Beranda Keislaman Doa Mengapa Doa Anda Tidak Dikabulkan? Mungkin Ini Penyebabnya

Mengapa Doa Anda Tidak Dikabulkan? Mungkin Ini Penyebabnya

Harakah.id – Perbanyaklah intropeksi diri. Jangan-jangan kita pernah melakukan beberapa hal yang menyebabkan doa kita belum dikabulkan Allah Swt.

Setiap orang dianjurkan untuk berdoa kepada Allah Swt. Doa sekaligus sebagai bentuk kerendahan hati dan pernyataan bahwa tidak ada kuasa melainkan kuasa Allah Swt dan manusia butuh kepada Allah Swt. Namun perlu diketahui, tidak semua permintaan hamba dikabulkan Allah Swt. Karena bisa jadi permintaan tersebut tidak sesuai dengan kehendak Allah Swt.

Merujuk pendapat beberapa ulama, Syeikh Abdul Qadir dalam Ghunyatul Thalibin menyebut beberapa hal penyebab tidak dikabulkan doa. Di antaranya, ada yang mengatakan, doa memiliki adab dan syarat, orang yang memenuhi adab dan syarat tersebut kemungkinan besar doanya akan dikabulkan, tapi bagi yang tidak memenuhi syarat dan adab doa kemungkinan besar doanya tidak dikabulkan.

Ibrahim bin Adham pernah ditanya terkait kenapa doa tidak dikabulkan? Beliau menjelaskan, di antara penyebab tidak dikabulkan doa adalah tidak mengikuti sunnah Rasul, padahal kita tahu bahwa sunnah Rasul harus diikuti; tidak mengamalkan al-Qur’an; tidak bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan; tidak mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan Tuhan; tidak mempersiapkan bekal untuk kematian; melupakan aib sendiri dan sibuk dengan aib orang lain.

Kalau doa kita belum dikabulkan, terus berusahalan dan berdoa kepada Allah. Mungkin Allah punya rencana terbaik untuk kita. Bisa jadi saat ini belum dikabulkan, mana tahu esok atau tahun depan Allah punya rencana lain untuk kita.

Kemudian, perbanyaklah intropeksi diri. Jangan-jangan kita pernah melakukan beberapa hal yang disebutkan Ibrahim bin Adham di atas, sehingga doa kita belum dikabulkan Allah Swt.

Di sinilah sebenarnya kita harus kembali merenung. Apakah diri kita telah melaksanakan kewajiban yang dibebankan kepadanya atau belum. Jika belum tentu ini menjadi keniscayaan terendiri memperbaiki tingkah laku kita, khususnya kepada Allah SWT.

Jika memang kita merasa telah melaksanakan kewajiban, tetapi Allah belum mengijabah doa kita, maka kita harus berhusnuzan kepada Allah. Senantiasa berhusnuzan kepada Allah adalah wajib. Penting. Allah SWT pernah mengatakan dalam salah satu Qudsinya, “Aku sesuai prasangka hambaku kepadaku.”

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...