Beranda Keislaman Ibadah Mencium Mushaf Al-Qur’an, Bid’ah? Begini Penjelasan Ulama Syafi’iyyah

Mencium Mushaf Al-Qur’an, Bid’ah? Begini Penjelasan Ulama Syafi’iyyah

Harakah.idMencium mushaf Al-Quran dianggap bid’ah oleh sebagian kelompok Muslim baru. Padahal mayoritas ulama membolehkan, bahkan ada yang menganggapnya sunnah. Benarkah mencium mushaf Al-Qur’an bid’ah? Begini penjelasan ulama Syafi’iyyah.

Memuliakan Al-Qur’an dengan cara mempelajari isinya lalu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, merupakan adab paling pokok terhadapnya. Dan ini perkara yang telah dimaklumi bersama. Namun, di sana ada beberapa adab yang lain, di antaranya adalah dengan menciumnya sebagai bentuk memuliakan dan mengagungkannya.

Mencium mushaf disunahkan atau minimal dibolehkan menurut pendapat Jumhur Ulama (mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Syafi’i dan Hanbali). Khusus dalam mazhab Syafi’i, pendapat yang masyhur adalah disunahkannya hal ini. Sebagian ulama syafi’iyyah yang lain menggunakan redaksi “dibolehkan”.

Hal ini berdasarkan sebuah riwayat dari sahabat yang mulia, yaitu Ikrimah bin Abu Jahal ra, bahwa beliau pernah meletakkan mushaf Al-Qur’an di keningnya (menciumnya) seraya menyatakan : “Ini kitab Tuhanku…ini kitab Tuhanku.” (HR. Ad-Darimi : 3393).

Selain riwayat di atas, para ulama menyimpulkan hal ini berdasarkan qiyas (analogi) kepada mencium Hajar Aswad. Dalam Hasyiyah Asy-Syarwani (1/155) disebutkan :

قَالَ الْبُجَيْرِمِيّ وَاسْتَدَلَّ السُّبْكِيُّ عَلَى جَوَازِ تَقْبِيلِ الْمُصْحَفِ بِالْقِيَاسِ عَلَى تَقْبِيلِ الْحَجَرِ الْأَسْوَدِ، وَيَدِ الْعَالِمِ وَالصَّالِحِ وَالْوَالِدِ إذْ مِنْ الْمَعْلُومِ أَنَّهُ أَفْضَلُ مِنْهُمْ

“Imam Al-Bujairimi berkata : Imam As-Subki berdalil untuk dibolehkannya mencium mushaf Al-Qur’an dengan diqiyaskan (dianalogikan) kepada mencium Hajar Aswad, tangan seorang alim, tangan orang salih, dan tangan orang tua. Karena telah dimaklumi, bahwa ia (Al-Qur’an) lebih utama dari mereka.”

Di dalam nukilan di atas dengan redaksi “dibolehkan”. Tapi dalam Hasyiyah Jamal (2/437) dengan redaksi “disunahkan”. Karena mencium Hajar Aswad hukumnya sunah, maka sesuatu yang diqiyaskan kepadanya secara otomatis juga menduduki hukum tersebut.

Imam Ahmad bin Hanbal rh pernah ditanya tentang hukum mencium mushaf. Lalu beliau menjawab dengan membawakan atsar dari Ikrimah bin Abu Jahal. Intinya, walaupun tidak ada dalil atau contohnya langsung dari Rasulullah SAW, tapi hal itu diperbolehkan. Hal ini disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu Fatawa (23/65).

Para ulama dari faksi (kelompok) salafi juga membolehkannya. Di antaranya, Syekh Abdul Aziz bin Baz rh. Beliau pernah ditanya tentang masalah ini, lalu beliau menjawab :

لاَ نَعْلَمُ دَلِيْلاً عَلىَ شَرْعِيَّةِ تَقْبِيْلِهِ، وَلَكِنْ لَوْ قَبَّلَهُ الإنْسَانُ فَلاَ بَأْسَ لِأَنَّهُ يُرْوَى عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ أَبِيْ جَهْلٍ الصَّحَابِيِّ الْجَلِيْلِ رضي الله تعالى عنه أَنَّهُ كَانَ يُقَبِّلُ الْمُصْحَفَ وَيَقُوْلُ: هَذاَ كَلاَمُ رَبِيْ

“Kami tidak mengetahui adanya dalil yang menunjukkan akan disyariatkannya mencium mushaf. Akan tetapi apabila seorang insan menciumnya, maka boleh. karena telah diriwayatkan dari Ikrimah bin Abu Jahal, seorang sahabat yang mulia ra, sesungguhnya beliau mencium mushaf sambil mengatakan “Ini ucapan Tuhanku”. (Majmu Fatawa : 9/289).

Kesimpulannya, mencium mushaf Al-Qur’an hukumnya disunahkan atau paling minimalnya dibolehkan. Hal ini berdasarkan dalil qiyas (analogi) kepada mencium Hajar Aswad serta adanya riwayat dari Ikrimah bin Abu Jahal yang telah disebutkan di atas. Semoga bermanfaat.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...