Beranda Keislaman Akhlak Mengapa Penting Belajar Fikih Sirah Nabawiyah? Ini Lima Urgensinya Menurut Syeikh Ramadan...

Mengapa Penting Belajar Fikih Sirah Nabawiyah? Ini Lima Urgensinya Menurut Syeikh Ramadan al-Buthi

Harakah.idFikih sirah nabawiyah beda dengan sirah nabawiyah. Jika Sirah Nabawiyah hanya menyuguhkan kisah-kisah, Fikih Sirah Nabawiyah melengkapinya dengan faidah, hikmah dan pelajaran di balik kisan-kisan tersebut.

Mengapa kita penting mempelajari fikih sirah nabawiyah? Ini lima jawaban dari Syeikh Ramadan al-Buthi.

Allah telah menyempurnakan kenikmatan dan kasih sayang-Nya bagi seluruh makhluk dengan mengutus Nabi Muhammad Saw.  Allah Swt. berfirman

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ 

wa mā arsalnāka illā raḥmatal lil-‘ālamīn

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” (Q.S. Al-Anbiya[21]: 107)

Ulama menjelaskan bahwa kewajiban yang mesti kita laksanakan terhadap Nabi Muhammad Saw. ialah mencintai, menaati, mengikuti, meneladani, memuji dan mengucap shalawat serta salam kepadanya. Kita juga patut bersyukur atas nikmat teragung yang Allah karuniakan tersebut yakni dengan diutusnya Nabi Muhammad Saw. sebagai rahmat bagi semesta alam yang membawa risalah kenabian yang menjadi cahaya dan petunjuk bagi seluruh hamba-Nya.

Kewajiban yang mesti kita lakukan terhadap Nabi Muhammad Saw. hanya dapat terealisasi dengan baik dan benar, apabila kita mengetahui secara keseluruhan kehidupan Nabi Muhammad Saw. Ulama telah menulis beragam karya tulis yang mengisahkan seluruh kehidupan Nabi Saw. Ilmu yang mempelajari kehidupan Nabi Muhammad Saw. diistilahkan dengan Sirah An-Nabawiyah.

Baca Juga: Bukan Hanya Nabi Muhammad, Ini Daftar 15 Nabi yang Lahir Dalam Keadaan Sudah Terkhitan

Sirah Nabawi mestinya dijadikan madrasah pertama yang menjadi tempat belajar umat Islam tentang nilai-nilai ajaran Islam. Siapa pun yang telah mempelajari Sirah Nabawi sedari dini, maka ia telah memiliki pondasi untuk membangun agamanya yang sesuai dengan tuntunan syariat. Mempelajari sirah nabawi terbukti pula menjadi pondasi kokoh benteng umat Islam dari pemahaman dan pemikiran yang menyimpang sesat dan menyesatkan. 

Alasan mengapa Sirah Nabawi dijadikan materi yang paling awal dipelajari, sebab dengan mempelajarinya seseorang akan memperoleh kekuatan dalam menjelaskan ajaran Islam yang benar; memberikan keteguhan pada akal dan hati untuk senantiasa mengimani seluruh nilai-nilai keimanan dalam Islam; dan memberi gambaran Islam yang sesungguhnya.

Tujuan mempelajari dan memahami fikih sirah Nabawiyah bukan hanya sekedar mengamati pelbagai peristiwa sejarah dalam kehidupan Nabi Muhammad Saw. juga bukan hanya sekedar mengisahkan atau meriwayatkan kembali kisah dan peristiwa yang dianggap valid menurut teori-teori sejarah.

Tujuan mempelajari sirah nabawiyah adalah agar umat Islam dapat mendapatkan gambaran hakikat Islam yang menjelma dalam kehidupan Nabi Muhammad Saw. Oleh sebab itulah kajian fikih sirah nabawiyah tidak sama atau berbeda dengan kajian riwayat hidup seorang khalifah, raja, atau pun biografi seorang tokoh terkenal.

Syaikh Dr. Muhammad Said Ramadhan al-Buthi menjelaskan beberapa point tentang pentingnya mempelajari fikih sirah nabawiyah, yakni sebagai berikut: 

Pertama, dengan mempelajari kehidupan Nabi Muhammad Saw. beserta kondisi dan situasi keadaan semasa Beliau hidup bertujuan supaya umat dapat memahami kepribadian Nabi Muhammad Saw. sebagai seorang nabi dan rasul yang diberi wahyu oleh Allah Swt. Hal ini supaya tidak hanya melihat Nabi Muhammad Saw. sebagai seorang super power yang memiliki kecerdasan, jiwa kepemimpinan, dan kesempurnaan dalam sifat-sifat kemanusiaan, akan tetapi yang paling awal harus disadari bahwa Muhammad Saw. adalah seorang nabi dan rasul yang telah diberikan wahyu dari Allah serta memberinya berbagai mukjizat serta kesempurnaan dalam sifat-sifat kemanusiaan. 

Baca Juga: Syeikh Ramadan al-Buthi, Ulama Lemah Lembut yang Gugur di Majelis Pengajian Tafsirnya Karena Bom Bunuh Diri

Kedua, agar umat Islam menemukan manusia ideal yang dapat dijadikan teladan dan panutan utama dalam menjalani seluruh kehidupan di dunia. Nabi Muhammad Saw. adalah manusia yang memiliki kesempurnaan dalam sifat-sifat baik, sehingga jika seseorang ingin mencari panutan atau suri teladan maka hanya Nabi Muhammad Saw. lah yang utama dan pertama harus dijadikan teladan.

Ketiga, memahami sirah nabawiyah merupakan salah satu langkah untuk memahami Kitabullah, yakni Al-Qur’an. Sebab, banyak dari ayat-ayat Al-Qur’an hanya dapat ditafsirkan dan dijelaskan dengan mencermati kehidupan Nabi Muhammad Saw. Mengabaikan sirah nabawi dalam menafsirkan Al-Qur’an dapat menjerumuskan seseorang kepada kesesatan dalam penafsiran Al-Qur’an. 

Keempat, agar setiap Muslim dapat menghimpun porsi terbesar wawasan dan pengetahuan Islam yang benar, baik yang terkait dengan akidah, hukum, maupun akhlak.

Kelima, dengan memahami sirah nabawiyah para pendidik dan para pendakwah memiliki contoh yang hidup tentang bagaimana mendidik dan mengajarkan ilmu. Sebab, Nabi Muhammad Saw. adalah guru, pendidik, pemberi nasihat, sekaligus pengajar utama yang tidak kenal lelah mempraktikkan cara mendidik dan mengajar yang efektif melalui beberapa tahapan dakwahnya.

Dr. Muhammad Said Ramadhan al-Buthi memberikan kesimpulan bahwa Sirah nabawiyah dapat mewujudkan semua tujuan kemaslahatan kehidupan manusia, karena kehidupan Nabi Muhammad Saw. meliputi seluruh aspek kemanusiaan dan kemasyarakatan, bagi sebagai seorang individu maupun anggota komunitas tertentu (misalnya, masyarakat).

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...