Beranda Keislaman Ibadah Mengapa Kita Wajib Membayar Zakat? Simak Penjelasan Prof. Quraish Shihab Ini!

Mengapa Kita Wajib Membayar Zakat? Simak Penjelasan Prof. Quraish Shihab Ini!

Harakah.id Membayar zakat adalah salah satu rukun dalam rukun Islam. Setiap orang muslim wajib membayarkan zakatnya, baik itu zakat fitri, zakat mal atau jenis zakat lainnya. Lalu mengapa kita diwajibkan? Prof Quraish Shihab punya jawabannya…

Dalam Islam, dikenal istilah zakat. Secara umum, zakat terbagi menjadi dua: zakat fitrah dan zakat mal. Keduanya merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang muslim. Mengapa? Karena termasuk salah satu dari kelima rukun Islam.

Mungkin sebagian kita ada yang bertanya tentang mengapa seorang muslim diwajibkan membayar zakat. Terkait hal ini, agaknya pandangan Prof. Quraish Shihab, sebagaimana tertulis dalam buku Islam yang Saya Anut, bisa mengobati kegelisahan itu. 

Pertama, ada Allah SWT dalam usaha kita

Allah SWT telah menciptakan semua hal yang ada di muka bumi ini untuk kebutuhan manusia. Manusia diperintahkan untuk mengelolanya. Dengan kata lain, Allah telah memberikan dan menyediakan bahan-bahan mentah agar manusia bisa mengolahnya. 

Air, udara, tanah, misalnya, adalah hal-hal yang memang sudah ada dari “sono”-nya. Manusia tidak perlu membuatnya dan oleh karenanya, “tinggal pakai saja”. Alasan inilah yang menjadikan wajar adanya bila ketika manusia menghasilkan sesuatu dari bahan mentah itu, Allah SWT “meminta” sebagian dari hasil itu. 

Yang harus dicatat adalah apa yang dimintakan dengan zakat itu bukan untuk kepentinganNya. Dia tetaplah Tuhan yang Maha Segalanya, baik kita mengeluarkan zakat atau tidak. Membayar zakat tak lain bertujuan untuk membantu mereka yang memang membutuhkan dan termasuk dalam mustahiq zakat (orang-orang yang berhak menerima zakat). 

Kedua, kita dibantu orang lain

Keberhasilan manusia dalam memperoleh sesuatu selalu terdapat campur tangan orang lain di dalamnya, baik disadari atau tidak. Ketika kita berbinsis/bekerja, selalu ada mereka yang telah membuat jalan, menjaga tol, tukang parkir, pembeli, dan lain-lain. 

Oleh karenanya, wajar bila kita tidak diperbolehkan untuk mengambil keuntungan semuanya, meski secara kasat mata, semuanya adalah “murni” dari keringat kita. Pada posisi ini, kita dituntut untuk peka kepada mereka yang terlibat itu, terlebih bagi mereka yang memang membutuhkan. 

Ketiga, manusia semua bersaudara

Nenek moyang manusia adalah orang yang sama: Adam dan Hawa. Hal ini menegaskan bahwa sejatinya manusia adalah bersaudara. Dengan cara membayar zakat, maka sebenarnya kita sedang disuruh untuk berbuat baik kepada saudara kita sendiri. 

Memang harus diakui, tidak semua orang berhak menerima zakat. Hanya mereka yang memenuhi kriterialah yang berhak. Manusia dituntut untuk tidak mengabaikan saudarnya yang sedang membutuhkan. Ketika manusia enggan berzakat, maka wajar bila dikatakan  kepadanya, “Sama saudara masak begitu?”. 

Walhasil, zakat adalah ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap muslim. Ketiga alasan di atas diharapkan bisa menjadi pengingat kepada kita bersama bahwa ada peran Allah dan peran orang lain dalam usaha kita, serrta kita sebenarnya adalah bersaudara. 

REKOMENDASI

Demi 1 Hadis, Sahabat Nabi Ini Tempuh Jarak 4000 Km untuk Pastikan Hafalannya

Harakah.id – Kisah seorang sahabat yang rela menempuh jarak Madinah-Mesir hanya untuk mencocokkan satu hadis yang dihafalnya. Tidak...

Cara dan Waktu Puasa Syawal 6 Hari Harus Urut atau Boleh Terpisah-pisah?

Harakah.id – Cara dan waktu puasa Syawal 6 hari boleh dilakukan secara berturut-turut di waktu awal bulan, maupun secara terpisah-pisah di...

Dahulukan yang Mana? Ganti Utang Puasa Wajib Atau Berpuasa Syawal?

Harakah.id - Ganti utang puasa wajib atau berpuasa syawal? Mana yang harus dikerjakan dulu? Mungkin kalian bertanya-tanya. Dan simak artikel berikut...

4 Tujuan Puasa Yang Wajib Diketahui, Agar Ibadah Puasa Semakin Bermakna

Harakah.id - Puasa dalam Islam memiliki tujuannya sendiri. Berdasarkan petunjuk al-Quran, hadis, dan telaah para ulama, kita temukan sedikitnya empat tujuan...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...