fbpx
Beranda Gerakan Majalah Al-Manar Karya Muhammad Abduh dan Pengaruhnya Bagi Wacana Keislaman di Indonesia

Majalah Al-Manar Karya Muhammad Abduh dan Pengaruhnya Bagi Wacana Keislaman di Indonesia

Harakah.id – Jurnal Al-Manar tak bisa dipandang sebelah mata dalam berperan besar dan berpengaruh dalam gerakan pembaharuan Islam di Indonesia. Jurnal Al-Manar diterbitkan oleh Muhammad Abduh dan Muhammad Rasyid Ridha pada tahun 1898 di Kairo dalam bentuk majalah.

Majalah Al-Manar terbit terpengaruhi oleh majalah termuka Al-Urwatul Wusqa karya Muhammad Abduh dan Al-Afghani guru utamanya hingga kemudian Rasyid Ridha menerbitkan majalah sendiri bernama Majalah Al-Manar (tempat cahaya). Majalah Al-Manar terbit setiap mingguan kemudian menjadi bulanan sampai akhirnya berhenti terbit tahun 1935.

Sebelum gerakan pembaharuan Islam masuk ke Indonesia kondisi umat Islam di Indonesia masih sangat sederhana. Pemahaman mereka terhadap Islam belum dapat mampu mengubah kehidupan lebih baik.Sikretisme telah terjadi pada masyarakat  akibat ajaran Hindu-Budha telah kuat membudaya .

Dari sinilah terjadi pula akulturasi budaya yang terkadang sulit untuk membedakan ajaran Islam dengan ajaran bukan Islam.Banyak penduduk yang mengaku beragama Islam,tetapi batinnya masih melekat paham kepercayaan nenek moyang.Mereka masih melakukan pemujaan arwah nenek moyang dengan sesaji,kepercayaan terhadap roh alus hingga kegiatan upacara selamatan tetap berlangsung terus sampai sekarang.

Baca Juga: Mengenal Majalah Al-Imam, Media Propaganda Islam Modernis Pertama di Asia Tenggara [1]

Kondisi tersebut membuat umat Islam mengalami krisis yang makin lama semakin mengkhawatirkan .Hal ini terjadi kebiasaan dan watak masyarakat Jawa akan kelestarian budaya yang sulit diubah.Penyebaran ajaran Islam yang dilakukan para ulama belum sempurna ,karena tidak mencapai target aqidah dan syariah membuat Islam tercampur budaya Jawa.

Selain penyebaran ajaran Islam belum sempurna, masalah lain menjadi penyebab terjadi akulturasi budaya kuat dikalangan masyarakat Jawa adalah sistem pendidikan dan pengajaran Islam masih sederhana.Diketahui sistem pendidikan di pesantren hanya bersifat taqlid pada buku-buku kuno. Dampaknya proses islamisasi pun kurang efektif dan membuat umat Islam pemahaman terhadap ajaran Islam menjadi kurang.

Keadaan ini berlangsung  selama ratusan tahun lamanya,baru kemudian timbul pembaharuan Islam di Indonesia.Pembaharuan Islam tahap pertama terjadi melalui gerakan Paderi .Gerakan Paderi dipelopori oleh H Sumanik,H Piobang dan H Miskin sepulang dari Mekah  yang menganut paham Wahabi bersifat radikal

Keberadaan jurnal al-Manar memberi pengaruh luar biasa bagi gerakan pembaharuan Islam di dunia termasuk Indonesia.Gerakan pembaharuan Islam di Mesir mendorong para ulama belajar ilmu pengetahuan Islam ke kota itu  selanjutnya  mengembangkan pembaharuan sekembalinya  ke tanah air.

Baca Juga: Muhammad Abduh, dari Malas Menghafal Sampai Bikin Gerakan Pembaharuan Islam di Mesir

Pembaharuan tahap kedua pada  permulaan abad kedua puluh yang  awalnya dibawa seorang ulama Minangkabau bernama Syekh Taher Djalalaluddin menuntut ilmu di Universitas al-Azhar.Ketika itu sempat bertemu dengan Muhammad Rashid Ridha yang pernah menjadi murid Muhammad Abduh penulis jurnal al-Manar.

