Beranda Tokoh Mengapa Ibnu Khaldun Sebagai Bapak Sosiologi Islam?

Mengapa Ibnu Khaldun Sebagai Bapak Sosiologi Islam?

Harakah.idIbnu Khaldun adalah seorang ilmuan yang sangat hebat di masanya. Beliau meninggalkan banyak karya di antaranya coretan-coretan kisah hidupnya semasa muda hingga tutup usia.

Artikel ini berisi tentang biografi ibnu Khaldun yang sangat terkenal, dan sebagai pengarang kitab muqaddimah. Di dalam kitab Muqaddimah ini,pengarang menyingkap aneka hukum masalah perkembangan sejarah masyarakat, pengarang mengutip tentang merdekanya suatu bangsa dengan alasan-alasannya, dan menyebutkan sebab runtuhnya bangsa dan peradabannya. Selainitu,ia memberikan juga contoh kesewenangan dan kebobrokan politik, ekonomi, dan sosial, juga contoh-contoh, kesombongan dan kemewahan  kondisi-kondisi sosial yang mengantarkan pada kehancuran suatu bangsa. Bahkan kitab muqaddimah ini adalah awal dari kitab al-‘ibar yang malah kurang popular dikalangan masyarakat kalah dengan kitab ini yang notabene nya hanya permulaan kitab inti. Beliau banyak menulis otobiografinya sendiri dengan sangat rinci dan jelas sehingga pembaca dapat lebih memahami apa maksud yang di sampaikan penulis dapat di terima dengan utuh.

Ibnu Khaldun adalah seorang ilmuan yang sangat hebat di masanya. Beliau meninggalkan banyak karya di antaranya coretan-coretan kisah hidupnya semasa muda hingga tutup usia. Beliau banyak menorehkan pemikiran liar dan pandangan filusufnya sendiri, terkadang hal ini menjadi kontroversi di kalangan pembaca otobiografi beliau yang sangat bagus, hebatnya lagi setiap pembaca memiliki pandangan sendiri tentang apa yang dia dapatkan semasa membacanya. Beliau di juluki bapak sosiologi islam karena pemikiran-pemikiran yang sangat kritis dan dapat diterima oleh masyarakat sekitar, bahkan banyak raja yang menjadikan ibnu khladun sebagai pemerintah di negaranya karena saking tegasnya beliau. Banyak sekali kitab yang telah beliau tulis dengan pemikiran pribadinya yang sangat khas dan banyak pembaca yang merasa sepemikiran dengan beliau.

Ibnu Khaldun meninggalkan banyak karya diantaranya coretan-coretan kisah hidupnya semasa muda hingga tutup usia, beliau banyak menorehkan pemikiran liar dan pandangan filusufnya sendiri, terkadang hal ini menjadi kontroversi di kalangan pembaca otobiografi beliau yang sangat bagus, hebatnya lagi setiap pembaca memiliki pandangan sendiri tentang apa yang dia dapatkan semasa membacanya. Ibnu Khaldun lahir di Tunisia pada 1 Ramadhan 732 H/27 mei 1332 M dan wafat di Khairo pada tanggal 25 ramadhan 808 H/19 maret 1404 M. Nama lengkap beliau adalah Waliyudin Abdurrahman ibn Muhammad Ibn Muhammad Ibn Muhammad Ibn Al Hasan bin Jabir Ibn Muhammad ibn Muhammad ibn Abdurrahman ibn Khaldun.[1]  

Ibnu Khaldun ialah keturunan dari silsilah ternama dan terhormat. Dia di besarkan dengan bergelimang harta warisan orang tuanya, dia di besarkan di tangan ayahnya dan gurunya. Dia membaca, mempelajari, dan menghafal Al-Quran dan mempelajari bermacam-macam cara membacanya tak lupa juga penafsirannya, dia juga mempelajari fiqh, hadist dan gramatikal arab yang sangat terkenal pada saat itu, tak hanya itu beliau belajar tentang filsafat dan logika selama belajar guna mendukung keberhasilan belajarnya.

