Beranda Keislaman Tafsir Mengapa Sifat Rahman dan Rahim Diulang Dua Kali dalam Surat Al-Fatihah

Mengapa Sifat Rahman dan Rahim Diulang Dua Kali dalam Surat Al-Fatihah

Harakah.id Al-Kirmani menjelaskan bahwa pengulangan sifat Rahman dan Rahim dalam surat Al-Fatihah memiliki dua pelajaran.

Imam Al-Ghazali mengibaratkan Alquran  seperti sebuah permata, hingga beliau menulis salah satu kitab beliau dengan judul  Jawahirul Quran, judul tersebut dapat diterjemahkan dengan permata-permata Alquran.

Pemilihan kata permata bagi Imam Ghazali mengandung sisi filosofis bahwa Alquran itu layaknya sebuah permata, ia memancarkan keindahan dari berbagai sisi kita melihatnya. Sama halnya seperti Alquran yang telah dikupas oleh banyak para ahli tafsir sepanjang masa, namun seolah keindahan dan keluarbiasaan Alquran tidak pernah habis.

Di antara faktor keindahan Alquran yang tidak pernah habis adalah berbagai hikmah yang terkandung dalam Alquran, bahkan jika kita melihatnya dari lapisan-lapisan yang berbeda-beda.

Alquran memiliki kedalaman makna saat dilihat dari berbagai tingkatan unit yang berbeda, mulai dari ayat per ayat, kalimat per kalimat, kata per kata bahkan huruf per huruf. Selain itu para ulama juga menggali berbagai kedalaman makna dari sisi susunan dan sistematika surah, sistematika ayat hingga pengulangan-pengulangan kata dan ungkapan di dalamnya.

Oleh sebab itu, Doktor Muhammad Abdullah Waraz dalam Nazharat Jadidat Fil Quran (129) menyebutkan tidak ada Israf atau kesia-siaan dalam Alquran, semua maqam dalam Alquran pasti mengandung satu pelajaran yang perlu digali, bahkan dari unit terkecil yaitu huruf per huruf. Hal ini juga berlaku ketika mengulang sebuah kata atau ungkapan beberapa kali.

Diantara pengulangan yang akrab kita baca dalam Alquran adalah pengulangan sifat Rahman dan Rahim dalam surah Al-Fatihah. Pengulangan dua sifat ini bahkan terjadi dalam dua ayat yang sangat berdekatan. Sebagian orang mungkin mengira pengulangan dua sifat ini seperti sesuatu yang  tidak perlu dan tidak memiliki maksud apapun. Padahal tentunya tidak demikian.

Mahmud Ibn Hamzah Al-Kirmani (W. 505 H) menuliskan sebuah kitab khusus yang mengupas hikmah dari pengulangan berbagai ungkapan di dalam Alquran, kitab ini beliau beri judul Al-Burhan Fi Tawdhih Mutasyabihil Quran, atau sebuah ulasan nyata yang menjelaskan kemiripan-kemiripan dalam Alquran.

Al-Kirmani menjelaskan bahwa pengulangan sifat Rahman dan Rahim dalam surat Al-Fatihah memiliki dua pelajaran. Pertama, pengulangan ini menunjukkan Taukid atau penegasan makna. Kita seolah diberitahu bahwa Allah memiliki sifat penyayang yang tidak terbatas, sehingga setelah disebut pada pembukaan Al-Fatihah, ia diulang sekali lagi berselang satu ayat setelahnya.

Penegasan makna suatu kata atau ungkapan dengan mengulang-ulangnya adalah satu gaya berbahasa di kalangan orang Arab. Hal ini banyak ditemui dalam syair-syair Arab kuno.

Pelajaran kedua dari pengulangan ini adalah seolah Allah SWT sedang mengurai lebih lanjut maksud dari dua sifat tersebut. Pada ayat pertama Allah SWT memperkenalkan diriNya sebagai zat yang memiliki sifat Rahman dan Rahim.

Setelahnya Allah SWT menegaskan bahwa Dia adalah penguasa dan pemilik seluruh alam dan isinya. Persis di depan keterangan ini, Allah SWT kemudian mengulangi sifat Rahman dan Rahimnya. Hal ini untuk mengajarkan kita bahwa kasih sayang Allah SWT semuanya mengarah kepada seluruh manusia dan alam semesta.

Pengulangan ini seolah memberikan keseimbangan terhadap kesan Allah bagi manusia. Setelah ia disebut sebagai penguasa yang memberi rasa takut, Ia kemudian diberikan sifat kasih sayang, yang membuat rasa takut dalam hati manusia itu tertimpa oleh pengharapan dan penyerahan diri.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...