Beranda Keislaman Ibadah Mengangkat Tangan Saat Takbiratul Ihram Dalam Shalat Hukumnya Sunnah, Dilakukan Atau Tidak...

Mengangkat Tangan Saat Takbiratul Ihram Dalam Shalat Hukumnya Sunnah, Dilakukan Atau Tidak Tetap Sah

Harakah.id – Dalam shalat, ada gerakan wajib dan sunnah. Di antara gerakan sunnah dalam ialah mengangkat tangan ketika takbiratul ihram.

Lalu, selain saat takbiratul ihram, kapan saja kita disunnahkan mengangkat tangan dalam shalat? Perhatikan riwayat berikut ini.

عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ: «أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا كَبَّرَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا أُذُنَيْهِ، وَإِذَا رَكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا أُذُنَيْهِ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ» فَقَالَ: «سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ» فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ

Dari Malik bin Huwairits, bahwa Nabi Saw jika hendak takbiratul ihram, beliau mengangkat kedua tangannya sampai sejajar dengan kedua telinganya. Jika hendak rukuk, beliau mengangkat kedua tangannya sampai sejajar dengan kedua telinganya. Dan jika hendak mengangkat kepalanya dari rukuk, beliau berkata: “Sami’a Allahu liman hamidah”, sambil mengangkat kedua tangannya. (HR. Muslim).  

Melalui hadis di atas, dapat dipahami bahwa kesunnahan mengangkat tangan dalam shalat terdapat pada tiga tempat. Pertama, ketika takbiratul ihram. Kedua, ketika hendak rukuk, dan ketiga, ketika bangun dari rukuk.

Namun dalam riwayat lain dikatakan bahwa selain pada tiga tempat tadi, Nabi Saw juga mengangkat kedua tangannya, yakni ketika bangun dari tasyahud awal. Hal itu sebagaimana dikatakan pada riwayat berikut.

عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ ابْنَ عُمَرَ، كَانَ ” إِذَا دَخَلَ فِي الصَّلاَةِ كَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ، وَإِذَا رَكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ، وَإِذَا قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَفَعَ يَدَيْهِ، وَإِذَا قَامَ مِنَ الرَّكْعَتَيْنِ رَفَعَ يَدَيْهِ “

Dari Nafi’ bahwa Ibn Umar apabila hendak memulai shalat, beliau bertakbir dan mengangkat tangannya. Dan apabila hendak rukuk, beliau mengangkat kedua tangannya. Dan apabila membaca “sami’allahu liman hamidah´, beliau mengangkat kedua tangannya. Dan apabila hendak bangun dari tasyahhud awal, beliau mengangkat kedua tangannya. (HR. Al-Bukhari).

Al-Nawawi mengatakan, para ulama sepakat tentang kesunnahan mengangkat tangan saat takbiratul ihram. Namun, mereka berbeda pendapat pada selain takbiratul ihram.

Imam Syafii, Imam Ahmad, dan mayoritas ulama dari kalangan sahabat dan generasi setelahnya, mengatakan, disunnahkan juga mengangkat tangan ketika hendak rukuk dan ketika bangun darinya. Selain itu, dalam Madzhab Syafi’i, ada pendapat yang mengatakan bahwa disunnahkan pula mengangkat tangan ketika hendak bangun dari tasyahhud awal. Pendapat ini mengacu pada riwayat Imam Al-Bukhari di atas.

Demikianlah uraian singkat tentang kapan disunnahkannya mengangkat kedua tangan dalam shalat.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...