Al-Manar memberi pengaruh dan inspirasi bagi Syekh Taher untuk menyalurkan ide  Muhammad Abduh melalui jurnal Al-Imam berbahasa Melayu yang terbit di Singapura.Majalah tersebut sampai juga ke tangan para ulama dan cukup berpengaruh hingga mendorong mereka menerbitkan majalah Al-Munir yang isinya memuat ide-ide terdapat dalam Al-Manar.

Dari artikel-artikelnya yang dimuat dalam Majalah Al-Manar dan merangsang penerbitan jurnal semangat yang sama di wilayah Indonesia. Majalah Al-Manar pengaruhnya luarbiasa hingga akhirnya dengan sejumlah cara majalah ini kemudian bisa beredar ke wilayah kepulauan Melayu- Indonesia

Majalah Al-Manar perkembangannya begitu luar biasa sampai-sampai Belanda mencegahnya masuk wilayah Indonesia.Pada kenyataannya  majalah Al-Manar akhirnya masuk juga  ke wilayah Kepulauan Melayu -Indonesia melalui sejumlah cara.

Penyeludupan salah satu cara Al-Manar sampai ke wilayah ini  secara diam-diam lewat pelabuhan yang tidak mendapat pengawasan ketat dari Dinas Imigrasi Belanda seperti: Pelabuhan Tuban di Jawa Tengah.Di pelabuhan ini pihak Belanda tidak melakukan sensor terhadap pengiriman Al-Manar kepada Ahmad Syurkati,pendiri gerakan Al-Irsyad di Indonesia.

Cara lain Majalah Al-Manar masuk ke wilayah Indonesia melalui para haji yang kembali ke Indonesia .Setelah menuaikan ibadah haji di Mekah dan Madinah yang menjadi tempat peredaran jurnal tersebut secara besar-besaran.

Pada abad ke-16, umat Islam di Indonesia telah banyak menuaikan ibadah haji di Mekah,Madinah dan saat itu secara langsung maupun tidak langsung banyak terjadi penyebaran gagasan, literatur dari Timur Tengah yang dibawa jamaah Haji ke wilayah Indonesia

Hal ini membuat Snouck Horgronje penasehat utama pemerintah Belanda mengusulkan pada Belanda agar membayar seorang pengawas khusus bagi para haji yang baru kembali ke tanah air. Mahasiswa yang belajar di wilayah Mekah dan Madinah kian meningkat setiap tahun saat itu. Dari jumlah mahasiswa yang tinggi tersebut disinyalir dan diduga kuat majalah Al Manar tersebar sampai ke wilayah Indonesia dibawa oleh para mahasiswa yang baru pulang dari Mekah.

Majalah Al-Manar tersebar sampai wilayah Indonesia diduga kuat melalui agen-agen yang ditunjuk resmi tersebar di penjuru wilayah asia menjadi cara keempat peredaran  Al-Manar Majalah ini tidak tersebar di wilayah Hindia Timur Belanda, kawasan selatan Malaka melainkan juga tersebar sampai wilayah Malaysia

Jurnal Al-Manar juga memainkan peranan penting dalam menyebarkan ide-ide kaum pembaharu di wilayah Kelantan, seperti Haji Muhammad Yussuf hingga Haji Abdul Samad. Jurnal Al-Manar juga memengaruhi, mengilhami penulis tertentu untuk menulis novel-novel yang berisi ide-ide kaum pembaharu seperti Syaikh al Hadi menulis novel berjudul Farida Hanum yang mengambil setting kota Kairo tahun 1804.

Baca Juga: Dari Sarung Mandar Mbah Wahab Chasbullah, Soekarno Mengaji Ilmu Geo-Politik Global dan Anti-Kolonialisme Budaya

Novel lain yang ditulis juga dengan mengambil setting pembaharuan Islam berjudul Hikayat Percintaan Kasih Kemudaan ditulis oleh Ahmad Kotor tahun 1891 sebagai penyokong gagasan kaum pembaharu Islam. Jurnal Al-Manar bukan saja mengilhami seseorang untuk menulis novel ,melainkan juga memberi inspirasi tokoh Islam di Indonesia dengan semangat yang sama salah satunya Ahmad Sokarti.

