fbpx
Beranda Keislaman Muamalah Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.idPara istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan wajah dan kedua tangan mereka terbuka. Hal ini menjadi pertanyaan tersendiri bagi sebagian orang. Mengapa para kiai banyak yang berperilaku demikian. KH. Baha’uddin Nursalim menjawab pertanyaan ini.

- Advertisement -

Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia. Umumnya melihat agama sebagai perkara yang sangat penting. Tidak heran jika lembaga pendidikan agama tumbuh dengan pesat. Pesantren, kiai, dan satri merupakan pusat pendidikan agama Islam.

Pada umumnya, para kiai pesantren menganut mazhab Syafi’i. Dalam mazhab ini, cara berpakaian perempuan diatur agar sesuai dengan ajaran Islam. Salah satu bentuk aturan tersebut adalah menutup bagian tubuh yang disebut aurat.

Dalam kitab-kitab mazhab Syafi’i, aurat perempuan dibagi menjadi dua macam. Aurat saat shalat dan aurat di luar shalat.  Aurat perempuan di dalam shalat adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Di luar shalat, aurat perempuan adalah seluruh bagian tubuh tanpa terkecuali.

Kitab-kitab mazhab Syafi’i yang paling dasar menjelaskan hal ini. Tetapi, anehnya, para kiai pesantren tidak menerapkan aturan ini dengan ketat. Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan wajah dan kedua tangan mereka terbuka.

Hal ini menjadi pertanyaan tersendiri bagi sebagian orang. Mengapa para kiai banyak yang berperilaku demikian. KH. Baha’uddin Nursalim menjawab pertanyaan ini. Menurutnya, para kiai pesantren di Indonesia memang mengaku mengikuti mazhab Syafi’i. Tetapi dalam praktiknya, mereka tidak saklek.

Banyak praktik keagamaan yang dilakukan dengan cara berpindah mazhab. Salah satunya adalah tentang batasan aurat. Benar dalam mazhab Syafi’i aurat perempuan di luar shalat adalah seluruh tubuh tanpa terkecuali. Karenanya, tidak mungkin para kiai pesantren mengikuti mazhab ini dalam masalah batasan aurat perempuan.

Praktik yang terjadi adalah para kiai Indonesia sebenarnya telah berpindah mazhab, dari mazhab Syafi’i berpindah mengikuti mazhab Hanafi. Dalam mazhab Hanafi, memang diperbolehkan membuka wajah dan tangan. Ini menunjukkan bahwa para kiai pesantren seringkali tidak berpatokan pada salah satu mazhab saja dalam praktik sosial-keagamaannya.

Menurut Gus Baha’, panggilan akrab kiai dari Jawa Tengah ini, sebenarnya bukan berarti dalam mazhab Syafi’i tidak ada yang berpendapat batasan aurat seperti dikenal dalam mazhab Hanafi. Salah satu ulama Syafi’iyyah yang berpendapat bahwa aurat perempuan di luar shalat adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan tangan adalah Imam As-Suyuthi.

Jadi, sampai di sini bisa dipahami bahwa dalam praktiknya, ulama di Indonesia mengambil pendapat yang agak longgar dalam praktik sosial-keagamaannya. Inilah jawaban pertanyaan mengapa ada anak kiai tetapi tidak berjilbab dengan cara yang ketat seperti memakai cadar.

REKOMENDASI

Respons Para Kiai Dalam Tragedi Gestapu, Santuni Janda Dan Pesantrenkan Anak Yatim Tokoh-Tokoh PKI

Harakah.id - Respons para kiai dalam tragedi Gestapu sangat jelas. Para Kiai menyatakan bahwa PKI tetap harus dibatasi pergerakannya. Hanya saja,...

Ini Jawaban Apakah Jodoh Itu Takdir Atau Pilihan?

Harakah.id – Jodoh itu takdir atau pilihan? Setiap orang tentu bisa berikhtiar memilih dan menentukan untuk menikah dengan siapa. Tapi dia...

Maqashid Syariah Sebagai Ruh Kerja Ijtihad, Konsep Dasar Maqashid Syariah dan Sejarah Perkembangannya

Harakah.id – Maqashid Syariah sebagai ruh kerja ijtihad memang tidak bisa disangkal. Maqashid Syariah adalah maksud dan tujuan pensyariatan itu sendiri....

Marxisme Tidak Melulu Soal Komunisme dan Atheisme, Begini Cara Menjadi Sosialis yang Islami Ala...

Harakah.id – Tuduhan bahwa Marxisme dan Sosialisme selalu melahirkan Komunisme dan Atheisme sebenarnya kurang tepat. Buktinya Soekarno, seorang pembaca marxis dan...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...

Ada Orang yang Berkurban Tapi Belum Akikah, Bolehkah dalam Islam?

Harakah.id – Berkurban sangat dianjurkan ditunaikan oleh setiap Muslim. Tak berbeda, akikah juga diwajibkan kepada setiap anak yang lahir. Lalu bagaimana...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...