Beranda Khazanah Mengapa Ada Umat Islam Zaman Ini Yang Membenci Tasawuf?

Mengapa Ada Umat Islam Zaman Ini Yang Membenci Tasawuf?

Harakah.id Para pengikut ajaran Wahabi adalah kelompok yang sangat membenci orang-orang sufi dan mengkafirkan mereka, dan menganggap bahwa orang-orang sufi menyembah kuburan-kuburan waliyullah sehingga halal darahnya untuk dibunuh.

Saat ini umat manusia hidup dalam zaman modern yang serba praktis dan enak berkat teknologi canggih. Namun, kemodernan dan gaya hidup yang mementingkan materi ternyata tidak memberi kebahagiaan seutuhnya. Karena, di  samping kebahagiaan jasmani, manusia juga memerlukan kebahagiaan rohani.

Di sinilah dirasakan perlunya dakwah atau pelajaran agama, baik berbentuk tabligh maupun bacaan-bacaan yang menentramkan rohani, antara lain Tasawuf Modern karya Buya Hamka.

Amat disayangkan para ulama di wilayah kerajaan dinasti yang telah dipaksakan untuk mengikuti pemahaman ulama Muhammad bin Abdul Wahhab menjadi korban hasutan atau korban ghazwul fikri (perang pemahaman) yang dilancarkan oleh kaum Zionis Yahudi.

Salah satu contoh penghasutnya adalah perwira Yahudi Inggris bernama Edward Terrece Lawrence yang dikenal oleh ulama jazirah Arab sebagai Laurens of Arabian.

Laurens menyelidiki di mana letak kekuatan umat Islam dan berkesimpulan bahwa kekuatan umat Islam terletak kepada ketaatan dengan mazhab (bermazhab) dan istiqomah mengikuti tharikat-tharikat tasawuf.

Laurens mengupah ulama-ulama yang anti tharikat dan anti mazhab untuk menulis buku-buku yang menyerang tharikat dan mazhab. Buku tersebut diterjemahkan ke berbagai bahasa dan dibiayai oleh pihak orientalis.

Ulama keturunan cucu Rasulullah SAW., abuya Prof. DR. As-Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani, dalam makalahnya pada pertemuan nasional dan dialog pemikiran di Makkah Al-Mukarromah menyampaikan bahwa dalam kurikulum tauhid kelas tiga tsanawiyah cetakan tahun 1424 Hijriah di Arab Saudi berisi klaim dan pernyataan bahwa kelompok Sufiyyah (aliran-aliran tasawuf) adalah syirik dan keluar dari agama.

Para pengikut ajaran Wahabi adalah kelompok yang sangat membenci orang-orang sufi dan mengkafirkan mereka, dan menganggap bahwa orang-orang sufi menyembah kuburan-kuburan waliyullah sehingga halal darahnya untuk dibunuh. Naudzubillah

Pemahaman tersebut bersumber dari aqidah mereka yang menyatakan bahwa tauhid itu terbagi kepada tiga bagian: tauhid rububiyyah, tauhid uluhiyyah dan tauhid asma wa sifat.

Orang-orang sufi hanya percaya dengan tauhid rububiyyah dan tidak meyakini tauhid uluhiyyah, sebab itulah mereka kafir dan boleh dibunuh, bahkan mereka mengatakan bahwa kafir Qurays lebih bagus tauhidnya daripada orang-orang sufi.

Di Kuwait pernah terjadi perselisihan tajam di antara anggota parlemen di sana disebabkan persoalan yang terdapat di kertas ujian pelajar berisikan pengharaman dan pengkafiran orang-orang yang bertawasul, berziarah ke makam para wali dan mencium kuburan.

Inilah penyebab banyak terbunuhnya umat Islam dari golongan syi’ah, sufi dan Asya’irah. Sebab, Wahabi menganggap orang-orang yang tidak memeluk pemikiran mereka itu sesat, fasik, kafir dan harus dibunuh.

Padahal Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah dari abad pertama sampai abad sebelum datangnya Ibnu Taimiyah (abad kedelapan) telah berijma’ bolehnya tawassul, bertabaruk denngan orang sholeh.

Andaikata mereka mau tetap berpegang pada kurikulum atau silabus perguruan tinggi Islam pada umumnya, tasawuf adalah tentang ihsan atau tentang akhlak.

Tasawuf hanyalah sebuah istilah untung jalan (tharikat) mencapai muslim yang berakhlakul karimah, muslim yang sholeh, muslim yang berma’rifat, menyaksikan Allah SWT dengan hati (ain bashiroh).

Pada hakikatnya, upaya kaum Zionis Yahudi menjauhkan kaum muslim dari tasawuf adalah dalam rangka merusak akhlak kaum muslim sebagaimana mereka menyebarluaskan pornografi, gaya hidup bebas, liberalisme, sekulerisme, pluralisme, hedonisme dll. Bagi yang rusak akhlaknya akan cepat menularkan kepada yang lainnya.

Imam Syafi’i menyatakan bahwa orang yang buruk itu seperti seumpama bagian bawah pada dandang (tempat menanak nasi) yang hitam. Kata Imam Syafi’i, dia hitam dan dia ingin menempelkannya ke kulit kita. Kalau kita terpancing, maka yang hitam itu dua. Jadi, kalau sampai kita sadar bahwa ada ruhani yang tidak stabil dan kita terpancing untuk tidak stabil, maka sesunggunya yang terjadi adalah dua ketidakstabilan, karena kita terpancing.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...