Beranda Headline Mansa Musa Naik Haji, Raja Mali dan Orang Terkaya di Dunia Abad...

Mansa Musa Naik Haji, Raja Mali dan Orang Terkaya di Dunia Abad 14 yang Membawa Puluhan Ton Emas ke Mekkah

Harakah.idMansa Musa mungkin masih asing di telinga kita. Tapi siapa sangka, Raja Afrika di abad 14 ini pernah menjadi orang terkaya di dunia dan menghebohkan dunia kala dirinya naik haji ke Mekkah. Bagaimana kisahnya?

Siapa hari ini yang kenal Mali? Sebuah negara di dataran Afrika yang mungkin lebih akrab di benak kita sebagai sebuah tempat dan lokasi yang penuh dengan kemiskinan dan orang lapar. Tapi siapa sangka, dahulu kala, Mali pernah menjadi kerajaan paling kaya di Afrika bahkan dunia. Mansa Musa, sang raja, tak pelak juga dikenal sebagai orang paling kaya di dunia.

Mansa Musa, atau Musa 1 adalah penguasa kerajaan Mali di tahun 1312 sampai 1337 Masehi. Di masa lalu, Kerajaan Mali meliputi wilayah Mali, Senengal,Gambia, Guinea Nigeria, Chad, Mauritania hingga Burkina Faso. Di masa kepemimpinannya, Mansa Musa juga mengembangkan kota-kota baru seperti Tumbuktu dan Gao sebagai pusat kebudayaan penting di masa itu. Tak hany punya orientasi dan agenda memperluas ekspansi perdagangannya, Mansa Musa juga punya kepedulian tinggi pada aspek kebudayaan. Konon dia membawa arsitek dari Timur Tengah dan seluruh Afrika untuk merancang bangunan baru untuk kotanya. Selain itu, Mansa Musa juga mengubah kerajaan Mali menjadi pusat pembelajaran yang canggih di dunia Islam.

Baca Juga: Haji “Merah” Misbah, Seorang Dai Propagandis Tokoh Kunci SI Merah/PKI yang Sangat Anti Kapitalis

Mansa Musa bertahta pasca Mansa Abubakar II menghilang di tengah laut, di tengah misinya menjelajahi Samudera Atlantik. Dia hilang bersama armada besar yang dibawanya. Mansa Musa pun mewarisi kerajaan yang kaya raya. Mali bertambah jaya, pasca Mansa Musa memperluas jaringan perdagangannya dan memperkuat produksi dalam negeri. Konon, kekayaan Mali berasal dari beberapa sektor; perdagangan garam, deposit emas dan gading gajah.

Maka tak heran kemudian jika Mali menjadi salah satu kerajaan terbesar dan terkaya di Afrika saat itu. DI saat yang bersamaan, Mansa Musa juga menjadi salah satu orang terkaya di dunia kala itu. Tak hanya kaya, Mali terbukti juga sempat menjadi poros peradaban dan kajian Islam. Tak hanya kuat secara ekonomi, Mansa Musa mengubah Mali menjadi kekuatan peradaban.

Tahun 1324, Mansa Musa berencana untuk haji Mekkah lewat Mesir. Dalam literatur sejarah, konon perjalanan orang terkaya ini menembulkan kehebohan. Bagaimana tidak, Kerajaan Mali yang sebelumnya tidak pernah dikenal di luar Afrika Barat, seketika tampil menghebohkan banyak orang. Para sejarawan Arab mengatakan, bahwa Mansa Musa haji dengan membawa rombongan sebanyak puluhan ribu orang dan lusinan unta. Masing-masingnya, membawa 136 kilogram emas. Tak hanya itu, selama di Kairo sebab pertemuannya dengan Sultan mesir, ribuan orang kafilahnya menghabiskan dan membelanjakan begitu banyak emas. Akibatnya, nilai emas di Mesir turun hingga 12 tahun berikutnya.

Baca Juga: Sejak Kapan Haji Dijadikan Gelar di Indonesia? Ini Dia Sejarah Kemunculan Gelar “Haji”

Kisah kekayaan Mansa Musa yang luar biasa ini sampai ke Eropa. Atlas Catalan, yang dibuat pada 1375 M oleh kartografer Spanyol, menunjukkan gambaran Afrika Barat yang didominasi oleh penggambaran Mansa Musa tengah duduk di atas takhta, memegang bongkahan emas di satu tangan dan tongkat emas di tangan lainnya. Setelah diterbitkannya atlas ini, Mansa Musa menjadi lekat dalam imajinasi global sebagai sosok yang kaya raya.

Sekembalinya dari Mekah, Mansa Musa lalu mulai merevitalisasi kota-kota di kerajaannya. Seperti yang sebelumnya dijelaskan, Mansa Musa mengembangkan dua kota baru bernama Gao dan Timbuktu.

Mansa Musa membangun masjid dan bangunan besar di k seperti Gao dan Timbuktu. Timbuktu bahkan menjadi pusat universitas Islam utama selama abad ke-14 berkat strategi kebudayaan Mansa Musa. Dari sini, reputasi Kerajaan Mali tumbuh, bukan hanya di seantero Afrika, tapi juga dunia.

Mansa Musa wafat pada tahun 1337. Ia kemudian digantikan putra-putranya. Meskipun pada akhirnya kerajaan itu runtuh, setelah kematiannya, Mansa Musa tetap tertanam dalam imajinasi dunia sebagai simbol kekayaan yang luar biasa. Namun, kekayaannya hanyalah satu bagian dari warisannya, dan ia juga dikenang karena keyakinan Islamnya, promosi beasiswa, dan perlindungan budaya di Mali.

REKOMENDASI

Muslim Tapi Musyrik, Kerancuan Stigma dan Pemikiran Kaum Salafi Terkait Konsep Kafir dan Syirik

Harakah.id - Muslim tapi Musyrik adalah stigma dan status yang tampaknya baru lahir belakangan ini. Penyebabnya adalah, ada sebagian kelompok yang...

Kalau Hidup Anda Terasa Sempit Dan Sesak, Coba Amalkan dan Baca Shalawat Fatih Pelapang...

Harakah.id – Shalawat Fatih ini cocok dibaca ketika anda merasa hidup sesak dan sempit. Di satu situasi, kita seringkali merasa hidup...

Kita Sering Diceritakan, Bahwa Di Awal Penciptaan, Seluruh Malaikat Bersujud Kepada Nabi Adam. Benarkah...

Harakah.id - Malaikat bersujud kepada Nabi Adam adalah hal atau peristiwa yang seringkali dikisahkan dalam kisah-kisah permulaan Adam diciptakan oleh Allah....

Syukur Bisa Diungkapkan Dengan Banyak Cara, Salah Satunya Dengan Sujud. Ini Doa Ketika Sujud...

Harakah.id - Sujud Syukur adalah salah satu bentuk ungkapan yang terima kasih dan bersyukur. Syekh Nawawi dalam Nihayah al-Zain, mengutarakan ada...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...