidang  pendidikan dengan mendirikan madrasah baru. Madrasah baru tersebut dikenal Madrasah Jembatan besi didirikan oleh Abdullah Ahmad, namun seiring bergulirnya waktu diganti menjadi sekolah Islam modern Adabiyah.

Majalah Al-Imam berhenti Terbit

Perjalanan sejarah selanjutnya gegap gempita majalah Al-Imam seiring bergulirnya waktu tak berlangsung lama.Al-Imam menurut Hamka dalam buku Ayahku mulanya penerbitan majalah Imam seluruhnya atas belanja Syekh Al-Kalaliy dengan modal 20 ribu ringgit untuk penerbitan majalah ini.

Namun banyak persaingan dengan surat kabar lainnya hingga permulaan tahun 1909 M Majalah Al-Imam memutuskan berhenti terbit. Syekh Muhammad bin Agil berusaha mencari modal ke Mesir untuk  meneruskan penerbitan Al-Imam tetapi tidak  juga membuahkan hasil membuat Al-Imam tidak bisa terbit kembali.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...