Mengapa Saat Tahiyat Akhir Kita Diwajibkan Bershalawat Kepada Nabi Ibrahim? Ini Alasannya…

0
1439
Mengapa Saat Tahiyat Akhir Kita Diwajibkan Bershalawat Kepada Nabi Ibrahim? Ini Alasannya...

Harakah.id Tahiyat akhir adalah satu bagian yang harus dikerjakan dalam salat. Di dalamnya, kita membaca shalawat, termasuk shalawat kepada Nabi Ibrahim. Mengapa? Ini jawabannya…

Saat melaksanakan tasyahud akhir, sebagai muslim kita tentunya wajib membaca sholawat. Baik itu shalawat kepada nabi Muhammad maupun shalawat kepada nabi Ibrahim. Sebab hal itu menjadi rukun dalam tasyahud akhir.

Keterangan wajib seperti ini bisa kita lihat di dalam kitab karya Abu Ishaq Ibrahim al-Syairazi al-muhadzab fi fiqhil imam Syafi’i juz halaman 144 dengan redaksi sebagai berikut:

: فإذا فرغ من التشهد صلى على النبي صلى الله عليه و سلم وهو فرض في هذا الجلوس لما روت عائشة رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه و سلم قال : [ لا يقبل الله صلاة إلا بطهور وبالصلاة علي والأفضل أن يقول : اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وآل إبراهيم وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وآل إبراهيم إنك حميد مجيد ] 

“apabila telah selesai dari membaca tasyahud, kemudian membaca shalawat kepada nabi Muhammad SAW. yang mana ini hukumnya adalah wajib pada duduk ini. Karena berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA. Bahwasanya nabi Muhammad SAW. bersabda: ‘Ya Allah, karuniakanlah rahmat-ta’dzim pada nabi Muhammad dan keluarga nabi Muhammad sebagaimana engkau bersholawat kepada nabi Ibrahim dan keluarga nabi Ibrahim. Berkahilah nabi Muhammad dan keluarga nabi Muhammad saw. sebagaimana engkau memberkati nabi Ibrahim dan keluarga nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau dzat yang maha terpuji.”

Namun yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa sholawat pada tahiyat akhir itu bershalawat kepada nabi Ibrahim? apakah ada alasan atau pembahasan ulama mengenai hal ini?

Baca Juga: Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Di dalam kitab Hasyiyah Jamal juz 3 hal 428 karya Syekh Sulaiman al-Jumal terdapat redaksi kitab yang menjelaskan alasan mengapa pada tasyahud akhir kita wajib bershalawat kepada nabi Ibrahim. Setidaknya terdapat dua alasan yang ada dalam redaksi berikut ini:

Pertama adalah karena pada saat nabi melakukan mi’raj ke sidratul muntaha, nabi Muhammad mengucapkan salam kepada semua nabi dan tidak ada yang membalas salam nabi selain nabi Ibrahim.

خَصَّ إبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ بِذِكْرِهِ وَآلِهِ فِي الصَّلَاةِ لِوَجْهَيْنِ : أَحَدُهُمَا أَنَّ نَبِيَّنَا عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ رَأَى لَيْلَةَ الْمِعْرَاجِ جَمِيعَ الْأَنْبِيَاءِ وَسَلَّمَ عَلَى كُلِّ نَبِيٍّ وَلَمْ يُسَلِّمْ أَحَدٌ مِنْهُمْ عَلَى أُمَّتِهِ غَيْرَ إبْرَاهِيمَ فَأَمَرَنَا نَبِيُّنَا أَنْ نُصَلِّيَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ آخِرَ كُلِّ صَلَاةٍ إلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مُجَازَاةً لَهُ عَلَى إحْسَانِهِ

“dikhususkan shalawat pada nabi Ibrahim as. Dan keluarganya di dalam shalat karena dua alasan. Pertama karena nabi kita saw. ketika melakukan mi’raj melihat seluruh nabi dan mengucapkan salam kepada semua nabi akan tetapi tidak ada seorang pun yang membalas salamnya kecuali nabi ibrahim. Maka kita pun diperintahkan untuk bersholawat kepada nabi Ibrahim setiap akhir shalat hingga kiamat sebagai bentuk balasan terhadap kebaikan nabi Ibrahim.

