Beranda Keislaman Hikmah Mengapa Salat Ditentukan di Lima Waktu? Dan Mengapa Setiap Muslim Wajib Melaksanakannya?...

Mengapa Salat Ditentukan di Lima Waktu? Dan Mengapa Setiap Muslim Wajib Melaksanakannya? Berikut Penjelasannya

Harakah.id Lima waktu dalam pensyariatan salat adalah sesuatu yang ta’abbudi. Ia sudah diatur dalam Islam dan berdasarkan langsung pada perintah Allah SWT. Tapi ada hikmah di balik itu.

Umat Islam sudah mafhum bahwa salah satu rukun Islam adalah melaksanakan salat lima waktu. Allah SWT berfirman, “Sungguh, shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (Qs. Al-Nisa’: 103). Dari sini kita tahu, bahwa salat lima waktu hukumnya wajib bagi setiap orang muslim.

Dan di antara kelima waktu tersebut, kita pun mengenal waktu subuh, waktu dhuhur, waktu ashar, waktu maghrib dan waktu isya. Waktu-waktu ini juga diatur dalam Islam berdasarkan pensyariatan langsung dari Allah SWT.

Nabi Muhammad saw. bersabda, “Waktu dhuhur ialah apabila tergelincir matahari ke arah barat dan terus berlanjut sehingga menjadi bayangan seseorang sama panjangnya, selama belum lagi datang waktu ashar. Dan waktu ashar sejak habisnya waktu dhuhur hingga matahari belum kuning. Dan waktu maghrib, selama belum hilang mega merah dan waktu isya hingga separuh malam yang pertama dan waktu subuh dari terbit fajar selama belum lagi terbit matahari.” (HR. Muslim). 

Ayat dan hadis di atas menjadi dalil kewajiban melaksanakan salat lima waktu. Para ulama berijma tentang kewajiban shalat lima waktu.

Lalu, apa alasan pemilihan kelima waktu tersebut? Apa tujuannya? Berikut adalah di antara hikmahnya.  

Menurut Syekh Bujairami dalam kitab Hasyiyah Bujairami Ala Al-Khathib, lima waktu shalat tersebut mengingatkan manusia akan siklus kehidupan; fase kelahiran, fase pertumbuhan, fase usia lanjut, fase kematian dan fase alam kubur.       

Pagi adalah waktu dimana matahari terbit. Matahari pagi adalah simbol dimulainya kehidupan manusia. Siang adalah waktu yang mana matahari menampilkan kekuatannya begitu maksimal. Waktu tersebut mirip dengan manusia yang berada di puncak kematangannya. Muda dan produktif.

Sore adalah waktu dimana matahari menurun panas dan pengaruhnya menjelang senja. Waktu tersebut mengingatkan kepada usia senja manusia. Usia dimana manusia akan menghadapi kematian. Terbenamnya matahari merupakan penanda berakhirnya peran matahari di muka bumi. Ibarat usia, ini adalah waktu dimana manusia meninggalkan dunia. Dia dibenamkan di dalam kuburnya.

Malam adalah waktu gelap di mana keberadaan segala sesuatu tidak jelas terlihat. Waktu ini ibarat manusia yang sudah meninggal dan hidup di alam barzakh. Keberadaannya di dunia dianggap tidak ada. 

Dengan kata lain, waktu-waktu tersebut adalah cara Islam agar manusia mudah mengingat sesuatu ketika bersamaan dengan peristiwa tertentu. Kelima waktu salat tersebut memiliki hikmah gar manusia senantiasa mengingat fase-fase kehidupannya, dari lahir, hidup hingga kelak waktu kematiannya.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...