Beranda Keislaman Tafsir Mengapa Seorang Muslim Masih Perlu Petunjuk Tuhan? Inilah Tafsir Surat Al-Fatihah: 7

Mengapa Seorang Muslim Masih Perlu Petunjuk Tuhan? Inilah Tafsir Surat Al-Fatihah: 7

Harakah.idDalam ibadah shalat, ada kewajiban membaca surat Al-Fatihah. Ayat ketujuh menyebutkan permohonan agar kita diberi petunjuk menuju jalan yang lurus. Muncul pertanyaan, mengapa seorang Muslim masih perlu petunjuk Tuhan?

Setiap shalat, umat muslim selalu memohon untuk ditunjukkan pada jalan yang lurus melalui dua ayat terakhir surat al-Fatihah, ihdinas shiratal mustaqim shiratal ladzina an’amta ‘alaihim ghairil maghdubi ‘aihim walad dhallin.

Hal ini disebabkan oleh satu di antara rukun shalat (hukumnya wajib) adalah membaca surat al-Fatihah, sehingga dapat dipastikan bahwa permohonan petunjuk jalan yang lurus dihaturkan kepada Allah dalam setiap shalat. Pertanyaan yang timbul dari topik ini adalah “Mengapa harus memohon agar ditunjukkan pada jalan yang lurus? Apakah selama ini umat muslim berada di jalan yang belum lurus?”.

Jawaban atas pertanyaan tersebut sangat bervariatif (ikhtilaf) di antaranya adalah 1) Maksud dari ayat tersebut bukan meminta jalan yang lurus, tetapi memohon agar tetap berpegang teguh pada petunjuk. 2) Maksud dari ayat tersebut adalah memohon agar hati umat muslim tetap berpegang teguh pada petunjuk. 3) Maksud dari ayat tersebut adalah memohon agar ditambahkan petunjuk bagi umat muslim. 

Syaikh al-Islam Ibn Taimiyah (guru dari Ibn Qayyim al-Jauzy) di dalam Majmu’ al-Fatawa mengatakan bahwa pertanyaan tentang ayat tersebut muncul, karena perenungan yang minim terhadap makna dari ‘Jalan yang Lurus’.

Ibn Taimiyah menambahkan bahwa maksud dari ayat tersebut adalah memohon petunjuk agar umat muslim berbuat sesuai dengan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya. Jadi, umat muslim sudah berada di jalan yang lurus (dengan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya), tetapi umat muslim masih membutuhkan petunjuk tentang pengetahuan-pengetahuan yang membawa manfaat dalam keimanannya dan pengetahuan-pengetahuan yang dapat membahayakan keimanannya.

Selain itu, umat muslim juga membutuhkan pengetahuan-pengetahuan tentang segala hal yang diperintahkan oleh Allah sehingga ia bisa melaksanakannya dan pengetahuan-pengetahuan tentang segala hal yang dilarang oleh Allah agar ia bisa menjauhinya. Oleh sebab itu, memohon petunjuk dalam setiap shalat hukumnya wajib. 

Pendapat Ibn Taimiyah juga dikuatkan dengan fakta bahwa terdapat umat muslim yang telah mengetahui perintah Allah dan larangan-Nya; tetapi dalam sesekali waktu, ia melanggar perintah tersebut dan sesekali waktu juga melakukan larangan tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun umat muslim telah berada di ‘Jalur yang Benar’, umat muslim tetap memerlukan petunjuk agar dapat melakukan perbuatan yang sesuai dengan ‘Jalur yang Benar’ tersebut. Oleh sebab itu, umat muslim harus senantiasa memiliki ‘rasa butuh’ kepada Allah; sebab seorang wali Allah (Sahl ibn Abdullah al-Tustari) pernah berkata, “Tidak ada jalan antara seorang hamba dan Allah yang lebih dekat dibandingkan dengan rasa butuh”.

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir AL-Quran al-Adzim juga menambahkan bahwa maksud dari ayat (اهدنا الصراط المستقيم. صراط الذين انعمت عليهم غيرالمغضوب عليهم ولا الضالين) adalah memohon petunjuk jalan yang lurus untuk di masa yang akan datang (masa depan atau zaman istiqbal), sebab perbuatan di masa yang akan datang (belum terjadi) adalah pengetahuan yang belum didapatkan (masih menjadi rahasia).

Karena masih menjadi rahasia, umat muslim perlu memohon petunjuk kepada Allah agar segala amal perbuatannya tetap sesuai dengan koridor-koridor perintah dan larangan-Nya.

Imam Ibnu Katsir menambahkan lagi bahwa manusia sangat membutuhkan doa ini (اهدنا الصراط المستقيم. صراط الذين انعمت عليهم غيرالمغضوب عليهم ولا الضالين); sebab ketika petunjuk jalan yang lurus telah diperoleh, maka pertolongan, rizki, dan segala kebahagiaan lain yang dibutuhkan oleh umat muslim akan diberikan oleh Allah. 

Demikian penjelasan ulama tentang mengapa seorang Muslim masih perlu petunjuk Tuhan. Jadi jawaban untuk pertanyaan Muslim masih perlu petunjuk Tuhan adalah agar Muslim dapat menjalankan ajaran Islam dengan baik, tidak sekadar menjadi Muslim tapi tidak menjalankan ajaran agamanya.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...