Beranda Keislaman Ibadah Menceraikan Istri Karena Terpaksa, Ini Hukum Talak yang Dilandasi Keterpaksaan Dalam Islam

Menceraikan Istri Karena Terpaksa, Ini Hukum Talak yang Dilandasi Keterpaksaan Dalam Islam

Harakah.idMenceraikan istri karena terpaksa adalah salah satu fenomena dalam ranah kekeluargaan. Dan hal itu ternyata dibahas oleh Islam. Lalu bagaimana hukumnya?

Di dalam berumah tangga tidak selalu berjalan mulus dan adem. Perselisihan dan percekcokan tidak jarang akan terjadi, bahkan sering kali berakhir dengan perceraian. Namun tidak semua perceraian berawal dari perselisihan, kadang ada juga yang disebabkan karena kecerobohan suami yang bermain-main dengan talak. Termasuk dalam kasus menceraikan istri karena terpaksa.

Namun bukan hanya itu, perceraian juga bisa terjadi karena keterpaksaan. Namun dalam hal ini ulama berbeda pendapat dalam jatuhnya talak bagi orang yang terpaksa. dan masing-masing punya argumen yang bisa menjadi pertimbangan. Lalu bagaimana ulama fiqih menghukumi talak orang yang dipaksa?

Dialam kitab Fathul Muin karangan Zainudin Al Malibari menceraikan istri karena terpaksa dijelaskan sebagaimana berikut:

(لَا) طَلَاق (مُكْرَهٍ) بِغَيْرِ حَقٍّ (بِمَحْذُوْرٍ) مُنَاسِبٍ كَحَبْسٍ طَوِيْلٍ، وَكَذَا قَلِيْلٌ لِذِي مُرُوْءِهِ وَصَفْعَةٍ لَهُ فِي الْمَلَا وَكَإِتْلَافِ مَالٍ يَضِيْقُ عَلَيْهِ،

“tidak terjadi talaknya orang yang dipaksa yang tidak semestinya, dengan adanya ancaman yang menakutkan yang sesuai terhadap orang yang dipaksa, misalnya ditahan lama, dan ditahan sebentar bagi orang bermur’uah tinggi, ditampar di hadapan orang yang ramai, diancurkan hartanya bagi orang yang punya harta sedikit.”

Namun, pemaksaan dalam hal perceraian tidak langsung terjadi. Ada beberapa syarat yang harus terpenuhi. Hal ini telah diterangkan dalam kitab fathul mu’in sebagaimana berikut :

وَشَرْطُ الْاِكْرَاهِ قُدْرَةُ الْمُكْرَهِ عَلَى تَحْقِيْقِ مَا هَدَّدَ بِهِ عَاجِلًا بِوِلَايَةٍ أَوْ تَغَلُّبٍ وَعَجْزُ المْكْرَهِ عَنْ دَفْعِهِ بِفِرَارٍ أَوْ اِسْتِغَاثَةٍ وَظَنَّهُ أَنَّهُ إِنْ امْتَنَعَ فِعْلَ مَا خَوفه به ناجزا فلا يتحقق العجز بدون اجتماع ذلك كله، 

“Syarat terjadinya pemaskaan adalah, adanya kemampuan pemaksa untuk merealisasikan ancamanya dengan seketika, baik menggunakan kekuasaanya atau keunggulanya. Dan ketidak mampuan orang yang dipaksa untuk menolak ancaman itu. dan mengira, jika dirinya membangkang, maka yang diancamkan itu akan terjadi.”

Selain itu, dalam kitab fiqh islami juz 8 dijelaskan, bahwa menurut jumhur ulama tidak terjadi talak terhadap orang yang dipaksa, sebab orang yang dipaksa tidak bermaksud untuk menjatuhkan talak  hanya saja ia melakukannya hanya untuk mencegah penganiayaan yang menimpanya.

Sedangkan kalangan Hanafiah menghukumi tetap jatuh talaknya orang yang dipaksa. Karena, orang yang dipaksa bermaksud untuk menjatuhkan talak meskipun ia tidak rela dengan dampak yang akan terjadi. Sebab hal ini sama seperti orang yang bercanda dalam melakukan talak.

 ثَلَاثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ , وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ: النِّكَاحُ، وَالطَّلَاقُ، وَالرَّجْعَةُ.

 “Tiga perkara yang seriusnya dianggap serius dan bercandapun tetap dianggap serius, yaitu; nikah, thalaq, dan rujuk.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi serta yang lainnya). 

Jadi kita bisa menarik kesimpulan bahwa sebelum kita menghakimi jatuhnya talak atau tidak, sebaiknya diketahui dulu kriteria keterpaksaan seperti apa. Karena jika suami terpaksa menceraikan istrinya dengan alasan tidak cantik, maka jelas ini bukanlah keterpaksaan yang dimaksud.

Lalu keterpaksaan yang dimaksud di atas adalah adanya paksaan dari orang lain yang mampu menjalankan aksi ancamannya, seperti memukul, membunuh, memenjarakannya, hingga menghancurkan hartanya. Kemudian orang yang dipaksa juga menyangka bahwa jika ia tidak mau menceraikan istrinya maka ia akan di aniaya seperti yang diancamkan itu. Serta, ia juga tidak ada maksud di dalam hatinya untuk mencerai istrinya. Namun jika ia bermaksud menceraikan istrinya maka talaknya tetap dianggap jatuh.

Kesimpulannya, para ulama berbeda pendapat terkait jatuh tidaknya talak karena paksaan. Menurut ulama di kalangan Syafi’iyah, tidak terjadi. Sedangkan bila menurut ulama kalangan Hanafiyah, hal tersebut tetap terjadi karena dianalogikan kepada perbuatan yang ‘serius dan bercandanya talak itu tetap terjadi.’

Demikian pemaparan sekilas tentang hukum praktik menceraikan istri karena terpaksa, semoga tulisan ini bisa menambah wawasan kita.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...