Beranda Keislaman Tafsir Mengambil Pelajaran Berharga Soal Hujan, Renungan Atas Qs. Al-A’raf: 57

Mengambil Pelajaran Berharga Soal Hujan, Renungan Atas Qs. Al-A’raf: 57

Harakah.id Hujan merupakan nikmat Allah yang diperoleh dari langit secara langsung maupun tidak langsung.

Akhir-akhir ini kita banyak mengalami fenomena alam. Salah satunya ialah musim hujan yang terus-menerus melanda di beberapa daerah. Fenomena tentang hujan telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan diuraikan dalam kajian sains.

Namun sering kali pembahasan ayat-ayat tentang hujan ditafsirkan dengan rezeki, rahmat, atau lainnya yag berkaitan dengan keagamaan. Padahal tidak sedikit dampak dari huja yang terus menerus dapat menyebakan banjir, longsor dan lainnya.

Adapun doa ketika hujan deras yang diriwayatkan Imam al-Bukhari, sebagaimana yang dibaca nabi ketika hujan turun deras

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Artinya: Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.

Hujan merupakan sebuah fenomena alam yang tidak bisa hanya dipandang begitu saja, akan tetapi kita harus melihat dari segi bagaimana hujan itu bisa terjadi, manfaat dari hujan itu setelah turun.

Hujan merupakan air yang terbentuk secara alami dari proses alam. Dalam kata lain, hujan merupakan sebuah proses turunnya butir-butir air akibat pengembunan uap air di atmosfer.

Hujan merupakan nikmat Allah yang diperoleh dari langit secara langsung maupun tidak langsung. Nikmat Allah yang mereka peroleh secara langsung adalah air hujan yang dapat dijadikan air minum dan keperluan lainnya dalam kehidupan manusia sehari-hari. Turunnya air hujan juga membuat udara yang panas menjadi sejuk dan menyegarkan badan.

Sedangkan nikmat Allah yang diperoleh secara tidak langsung dari air hujan adalah air itu dapat mengairi sawah dan menghidupkan segala macam tumbuh-tumbuhan Adapun fenomena tentang hujan telah Allah sebutkan dalam surah Al-a’raf ayat 57 dimana ayat ini menjelaskan tentang bagaimana manfaat hujan turun.

وَهُوَ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ بُشْرًاۢ بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖۗ حَتّٰٓى اِذَآ اَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنٰهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَاَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاۤءَ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِۗ كَذٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتٰى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

 “Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.”

Dalam tafsir al-Misbah karangan Quraish Shihab, ayat diatas menjelaskan bahwa hanya Allahlah yang mengirim angin sebagai pembawa berita datangnya rahmat melalui hujan yang menumbuhkan tanaman dan menyiraminya. Angin itu membawa awan yang berisikan air. Kami giring awan tersebut ke suatu daerah yang tidak ditumbuhi tanaman seperti orang mati yang tidak berkehidupan. Hujan pun lalu turun.

Dengan ayat itu Allah menumbuhkan berbagai macam buah-buahan. Seperti halnya daerah tersebut dihidupkan dengan ditumbuhkannya tanaman, begitulah Kami menjadikan orang-orang yang telah mati, hidup kembali. Semoga dengan kejadian ini kalian ingat kekuasaan Allah dan yakin dengan adanya hari kebangkitan.

Ayat ini membenarkan sebuah penemuan ilmiah yang belum diketahui saat al-Qur’an diturunkan, yaitu angin mengandung uap air. Ketika dihembus, angin akan berkumpul di suatu tempat dan menjadi awan.

Awan inilah yang kemudian menurunkan hujan setelah berkumpul dan menebal. Selain itu keberadaan hujan juga mempunyai fungsi dan ibrah antara lain :

  1. Hujan berfungsi sebagai rahmat
  2. Hujan berfungsi menumbuhkan pohon dan tanaman.
  3. Hujan bisa dipakai sebagai alat bersuci. Karena ia termasuk jenis air yang bersih
  4. Ternyata keberadaan hujan bisa berguna untuk menghilangkan gangguan dari syaitan
  5. Hujan berfungsi sebagai sumber kehidupan bagi manusia dan binatang
  6. Fungsi diturunkannya hujan juga sebagai musibah bagi kaum yang ingkar terhadap ajaran nabi.seperti yang menimpa kaum nabi nuh dan kaum nabi hud as (kaum ad).
  7. Hujan sebagai fenomena alam karena sebagai proses turunnya air dari langit ke bumi.


Demikian ulasan singkat tentang pelajaran berharga soal hujan menurut Al-Quran, surat al-A’raf: 57. Semoga dapat menambah wawasan kita bersama.

Artikel kiriman Ibnu Hajar, Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, IAIN Langsa, Aceh

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...