Beranda Keislaman Tafsir Menanamkan Pentingnya Ibadah dan Pertolongan Allah dengan Membaca Al-Fatihah

Menanamkan Pentingnya Ibadah dan Pertolongan Allah dengan Membaca Al-Fatihah

Harakah.idSurat Al-Fatihah mengajarkan manusia agar senantiasa taat kepada Allah. Namun demikian seseorang harus tahu bahwa melaksanakan ketaatan tak akan terwujud tanpa pertolongan Allah. Karenanya, ibadah dan pertolongan Allah menjadi dua perkara yang ditekankan dalam Islam.

Telah diketahui secara umum bahwa manusia perlu meminta pertolongan terlebih kepada Allah dahulu sebelum beribadah; sebab hanya karena pertolongan Allah, manusia dapat melaksanakan ibadah dengan kuat. 

Hal ini sesuai dengan kandungan di dalam kalimat hauqalah (لاحول و لا قوة الا بالله العلي العظيم) yang menyatakan bahwa manusia tidak akan memiliki daya untuk menjauhi dosa dan tidak akan memiliki kekuatan untuk melakukan peribadatan kecuali sebab pertolongan dari Allah. Lalu, mengapa di dalam surat al-Fatihah kok disebutkan ‘sebaliknya’? Artinya; ungkapan ibadah (اياك نعبد) disebutkan terlebih dahulu, baru kemudian meminta pertolongan (اياك نستعين). Apa makna ibadah dan pertolongan dalam surat Al-Fatihah ini?

Jika ditela’ah lebih jauh, penyebutan ungkapan beribadah lebih dulu sebelum ungkapan permintaan tolong memiliki tujuan untuk menyebutkan hal yang lebih penting terlebih dahulu.

Dalam hal ini; penghambaan adalah tujuan utama penciptaan manusia, sedangkan pertolongan Allah adalah adalah jalan untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh sebab itu, ungkapan penghambaan disebutkan terlebih dahulu sebelum ungkapan permintaan tolong. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat az-Zariyat ayat 56:

وما خلقت الجن والانس الا ليعبدون

Artinya: “Dan tidak Kuciptakan jin dan manusia kecuali kecuali agar mereka beribadah

Alasan lainnya adalah susunan kata dalam ayat اياك نعبد واياك نستعين adalah penyebutan dari hal yang umum menuju ke hal yang lebih khusus, sebab memohon pertolongan (khusus) merupakan bagian dari ibadah (umum).

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Quran al-Adzim menyebutkan bahwa ungkapan ibadah disebutkan lebih dulu dari ungkapan memohon pertolongan bertujuan untuk menunjukkan bahwa perhatian kepada Sang Pencipta (beribadah) harus lebih diutamakan daripada hak hamba-Nya (meminta pertolongan).

Ibadah adalah hal yang diperintahkan oleh Allah kepada para hamba-Nya, sedangkan memohon pertolongan adalah yang dibutuhkan oleh hamba kepada Sang Maha Pencipta. Oleh sebab itu, sudah seyogyanya ungkapan ibadah (اياك نعبد) disebut terlebih dahulu daripada ungkapan memohon pertolongan (اياك نستعين). 

Ungkapan memohon pertolongan di dalam ayat اياك نعبد واياك نستعين memang tidak menyebutkan objek (memohon pertolongan dalam hal apa), sebab terdapat tujuan generalisasi dalam ayat ini.

Muhammad bin Yusuf Abu Hayyan di dalam kitab al-Bahr al-Muhith menyebutkan bahwa tujuan dari generalisasi tersebut adalah untuk mencakup seluruh amal perbuatan yang dilakukan oleh umat manusia, sehingga pada hakikatnya setiap amal ibadah yang dilakukan oleh manusia membutuhkan pertolongan dari Allah.

Alasan terakhir dari penyebutan ibadah terlebih dahulu daripada memohon pertolongan adalah karena ibadah yang baik adalah hal yang diwasiatkan oleh Nabi Muhammad kepada seseorang yang sangat dicintai oleh Nabi Muhammad. Dalam hal ini orang yang dimaksud adalah Muadz bin Jabal.

Di dalam hadits riwayat dari Muadz bin Jabal, Nabi Muhammad berpesan kepada Muadz (dalam Sunan Abi Dawud, hadits nomor 1522 dan dinyatakan shohih oleh Imam Nawawi):

عن معاذ بن جبل ان رسول الله صلى الله عليه و سلم اخذ بيده وقال يا معاذ والله اني لاحبك فقال اوصيك يا معاذ لا تدعن في دبر كل صلاة تقول اللهم اعني على ذكرك و شكرك و حسن عبادتك 

Artinya: “Wahai Muad;  Demi Allah, Aku benar-benar sangat mencintaimu. Maka janganlah engkau tinggalkan kata-kata ini setiap selesai shalat: ‘Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa mengingat-Mu, banyak bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu’”. 

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...