fbpx
Beranda Rekomendasi Mbah Maimoen Zubair, Ulama Pakubumi yang Lahir Bersamaan Dengan Pekikan Sumpah Pemuda...

Mbah Maimoen Zubair, Ulama Pakubumi yang Lahir Bersamaan Dengan Pekikan Sumpah Pemuda 1928

Harakah.idMbah Maimoen Zubair al-maghfurlah adalah salah seorang ulama pakubumi yang lahir bertepatan dengan Sumpah Pemuda. Selama hidupnya, Mbah Maimoen Zubair selalu memperlihatkan jiwa mudanya, khususnya ketika memperjuangkan nasionalisme.

Mbah Maimoen Zubair lahir pada 28 Oktober 1928. Lahir dari ayah bernama Kiai Zubair. Kiai Zubair sendiri adalah murid kesayangan Sayyid Sa’id al-Yamani dan Syeikh Hasan al-Yamani al-Makki. Ibunda Kiai Maimoen adalah putri Kiai Ahmad bin Syu’aib.

Di usia 17 tahun, Mbah Maimoen Zubair sudah hafal di luar kepala beberapa kitab seperti al-Jurumiyah, Imrithi, Alfiyyah Ibn Malik, Matan Jauharatut Tauhid, Sullamul Munawroq dan Rohabiyah fi Faraidh. Selain itu beliau juga sudah piawai membaca dan memahami Fathul Qarib, Fathul Mu’in dan Fathul Wahab.

Di tahun 1945, nyantri ke Pesantren Lirboyo dan mengaji kepada Mbah Manaf, Mbah Abdul Karim dan Mbah Marzuqi.

Di tahun 1949, berangkat untuk belajar ke Tanah Suci Makkah dan nyantri kepada beberapa ulama’: Sayyid ‘Alawi bin Abbas al-Maliki, Syekh al-Imam al-Masysyath, Sayyid Amin al-Quthbi, Syeikh Yasin bin Isa al-Fadani dan ulama-ulama lainnya di Tanah Haram.

nucare-qurban

Sepulang dari Tanah Suci Makkah, Kiai Maimoen masih menyempatkan diri untuk nyantri kepada beberapa kiai sepuh di Jawa; Kiai Baidlowi Lasem, Kiai Ma’shum Lasem, Kiai Ali Ma’shum Krapyak, Kiai Bisri Musthofa Rembang, Kiai Abdul Wahab Chasbullah, Kiai Muslih Mranggen, Kiai Abbas Buntet, Syeikh Ihsan Jampes dan Kiai Abul Fadhol Senori.

Di tahun 1965, Kiai Maimoen Zubair mulai berkhidmah mengamalkan ilmu yang didapatkannya dengan mendirikan Pesantren al-Anwar yang tepat berada di samping kediaman beliau. Sampai saat ini beliau dikenal sebagai seorang faqih yang wara’ dan disegani di Indonesia

REKOMENDASI

Saking Beratnya Dosa Korupsi, Sampai-Sampai Rasulullah Enggan Menyalati Jenazah Koruptor

Harakah.id - Rasulullah enggan menyalati jenazah koruptor. Ini Fakta. Bukan berarti jenazah koruptor tidak boleh disalati, tapi hal itu menunjukkan kalau...

Menilik Kembali Misi “Revolusi Ahlak” yang Diusung Habib Rizieq Shihab

Harakah.id - Revolusi ahlak adalah satu adagium yang baru-baru ini diperkenalkan dan sepertinya akan menjadi arah baru perjuangan HRS, FPI dan...

Harlah, Natal dan Maulid

Harakah.id – “Harlah, Natal dan Maulid” adalah artikel yang ditulis Gus Dur pada tahun 2003. Meski sudah berusia 17 tahun, namun...

Tidak Seperti Manusia Pada Umumnya, Benarkah Rasulullah Tidak Dilahirkan Dari Lubang Kemaluan? Begini Penjelasannya

Harakah.id – Rasulullah tidak dilahirkan dari lubang kemaluan. Ada keyakinan di kalangan para ulama, bahwa baik Nabi Muhammad maupun Nabi-Nabi yang...

TERPOPULER

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...