Pada saat ibnu Khaldun belajar pusat pendidikan berada di afrika utara, disana banyak sekali filusuf terkenal. Ibnu Khaldun menulis semua guru di setiap cabang ilmu dan menggambarkannya dengan bagus. Secara keseluruhan kehidupan beliau di bagi menjadi 4 tahap yakni : pertama, tahap kelahiran ,perkembangan, dan study, fase ini berlangsung mulai beliau lahir sampai umur 20 tahun, yakni 732 H/1332 M hingga 751 H/1350 M. tahap selanjutnya ialah pengabdian dan politik di Andalusia tahun 751 H/1350 M sampai 776 H/1374 M. Yang selanjutnya yakni, kepengarangan, saat dia uzlah pada tahun 776 H/1374 M. yang terakhir fase mengajar dan bertugas sebagai hakim negri di mesir pada tahun 784 H/1382 M sampai wafatnya pada tahun 808 H/1406 M.[2]

Ibnu Khaldun belajar di Afrika Utara sampai umur 18 tahun, Pada 1349 M/749 H beliau di haruskan sendiri oleh keadaan karena orang tuanya meninggal dunia, dan gurunya pun pergi meninggalkannya, bahkan Sebagian besar masyarkat Tunisia gugur saat itu. Dia sangat murung karena ditinggal orang-orang tersayangnya dan hamper kehilangan semangat belajar, sehingga dia memutuskan untuk pergi ke Mauritania, tapi dicegah oleh kakaknya. Pada pertengahan abad ke-7 H, Bani Khaldun mendapat perlindungan dari bani hafs dan mulai menguasai sistem pemerintahan penting.

Pada taun 755 H/1354 M. Beliau melanjutkan perjalanan ke Andalusia disana ia mendapatkan banyak sekali pengalaman mulai dari teman baru sampai banyak ilmu tentang syair terutama karena pada saat itu yang paling popular disana kemudian beliau meninggalkan Granada dan pergi dari almeria menuju bougie pada taun 776 H/1364 M. Ibnu Khaldun pergi dari Tunisia pada bulan sya’ban 784 H/oktober 1382 M. Dan tiba di khairo pada Zulqo’dah 784 H/November 1382 M. dia sangat kagum dengan keindahan kota ini, hal ini wajar jika ada orang afrika ke tempat itu, tak lama kemudian beliau langsung di angkat sebagai sultan, hal ini sontak mengagetkan warga sekitar. Dan pada jumadil awal 787 H/juli 1385 M. ibnu Khaldun di copot dari jabatan, dia menerusakan untuk mengajar di madrasah pada 789 H. Setelah kurang lebih 14 tahun tidak menjadi hakim beliau kemudian di angkat lagi menjadi hakim pada Ramadhan 801 H. Kemudian pada tahun 803 H di berhentikan tugasnya Kembali karena ada kaum yang sudah merencanakannya. [3]

Ibnu Khaldun agak beda dengan ulama yang yang dimana ia menganggap sejarah adalah hal yang sangat penting untuk di perdalam bukan hanya membacanya apalagi melupakannya. Maka dari itu beliau mengarang kitab muqaddimah karya tentang sejarah dan sebagai penjelas bagaimana cara belajar dan mendalami sejarah, maka dari itu karyanya sangat fenomenal. Ketia beliau berumur 45 tahun, ia ‘uzlah dan focus untuk mengarang kitab muqaddimah ini. Kitab Al-Muqaddimah mengandung  pengantar makna tentang sejarah, kesalahan-kesalahan para penulis buku sejarah, dan cara memperbaikinya dengan cara berpedoman  kepada ilmu peradaban. Ini merupakan buku pertama yang berisikan enam bab yang melingkupi arti sejarah sebagai ilmu yang kejadiannya harus dipelajari secara obyektif.

