Beranda Keislaman Ibadah Mau Mahar Sandal Jepit Atau Air Putih, Intinya Menikah Jangan Dipersulit

Mau Mahar Sandal Jepit Atau Air Putih, Intinya Menikah Jangan Dipersulit

Harakah.idRamai pemberitaan mengenai mahar sandal jepit dan air putih. Tak masalah sebenarnya, hanya saja jangan sampe lupa, kalau intinya, Islam selalu mengajarkan kemudahan, termasuk dalam pernikahan.

Tidak terhitung jumlah pasangan yang menikah setiap harinya. Namun, beberapa waktu yang lalu ada satu kasus pernikahan yang cukup menyita perhatian. Bukan karena pasangan yang menikah itu adalah seorang publik figur, tetapi karena mahar yang diajukan dalam pernikahan tersebut hanyalah sepasang sandal jepit.

Jika ditelusuri dalam beberapa hadis Rasulullah SAW, memang terdapat beberapa hadis yang menganjurkan kemudahan mahar dalam pernikahan, lantas bagaimana dengan sumber-sumber hadis tersebut dan penjelasan ulama terhadapnya? Berikut penjelasannya.

Menikahlah! Walaupun mahar yang sanggup kamu berikan hanya sebuah cincin besi!

Baca Juga: Menikahi Dua Perempuan Sekaligus Diperbolehkan dan Sah Secara Hukum, Dengan Catatan…

Suatu hari seorang perempuan datang untuk menawarkan dirinya agar dinikahi oleh Rasulullah SAW. Namun, ada seorang sahabat yang meminta agar perempuan tersebut dinikahkan dengan dirinya saja. Rasulullah SAW pun menyetujuinya, pernikahan dadakan tersebut tentu tetap mengharuskan adanya mahar, maka Rasulullah SAW memerintahkan agar sahabat tadi pulang ke rumahnya untuk mencari sesuatu yang dapat dijadikan sebagai mahar. Dalam perintahnya, Rasulullah SAW berkata:

انْظُرْ وَلَوْ خَاتِمًا مِنْ حَدِيدٍ

“Carilah sesuatu meski hanya cincin dari besi!”

Cerita di atas disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari (no.5030) dan Muslim (no.1245). 

Akan tetapi dalam memahami hadis ini, kita tidak boleh mengartikan cincin besi tersebut sebagai perintah atau anjuran . Rasulullah Saw mengatakan demikian karena sahabat tadi mengaku tidak memiliki harta apapun untuk dijadikan mahar, sehingga penunjukan cincin besi di sini sifatnya hanya sebagai keringanan belaka.

Imam Nawawi ketika mensyarah hadis ini (9/213) menyebutkan:

فِي هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّهُ يَجُوزُ أَنْ يَكُونَ الصَّدَاقُ قَلِيلًا وَكَثِيرًا مِمَّا يُتَمَوَّلُ إِذَا تراضى به الزوجان لِأَنَّ خَاتَمَ الْحَدِيدِ فِي نِهَايَةٍ مِنَ الْقِلَّةِ وَهَذَا مَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ وَهُوَ مَذْهَبُ جَمَاهِيرِ الْعُلَمَاءِ مِنَ السَّلَفِ وَالْخَلَفِ 

Artinya: dalam hadis ini menujukkan bahwa mahar itu boleh berupa sesuatu yang bernilai tinggi atau sedikit, selama ia layak dikatakan sebagai harta dan kedua pasangan telah sepakat dan rela terhadap mahar tersebut. Rasulullah SAW memilih ungkapan “cincin besi” di sini karena ia melambangkan sesuatu dengan nilai yang paling sedikit. (bolehnya menjadikan mahar pada benda yang nilainya sedikit) merupakan pendapat mazhab Syafi’i dan jumhur ulama sejak masa salaf dan khalaf.

Berdasarkan penjelasan Imam Nawawi di atas, hadis ini hanya menunjukkan bolehnya menjadikan mahar yang sedikit, Rasulullah SAW tidak mencela hal ini dan juga tidak menganjurkannya.

Pernikahan yang memudahkan adalah yang terbaik

Rasulullah SAW pernah mencoba menawarkan seorang sahabat laki-laki dengan seorang perempuan, dan ternyata keduanya bersedia. Dalam prosesnya Rasulullah SAW berkata:

خَيْرُ النِّكَاحِ أَيْسَرُهُ

Artinya: sebaik-baik pernikahan adalah yang memudahkan. (HR: Abu Dawud, no.2117)

Baca Juga: Karena Tak Ada Lagi Perempuan yang Mau, Pria Ini Memutuskan Menikahi Robot. Bagaimana Hukumnya?

Namun ungkapan ini hanya disebut oleh Abu Dawud sebagai redaksi alternatif, di riwayat utama yang beliau sebutkan, ucapan ini tidak ada, dan Abu Dawud sendiri meragukan kebenaran kalimat ini, kemungkinan ia hanya sisipan yang ditambahkan belakangan ke dalam cerita. Selain itu, dalam hadis ini, mahar yang akhirnya diberikan oleh laki-laki tadi kepada istrinya adalah saham perdagangan yang nilainya lumayan tinggi. Oleh karena itu, hadis ini tidak dapat dipahami sebagai anjuran keringanan mahar.

Hadis lainnya yang lebih tegas menjelaskan sisi positif keringanan mahar adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Aisyah r.a bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

إِنَّ أَعْظَمَ النِّكَاحِ بَرَكَةً أَيْسَرُهُ مُؤْنَةً

 Artinya: “Sesungguhnya pernikahan yang paling barakah adalah yang paling ringan maharnya.”

Hadis serupa juga diriwayatkan oleh An-Nasai’ (9229) dan Al-Hakim (2732). Sebagian ulama seperti Ibn Hajar Al-Haitami menyatakan ada perawi yang dhaif dalam riwayat-riwayat ini. Namun perawi tersebut tidak disepakati dhaif oleh semua ulama, karena ibn Ma’in dan As-Sakhawi menilainya baik.

Dalam memahami hadis ini, ada banyak pelajarn dari para ulama yang dapat kita ambil. Mula Ali Al-Qari dalam Mirqatul Mafatih (5/2049) menjelaskan bahwa hadis ini mengajarkan sikap qanaah dalam pernikahan. Hendaknya dalam pernikahan itu, baik suami maupun istri bersikap qanaah, hal ini berlaku untuk mahar maupun nafkah, jangan lah mereka jatuh dalam perilaku berlebih-lebihan dan berlomba-lomba dalam memperbanyak mahar dan nafkah ketika menjalani biduk rumah tangga.

Kesimpulan: berapa pun nilai mahar yang diberikan dalam pernikahan, mulai dari sandal jepit hingga rumah mewah, prinsip yang diajarkan oleh hadis-hadis nabi adalah hendaknya bersikap qanaah, tidak memberatkan satu sama lain, berlandasakan pada kerelaan keduabelah pihak, dan tidak berlomba-lomba untuk menjadi ajang kebanggaan.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...