Beranda Keislaman Tafsir Maksud “Nabi Muhammad Tertulis dalam Kitab Taurat dan Injil”, Nama atau Sifatnya?

Maksud “Nabi Muhammad Tertulis dalam Kitab Taurat dan Injil”, Nama atau Sifatnya?

Harakah.idDalam perspektif hadis-hadis Nabi, yang dimaksud Nabi Muhammad tertulis dalam kitab Taurat dan Injil adalah tertulis sifat-sifatnya. Bukan namanya. Hal ini menguatkan pendapat Imam Ibnu Asyur.

Nabi Muhammad tertulis dalam kitab Taurat dan Injil. Islam adalah agama yang meneruskan agama tauhid sebelumnya yang dibawa oleh Musa dan Isa. Bahkan, kedatangan Nabi Muhammad SAW telah dikabarkan dalam kitab suci yang dibawa oleh kedua nabi tersebut.

Informasi akan datangnya Nabi Muhammad SAW dalam kitab suci yang dibawa Musa dan Isa menjadi keyakinan Muslim. Hal ini karena, informasi tersebut tertuang dalam Al-Quran. Kitab suci yang menjadi rujukan utama umat Muslim. Dalam Qs. Al-A’raf: 157 disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW tercatat dalam Taurat dan Injil. Allah SWT berfirman,

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنْ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمْ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمْ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالأَغْلالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنزِلَ مَعَهُ أُوْلَئِكَ هُمْ الْمُفْلِحُونَ

Dalam terjemah Kementerian Agama disebutkan arti ayat di atas sebagai berikut: (Yaitu,) orang-orang yang mengikuti Rasul (Muhammad), Nabi yang ummi (tidak pandai baca tulis) yang (namanya) mereka temukan tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka. Dia menyuruh mereka pada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, menghalalkan segala yang baik bagi mereka, mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban serta belenggu-belenggu yang ada pada mereka.288) Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya terang yang diturunkan bersamanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang beruntung. (Qs. Al-A’raf: 157).

Berdasarkan terjemahan di atas, dipahami bahwa yang disebut dalam Taurat dan Injil adalah nama Nabi Muhammad SAW. Sekalipun demikian, Tafsir Tahlili yang diterbitkan dalam situs alqurankemenag.go.id tidak menyebut secara spesifik apa yang sebetulnya ditulis dalam Taurat dan Injil, nama atau sifat-sifat Nabi Muhammad SAW.

Dalam Tafsir Tahlili Kemenag dikatakan: kedatangan Nabi Muhammad telah diberitakan dalam Taurat dan Injil. Kedatangan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul penutup diisyaratkan di dalam Taurat (Kejadian xxi. 13,18; Ulangan xviii. 15) dan Injil (Yohanes xiv. 16). Di dalam Al-Qur’an disebutkan dengan jelas bahwa mereka pun sudah mengenal pribadi Muhammad dan akhlaknya. “Orang-orang yang telah Kami beri Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui(nya).” (al-Baqarah/2: 146); Yahudi dan Nasrani telah menyembunyikan pemberitaan tentang akan diutusnya Muhammad saw dengan menghapus pemberitaan ini dan menggantinya dengan yang lain di dalam Taurat dan Injil. 

Para mufassir klasik ada yang membatasi maksud ditulis dalam Taurat dan Injil dalam arti ditulis sifat-sifatnya dan informasi akan kedatangannya (Tafsir Mafatih Al-Ghaib, jilid 15, hlm. 351). Tetapi, ada pula tafsir klasik yang menyatakan bahwa bukan hanya sifat Nabi Muhammad SAW yang dicatat dalam Taurat dan Injil, tetapi juga namanya (Tafsir Al-Jalalain, jilid 1, hlm. 217). Dengan demikian, terjemah Kementerian Agama sebenarnya hanya mengakomodasi salah satu tafsir Al-Quran. Di sini menarik didiskusikan tentang maksud sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yang telah disebutkan dalam Taurat dan Injil. Menarik juga dikaji bagian dari Taurat dan Injil yang mana menyebut Nabi Muhammad SAW.

Dalam Tafsir Tahlili Kemenag disebut beberapa bagian itu;  meliputi Kejadian xxi. 13, 18; Ulangan xviii. 15 dan Injil Yohanes xiv. 16.  Dalam terjemah Bibel Kitab Kejadian XXI: 13 disebutkan; 21:13 Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu.” Dalam Kitab Kejadian 21: 18 disebutkan, “Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.”

Dalam Kitab Ulangan XVIII: 15 disebutkan sebagai berikut: Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu,sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. Dalam Yohanes XIV: 16 disebutkan, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.”

Baik dalam Kitab Kejadian, Ulangan, maupun Yohanes, tidak disebutkan sebuah nama. Dalam tiga bagian yang disebtut dalam Tafsir Tahlili Kemenag, tidak disebutkan nama. Hanya keterangan bahwa keturunan Ibrahim dari puteranya Ismail akan menjadi bangsa besar, ada di antaranya yang akan ‘diangkat’, mendapat ‘bimbingan’ dan menjadi penolong bagi umat. Syekh Ibnu Asyur dalam kitab Tafsir Al-Tahrir Wa al-Tanwir mengatakan, “Arti ayat ‘mereka temukan tertulis’ adalah menemukan sifat-sifatnya yang tidak menyerupai selain Nabi Muhammad SAW… Yang ada hanyalah sifatnya. Indikasinya adalah firman Allah pada kata “Tertulis” karena sesungguhnya dzat tidak dapat ditulis. Mengapa beralih pada pengungkapan dengan sifat adalah karena mereka menemukan sifat yang tidak menerima keserupaan” (Al-Tahrir wa al-Tanwir, jilid 9, hlm. 133-134).  