Kedua adalah nabi Ibrahim berdoa dan menitipkan salam kepada umat nabi Muhammad yang melaksanakan haji.

الثَّانِي : أَنَّ إبْرَاهِيمَ لَمَّا فَرَغَ مِنْ بِنَاءِ الْبَيْتِ جَلَسَ مَعَ أَهْلِهِ فَبَكَى وَدَعَا فَقَالَ اللَّهُمَّ مَنْ حَجَّ هَذَا الْبَيْتَ مِنْ شُيُوخِ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ فَهَبْهُ مِنِّي السَّلَامَ فَقَالَ أَهْلُ بَيْتِهِ : آمِينَ ، قَالَ إِسْحَاقُ : اللَّهُمَّ مَنْ حَجَّ هَذَا الْبَيْتَ مِنْ كُهُولِ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ فَهَبْهُ مِنِّي السَّلَامَ فَقَالُوا : آمِينَ ثُمَّ قَالَ إسْمَاعِيلُ : اللَّهُمَّ مَنْ حَجَّ هَذَا الْبَيْتَ مِنْ شَبَابِ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ فَهَبْهُ مِنِّي السَّلَامَ فَقَالُوا : آمِينَ فَقَالَتْ سَارَةُ : اللَّهُمَّ مَنْ حَجَّ هَذَا الْبَيْتَ مِنْ نِسَاءِ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ فَهَبْهُ مِنِّي السَّلَامَ فَقَالُوا : آمِينَ فَقَالَتْ هَاجَرُ اللَّهُمَّ مَنْ حَجَّ هَذَا الْبَيْتَ : مِنْ الْمَوَالِي مِنْ النِّسَاءِ وَالرِّجَالِ مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ فَهَبْهُ مِنِّي السَّلَامَ فَقَالُوا : آمِينَ ، فَلَمَّا سَبَقَ مِنْهُمْ ذَلِكَ أُمِرْنَا بِالصَّلَاةِ عَلَيْهِمْ مُجَازَاةً لَهُمْ انْتَهَتْ

Kedua, bahwasanya nabi Ibrahim ketika selesai membangun baitullah, ia duduk bersama keluarganya lalu menangis dan berdoa: ‘Ya Allah, barangsiapa yang berhaji di baitullah berupa orang-orang tuanya umat nabi Muhammad, maka sampaikanlah salam dariku kepadanya’. Lalu keluarganya yang lain mengamininya.

Kemudian nabi Ishaq berkata: Ya Allah, barangsiapa yang berhaji di baitullah berupa orang-orang setengah bayanya umat nabi Muhammad, maka sampaikanlah salam dariku kepadanya’. Lalu keluarganya yang lain mengamininya.

Kemudian nabi Ismail berkata: Ya Allah, barangsiapa yang berhaji di baitullah berupa para pemuda umat nabi Muhammad, maka sampaikanlah salam dariku kepadanya’. Lalu keluarganya yang lain mengamininya.

Kemudian Sarah berkata: Ya Allah, barangsiapa yang berhaji di baitullah berupa perempuan-perempuan umat nabi Muhammad, maka sampaikanlah salam dariku kepadanya’. Lalu keluarganya yang lain mengamininya.

Kemudian Hajar berkata: Ya Allah, barangsiapa yang berhaji di baitullah berupa orang-orang yang mengurusi perempuan umat nabi Muhammad, maka sampaikanlah salam dariku kepadanya’. Lalu keluarganya yang lain mengamininya.

Tatkala telah selesai doa mereka, kami pun mendapat perintah untuk membaca sholawat kepada nabi Ibrahim sebagai balasan atas kebaikan mereka.

Baca Juga: Hukum Melafalkan Niat Ushalli dalam Shalat Menurut Ulama 4 Madzhab

Dari keterangan kita di atas, kita dapat mengetahui mengapa kita wajib membaca shalawat pada Nabi Ibrahim dalam tahiyat akhir.