Dalam bab pertama, Ibnu Khaldun menulis beberapa fakta tentang peradaban manusia secara umum. Ia menjelaskan teorinya tentang lingkungan dan pengaruhnya terhadap pembentukan jiwa manusia. Dalam bab kedua beliau menjelaskan masalah peradaban masyarakat modern dan masyarakat primitif. Ia juga menjelaskan tentang peradaban-peradaban desa yang biasanya berpegangteguh pada sektor pertanian. Menurut beliau, peradaban desa seringkali tertinggal. Dalam bab ketiga, ia membahas tentang kekhilafahan, dan kerajaan. Dengan kata lain beliau membahas masalah poin-poin politik dan pemerintahan yang muncul dalam kehidupannya dengan peradaban. Dalam bab keempat beliau menulis tentang peradaban masyarakat perkotaan, negeri-negeri dan kota-kota selain berbicara tentang pengaruh. pengaruh peradaban kerajaan-kerajaan, fase-fasenya dan ketundukannya kepada hukum sebab-sebab alam. Dalam bab kelima, Ibnu Khaldun menulis keterkaitan antara kondisi-kondisi peradaban dengan berbagai macam profesi masyarakat. Dan dalam bab keenam, ia membicarakan hubungan keadaan dan peradaban secara luas dengan ilmu pengetahuan, cara-cara pengajarannya dan mempelajarinya. Dalam bab ini, Ibnu Khaldun menghubungkan antara ilmu dan pengajaran peradaban manusia dengan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai salah satu penyangga peradaban.[4] Pada tahun 1858 kitab mukaddimah pun diterbitkan oleh Quatremere, dan telah di terjemahkan ke berbagai Bahasa seperti : turki, prancis, jerman, italia, dan masih banyak lagi.

Karya-karya Ibnu Khaldun antara lain:

  1. Kitab Lubaab al Muhashal, kitab ini selesai saat berumur 19 tahun dan berisi komentar tentang rajaz tentang ushul fiqh.
  2. Kitab Mukaddimah, kitab ini adalah kitab pengantar dari al-‘ibar dan kitab inilah yang menjadikan nama beliau terkenal.
  3. Kitab Al-‘Ibar, wa Diwan al-Mubtada’ wa al-Khobar, kitab tentang arsip sejarah yang sangat lengkap beserta penjelasannya
  4. Syifa al-Sail fi Tadhib al-Masail, adalah kitab teologi dan konvensional
  5. Kitab Al-Ta’rif bi Ibnu Khaldun wa Rihlatuhu Syarqon wa Gharban, kitab terakhir dari beliau ini berisi otobiografi yang juga sangat menakjubkan banyak orang.[5]

Ibnu Khaldun meninggalkan banyak karya diantaranya coretan-coretan kisah hidupnya semasa muda hingga tutup usia, beliau banyak menorehkan pemikiran liar dan pandangan filusufnya sendiri, terkadang hal ini menjadi kontroversi di kalangan pembaca otobiografi beliau yang sangat bagus, hebatnya lagi setiap pembaca memiliki pandangan sendiri tentang apa yang dia dapatkan semasa membacanya.

Artikel kiriman dari Muhammad Imron F., Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang


[1] Dr. Machnun Husein, M.Ag.BIOGRAFI IBNU KHALDUN(Jakarta: zaman 2013), hlm.14

[2] AHMADIE THAHA, ibnu Khaldun ulama, sejarawan, sosiolog, ilmuan dan filusuf (Jakarta : Pustaka firdaus) hlm.71.

[3] Ibid , Dr. Machnun Husein. Hlm 50-100

[4] Masturi irham, Lc, MUKADDIMAH (Jakarta: PUSTAKA AL-KAUTSAR) hlm.7

[5] UIN BANTEN, BIOGRAFI IBNU KHALDUN,ISI BAB 2.pdf (uinbanten.ac.id),15 OKTOBER 2022

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...