Beranda Khazanah Mengapa Orang Mati Perlu Diajak Bicara, Mengenal Tradisi Talqin Mayit dalam Islam

Mengapa Orang Mati Perlu Diajak Bicara, Mengenal Tradisi Talqin Mayit dalam Islam

Harakah.idTalqin maknanya adalah mendikte. Maksudnya mendiktekan kata-kata atau kalimat tertentu agar ditirukan oleh mayit yang baru meninggal. Yang didikte oleh sang penuntun tentu saja adalah ruhnya, bukan jasadnya.

Dalam tradisi umat Islam, ketika jenazah dikuburkan secara sempurna, kyai atau modin membaca sejumlah bacaan, yang ditujukan kepada si jenazah yang baru dimakamkan. Tradisi ini biasa disebut dengan talqin.

Talqin maknanya adalah mendikte. Maksudnya mendiktekan kata-kata atau kalimat tertentu agar ditirukan oleh mayit yang baru meninggal. Yang didikte oleh sang penuntun tentu saja adalah ruhnya, bukan jasadnya. 

Penalqinan ini dengan tujuan tidak lain adalah untuk mengingatkan bahwa si mayit akan ditemui oleh malaikat dan diberikan pertanyaan-pertanyaan kubur. Talqin umumnya dilakukan sejenak setelah mayit diqubur dengan sempurna.

Diharapkan dengan dilakukannya talqin, si mayit memperoleh manfaat dari talqin tersebut. Hal ini didasarkan pada suatu hadis yang memberi khabar bahwa orang yang sudah meninggal itu masih bisa mendengar suara sandal orang yang pulang sehabis mengantarkan jenazahnya. 

Kemudian mungkin dari kita ada yang bertanya-tanya apakah talqin kepada mayit yang sudah meninggal itu ada dalilnya? Apakah ada tuntunannya? Dan sebagainya. Jawabannya ada.

Dulu sewaktu pemakaman Ibrahim putra Nabi Muhammad SAW, Rasulullah melakukan talqin terhadap jenazah putranya tersebut, bahkan walaupun masih belum dewasa ketika meninggal (Jalal al-Din al-Suyuthi, al-Hawi bi al-Fatawi,juz 2, hlm.176-177). 

Menurut Syaikh Muhammad Amin al-Kurdi al-Irbili al-Syafi’I, setelah sempurnanya penguburan seseorang mayit, maka disunnahkan seseorang duduk di atas kuburannya, dan menalqinnya dengan bahasa yang jelas dan mudah difahami, jika mayit tersebut adalah akil baligh, dan tidak mati syahid (Tanwir al-Qulub, 214). Akan tetapi menurut Syaikh Arsyad al-Banjari, bahkan jika mati syahid sekalipun, sunnah ditalqin (Sabil al-Muhtadin, II;84). 

Dari penjelasan para Ulama tersebut kita bisa memahami bahwa Talqin itu sangat dianjurkan, karena juga memilki manfaat yang utama, seperti

1)    Wasiat pada si mayat akan pertanyaan kubur

2)    Mengingatkan orang-orang yang hadir di situ akan adanya siksa dan nikmat kubur dan secara eksplisit menyuruh kita untuk selalu menjaga sikap, Iman (tauhid), Islam (syariat) dan Ihsan (muamalah).

3)    Mendo’akan si mayit agar mendapatkan ampunan minimal mendapatkan keringanan disisi Allah SWT.

Talqin juga dianjurkan oleh Rasulullah SAW, seperti dalam hadits berikut,

1)    Abu Dawud

Rasulullah SAW bersabda: Talqinlah Mayitmu dengan ucapan laa ilaaha illallah

(Sunan Abu Dawud, Juz II)

2)    Nasa’i, dengan jalur periwayatan dari Abu Sa’id al-Khudri.

Berdasarkan hadis Rasulullah, riwayat ‘Aisyah dikemukakan bahwa orang yang sudah dikuburkan, maka ia masih tetap bisa merasakan dan mendengar atas kehadiran, salam (yang tentu saja pernyataan dan doa yang ditunjukkan kepada Allah untuknya) dari orang yang menghadiri (menziarahi) dirinya (al-Habib Zain al-‘Abidin al-‘Alawi, al-Ajwibah al-Ghaliyah, 60-61).

Selesai talqin hendaklah sejumlah orang supaya tetap berada di sekitar kubur untuk sesaat waktu mendo’akan tatsbit dan magfirah, disamping dan membacakan surat Yasin dan Tahlil. Semoga kita selalu dan lindungan, petunjuk dan magfirah-Nya. 

Artikel kiriman dari Nurran Khalifatul Ardhi, Malang.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...