Beranda Keislaman Ibadah Mengapa Zakat Fitrah Di Indonesia Menggunakan Beras? Ternyata Begini Asal-Usulnya

Mengapa Zakat Fitrah Di Indonesia Menggunakan Beras? Ternyata Begini Asal-Usulnya

Harakah.idDari sini dapat dipahami bahwa mengeluarkan zakat fitrah dalam mazhab Syafi’i dilaksanakan dengan cara mengeluarkan makanan pokok yang biasa dikonsumsi di suatu daerah.

Berbincang tentang Ramadhan tentu melekat di dalamnya kewajiban menunaikan zakat fitrah bagi umat muslim. Kewajiban ini disyari’atkan bagi seluruh umat muslim baik dia sudah dewasa maupun ketika masih kanak- kanak. Bahkan janin yang masih ada di dalam perut ibunya dan sudah bernyawa, termasuk yang terkena kewajiban untuk dikeluarkan zakatnya.

Zakat ini juga wajib atas laki-laki dan wanita, termasuk khuntsa. Juga wajib atas orang yang berakal atau pun yang tidak berakal (gila). Sesuai dengan Namanya yaitu zakat al-fithr, maka kewajiban zakat ini dilaksanakan dengan batas waktu Hari Raya Idul Fitri, pada tanggal 1 Syawwal namun beberapa pendapat menyatakan zakat ini boleh dilaksanakan sejak awal bulan Ramadhan. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW.

اغْنُوْهُمْ فِيْ هَذَا اليَوْمِ

Cukupkan bagi mereka di hari ini (HR Al-Daruquthni)

Disyariatkannya zakat fitrah ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW,

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ زَكَاةَ الفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ اَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ : عَلَى العَبْدِ وَالحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى وَالصَّغِيْرِ وَالكَبِيْرِ مِنَ المُسْلِمِينَ وَ أَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدّى قَبْلَ خُرُوْجِ النّاسِ إلَى الصّلاة

Dari Ibnu Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW mewajibkan zakat fithr sebesar 1 sha’ kurma atau 1 sha’ tepung (sya’ir), atas setiap hamba atau tuan, laki atau perempuan, kecil atau besar yang beragama Islam. Dan memerintahkan agar ditunaikan sebelum keluarnya orang- orang untuk shalat. (HR Bukhari dan Muslim)

Menurut hadis tersebut besar harta yang harus dikeluarkan adalah satu sha‘ gandum atau kurma. Para ulama mazhab Syafi’i memahami arti kurma dan anggur sebagai makanan pokok penduduk suatu kawasan. Karenanya, dalam kitab-kitab fiqih mazhab Syafi’i digunakan redaksi “qutu baladih” yang berarti makanan pokok penduduk daerah orang yang akan melaksanakan zakat. Imam Abu Syuja’ dalam Matan Taqrib mengatakan, “Maka seseorang mengeluarkan satu sha’ makanan pokok daerahnya.”

Dari sini dapat dipahami bahwa mengeluarkan zakat fitrah dalam mazhab Syafi’i dilaksanakan dengan cara mengeluarkan makanan pokok yang biasa dikonsumsi di suatu daerah. Masyarakat Indonesia sudah jelas menggunakan beras. Karena itu, masyarakat Indonesia mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk beras. Berbeda halnya dengan masyarakat Arab yang menggunakan gandum sebagai makanan pokok sehingga zakat yang dikeluarkan adalah berupa gandum. Ukuran satu sha’ kurma atau gandum dalam hadis tersebut bila dikonversikan ke bentuk beras di Indonesia menjadi 2, 176 kg. (Ratu Buana)



[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...