Dalam Perspektif Hadis Nabi

Keterangan dalam riwayat hadis yang tertuang dalam kitab-kitab hadis menunjukkan bahwa yang disebut dalam Taurat dan Injil adalah sifat-sifat Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah dua riwayat dalam kitab hadis. Imam Al-Darimi meriwayatkan,

عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ ابْنِ سَلَامٍ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ إِنَّا لَنَجِدُ صِفَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا وَحِرْزًا لِلْأُمِّيِّينَ أَنْتَ عَبْدِي وَرَسُولِي سَمَّيْتُهُ الْمُتَوَكِّلَ لَيْسَ بِفَظٍّ وَلَا غَلِيظٍ وَلَا صَخَّابٍ بِالْأَسْوَاقِ وَلَا يَجْزِي بِالسَّيِّئَةِ مِثْلَهَا وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَتَجَاوَزُ وَلَنْ أَقْبِضَهُ حَتَّى نُقِيمَ الْمِلَّةَ الْمُتَعَوِّجَةَ بِأَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَفْتَحُ بِهِ أَعْيُنًا عُمْيًا وَآذَانًا صُمًّا وَقُلُوبًا غُلْفًا

Dari ‘Atha’ bin Yasar dari Ibnu Salam, bahwa ia berkata, kami mendapati sifat Rasulullah SAW: ‘Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pemberi kabar gembira dan sebagai pemberi peringatan’, yang menjaga orang-orang ummi, engkau adalah hamba-Ku rasul-Ku, Aku menamakannya Al-Mutawakkil, tutur katanya tidak kasar dan perangainya tidak keras, tidak berteriak-teriak di pasar dan tidak membalas kejelekan dengan kejelekan, akan tetapi dengan memaafkannya, tidaklah Beliau wafat, melainkan sampai kita diluruskan dari agama yang sudah dilencengkan, kepada persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang dapat membuka mata yang buta, telinga-telinga yang pekak dan hati-hati yang tertutup.” (HR. al-Darimi). 

Riwayat ini dikuatkan dengan riwayat senada dalam Sahih al-Bukhari berikut:

عن عطاء بن يسار عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما أن هذه الآية التي في القرآن يا أيها النبي إنا أرسلناك شاهدا ومبشرا ونذيرا قال في التوراة يا أيها النبي إنا أرسلناك شاهدا ومبشرا وحرزا للأميين أنت عبدي ورسولي سميتك المتوكل ليس بفظ ولا غليظ ولا سخاب بالأسواق ولا يدفع السيئة بالسيئة ولكن يعفو ويصفح ولن يقبضه الله حتى يقيم به الملة العوجاء بأن يقولوا لا إله إلا الله فيفتح بها أعينا عميا وآذانا صما وقلوبا غلفا

Dari Ata ibnu Yasar yang menceritakan bahwa ia berjumpa dengan Abdullah ibnu Amr ibnul As, lalu ia berkata kepadanya, “Ceritakanlah kepadaku tentang sifat (ciri khas) Nabi Saw. yang terdapat di dalam kitab Taurat.”

Abdullah ibnu Amr menjawab, “Baiklah, demi Allah, sesungguhnya sebagian dari sifat Nabi Saw. yang ada di dalam Al-Qur’an benar-benar disebutkan di dalam kitab Taurat, yaitu sama seperti yang terdapat di dalam firman-Nya: “Hai Nabi, sesungguhnya” Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan ” (Al-Ahzab: 45) dan sebagai benteng bagi kaum yang ummi. Engkau adalah hamba dan Rasul-Ku. Aku menamaimu Al-Mutawakkil; engkau bukanlah orang yang kasar, bukan orang yang keras, bukan orang yang suka berbicara keras di pasar-pasar, bukan pula orang yang menolak keburukan dengan keburukan; tetapi memaaf, menyantuni, dan mengampuni. Allah tidak akan mewafatkannya sebelum Dia menegakkan agama yang bengkok menjadi lurus kembali melaluinya, sampai mereka mau mengatakan, “Tidak ada Tuhan selain Allah.” Dengan kalimah ini dia dapat membuka mata yang tertutup, telinga yang tersumbat dan hati yang terkunci.” (HR. Al-Bukhari).

Dari dua riwayat ini dapat dipahami bahwa dalam perspektif hadis-hadis Nabi, yang dimaksud Nabi Muhammad tertulis dalam kitab Taurat dan Injil adalah tertulis sifat-sifatnya. Bukan namanya. Hal ini menguatkan pendapat Imam Ibnu Asyur. Tetapi, berbeda dengan pendapat sebagian ulama tafsir yang menyatakan bahwa nama Nabi Muhammad SAW juga disebut dalam kedua kitab suci tersebut. Demikian Maksud “Nabi Muhammad Tertulis dalam Kitab Taurat dan Injil”, Nama atau Sifatnya? Semoga bermanfaat.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...