Beranda Khazanah Menangkal Virus Corona dengan Memanfaatkan Produk Hasil Hutan

Menangkal Virus Corona dengan Memanfaatkan Produk Hasil Hutan

Harakah.id Banyak produk hasil hutan berupa tumbuhan yang dapat dijadikan obat atau pencegahan berbagai penyakit salah satunya sebagai pencegah atau penangkal COVID-19.

Hutan adalah tempat yang luas berisi komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik di antaranya tumbuhan seperti pohon, jamur, rumput, paku dan sebagainya serta berbagai jenis hewan liar. Sedangkan komponen abiotik di antaranya adalah tanah, air, dan berbagai unsur kimia di dalamnya.

Fungsi hutan paling utama adalah sebagai habitat hewan dan tumbuhan. Adapun fungsi lainnya disesuaikan dengan jenis-jenis hutan itu sendiri. Komponen biotik dan abiotik yang ada di hutan dapat kita ambil manfaatnya dengan tetap menjaga kelestarian hutan itu sendiri.

Banyak produk hasil hutan berupa tumbuhan yang dapat dijadikan obat atau pencegahan berbagai penyakit salah satunya sebagai pencegah atau penangkal COVID-19.

COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh novel corona virus atau virus corona jenis baru (2019-nCoV). Virus Corona menjadi perbincangan paling hangat akhir-akhir ini karena penyebarannya yang sangat cepat dan banyak korban yang meninggal dunia setelah divonis positif terinfeksi virus corona.

Informasi terakhir dari KEMENKES RI pada tangga 29 Maret 2020 menyebutkan ada 1.285 orang yang positif terinfeksi, 1.107 orang yang dirawat, ada 64 orang yang sembuh, dan 114 orang yang meninggal dunia. Hal ini sangat mengerikan bukan? Karena jumlah mortality hampir dua kali lipat dari jumlah orang yang sembuh.

Perlu kepedulian dan kerjasama dari berbagai sektor dalam melawan virus corona ini. Adapun virus corona ini pada awalnya ditemukan di Kota Wuhan, Cina. Riset terbaru yang dilakukan oleh Professor Guizhen Wu dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan penyakit di Cina mengungkapkan bahwa virus corona ini pada awalnya sering dibawa oleh hewan mamalia bersayap yaitu kelelawar dan menular kepada sesama hewan namun kali ini virus tersebut menular ke manusia dan dapat ditularkan ke manusia yang lainnya bahkan sampai menyebabkan ratusan orang kehilangan nyawanya.

Kelelawar sendiri sudah biasa dikonsumsi oleh mayoritas warga kota Wuhan sehingga virus corona ini menjadi sangat mudah menyebar dan menular ke tubuh manusia. Virus Corona yang masuk ke dalam tubuh manusia akan mudah menyerang dan merusak sistem pernapasan karena sifatnya yang membutuhkan sel hidup untuk untuk memperbanyak diri.

Kita tidak perlu panik yang berlebihan menghadapi wabah COVID-19 ini namun tetap waspada dan selalu menjaga diri dengan melakukan pencegahan-pencegahan sejak dini.

Beberapa macam cara pencegahan virus corona sudah sering dipaparkan oleh KEMENKES RI diantaranya selalu mencuci tangan setelah kontak dengan orang luar, selalu menggunakan hand sanitizer, selalu mengunakan masker ketika kontak dengan siapapun, menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan saling mengingatkan orang-orang yang ada di sekitar untuk senantiasa selalu menjaga diri serta tidak sering keluar rumah jika tidak ada hal yang sangat mendesak.

Berbagai penelitian dilakukan untuk mencari obat atau cara menangkal virus corona ini. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI ikut andil dalam memberikan solusi menangkal corona yaitu menghimbau rumah sakit dan apotek untuk memberikan produk-produk hasil hutan kepada para pasien yang terinfeksi virus corona.

Adapun produk-produk hasil hutan yang dapat dijadikan obat herbal di antaranya adalah jahe, wedang uwuh, kunyit, temulawak, madu, minyak kayu putih, gula semut, minuman serta makanan lain yang mengandung banyak vitamin C. Berbagai produk hasil petani hutan ini diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh, karena mengandung banyak zat pendorong imunitas tubuh manusia yang diolah dari alam.

Selain KLHK, guru besar IPB yang juga Kepala Pusat Biofarmaka Tropika (TropBRC), Professor Irmanda Batubara mengungkapkan hasil penelitian tim periset dari Fakultas Kedokteran UI, Farmasi UI, Pusat Studi Biofarmaka Tropika (TropBRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB University, Departemen Ilmu Komputer dan Fakultas MIPA IPB University, bahwa telah ditemukannya senyawa yang berpotensi melawan virus corona, senyawa tersebut adalah golongan flavonoid yaitu senyawa hesperidin.

Senyawa ini banyak ditemukan pada kulit jeruk. Jadi selama social distancing ini, kita bisa mengonsumsi jus jeruk beserta kulitnya dengan membuatnya sendiri di rumah. Jika tidak kuat dengan rasa pahitnya bisa diukur perbandingan jeruk dan kulitnya sesuaikan dengan lidah masing-masing atau dapat juga disajikan dalam bentuk infused water. Beliau juga mengatakan bahwa semua varietas jeruk dapat digunakan sebagai penangkal virus corona baik itu jeruk nipis, lemon, jeruk Kalimantan, jeruk Bali dan sebagainya.

Selain mengonsumsi produk-produk hasil hutan, ada juga hasil hutan yang dapat dijadikan bahan dasar untuk membuat disinfektan dan pembersih tangan (hand sanitizer) di ntaranya adalah cuka kayu dan cuka bambu. Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi (BLI) KLHK berhasil memproduksi desinfektan yang bisa dibuat sendiri memakai bahan dasar cuka kayu dan bambu.

Cuka kayu ataupun bambu adalah cairan organik alami yang dihasilkan dari kondensasi asap pembakaran. Warnanya kuning-coklat tua dengan bau menyengat karena mengandung berbagai komponen kimia. Dari uji coba yang dilakukan periset di BLI, cuka kayu dan bambu memiliki daya bunuh terhadap virus, bakteri, dan kuman 70 kali lipat dibanding alkohol. KLHK siap memproduksi dalam jumlah massal demi menangkal virus corona ini yang secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan para petani hutan.

Semoga wabah COVID-19 ini segera berakhir dengan sama-sama bergotong royong dan kerjasama untuk melakukan social distancing serta menjaga diri melalui usaha-usaha yang telah disebutkan di atas yaitu dengan memanfaatkan produk-produk hasil hutan sebagai penangkal virus corona karena mencegah lebih baik daripada mengobati (Wulandari, KMNU, Rekayasa Kehutanan ITB 2012).

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...