Ahmad Sokarti, murid Al-Azhar yang dulu sempat mengajar bahasa Arab pada Jamiatul Khair adalah penganut paham Muhammad Abduh.Ia terinspirasi isi Al Manar setelah melihat kondisi umat Islam di Indonesia yang menyedihkan kemudian terdorong memperbaiki dengan menyebarkan ide Abduh melalui organisasi Al-Irsyad.

Tokoh Islam Indonesia lainnya yang terinspirasi isi Al-Manar adalah Ahmad Dahlan. Ahmad Dahlan adalah murid A Hassan yang sempat bertemu dengan Rasyid Ridha. Saat bertemu Rasyid Ridha, Ahmad Dahlan bertukar pikiran dengannya dan berlangganan Jurnal Al-Manar. Sejak bertemu Rasyid Ridha dan berlangganan jurnal al Manar  akhirnya Ahmad Dahlan kemudian mendirikan organisasi Muhammadiyah setelah membaca Jurnal Al-Manar yang berisi semangat kebangkitan umat.

Tokoh lain yang juga terinspirasi dari semangat al Manar adalah A Hassan. A Hassan adalah tokoh Islam keturunan India telah mendapat ilham untuk mengadakan pembaharuan.Ia sering membaca al Manar tahun 1907 melalui saudara ipar yang berlangganan majalah tersebut. Awalnya,  Hassan berpaham Wahabi seperti ayahnya. Setibanya di Indonesia Ia mulai tertarik kepada usaha-usaha kaum muda sebagai pembaharu untuk  menghilangkan tradisi lama.

Pembaharuan yang dilakukan A.Hassan tidak merta langsung datang begitu saja.Ilham untuk mengadakan pembaharuan Islam setelah A Hassan bertemu, berkenalan dan bertukar pikiran dengan Ahmad Dahlan, Ahmad Sukarti, dan lainnya.

Baca Juga: Ketika Kartini Belajar Islam dan al-Quran Kepada Kiai Soleh Darat

Dari sinilah  akhirnya ikut tertarik dan terlibat dalam membangun umatnya dengan menanamkan ide pembaharuan Muhammad Abduh, dengan bergabung organisasi Persis yang didirikan pada 1926.Persis merupakan suatu pergerakan yang mengutamakan persatuan dalam pemahaman ajaran Islam bercorak radikal.Artikel ini pernah terbit di madrasahdigital.co

REKOMENDASI

Mertuaku Adalah Bapak Tiriku, Tentang Hukum Pernikahan Besan dan Sebab Mahram Musaharah

Harakah.id - Penyebab lain dari munculnya hubungan mahram adalah akad pernikahan antara suami dan istri. Pernikahan ini membuat masing-masing kedua mempelai...

Syarat Jadi Wali Itu Harus Berilmu, Rekaman Dialog Quraish Shihab Ft. Gus Baha’

Harakah.id - Dalam sebuah talkshow yang dipandu Najwa Shihab, Gus Baha dan Quraish Shibab terlibat dalam dialog yang seru. Salah satu...

Takbiran Setiap Selesai Shalat Fardhu Sampai Penghujung Hari Tasyrik, Bagaimana Hukumnya?

Harakah.id - Mulai sejak Hari Arafah, Kaum Muslimin punya kebiasaan takbiran setiap selesai Shalat Fardhu. Takbiran ini dilakukan sampai selesai Hari...

Download Khutbah Ringkas Idul Adha 2020

Mampu Sholat, Tapi Belum Tentu Mampu Berqurban Allâhu akbar Allahu akbar Allahu akbar la ilaha illallâhu wallâhu akbar, Allâhu akbar wa lillahil hamd... Allahu akbar kabîra wal hamdu lillahi katsîra wa subhanallahi...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Ada Orang yang Berkurban Tapi Belum Akikah, Bolehkah dalam Islam?

Harakah.id – Berkurban sangat dianjurkan ditunaikan oleh setiap Muslim. Tak berbeda, akikah juga diwajibkan kepada setiap anak yang lahir. Lalu bagaimana...

Jarang Disampaikan, Ternyata Inilah Keutamaan Beristri Satu dalam Islam

Harakah.id - Sunnah hukumnya bagi laki-laki untuk mencukupkan satu istri saja, sekalipun pada dasarnya ia diperbolehkan untuk menambahnya lagi.

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...