fbpx
Beranda Rekomendasi Mengembala dan Berdagang Adalah Dua Camp Pelatihan Para Nabi Sebelum Diterjunkan, Tak...

Mengembala dan Berdagang Adalah Dua Camp Pelatihan Para Nabi Sebelum Diterjunkan, Tak Terkecuali Nabi Muhammad

Harakah.idDunia gembala dan perdagangan secara tidak langsung memberi pelajaran awal kepada Muhammad sebelum diangkat menjadi Nabi. Di sana kejujuran, kompetensi, kesabaran, tekad dan kesungguhan beliau diuji.

Perkenalan Nabi Muhammad SAW dengan dunia perdagangan dimulai sejak beliau ikut serta dalam setiap perjalanan dagang pamannya Abu Thalib. Di usia 12 tahun, tercatat Nabi sudah ikut dalam kafilah perdagangan Abu Thalib ke Syam. Maka pengetahuan tentang berdagang dan lain sebagainya telah menjadi pelajaran yang dikonsumsi Nabi sejak dini.

Pengalaman tersebut semakin matang ketika Nabi Muhammad dipercaya oleh Khadijah menjadi pimpinan kafilah perdagangannya menuju Syam. Apa yang selama ini dipelajari oleh Nabi Muhammad, mendapatkan momentum aplikasinya ketika beliau sendiri yang benar-benar memimpin rombongan pedagang di bawah perusahaan Khadijah.

Ada banyak hal yang didapatkan Nabi Muhammad SAW dari profesi-profesi yang pernah beliau lakukan. Berdagang dan menggembala. Dua pekerjaan yang beliau lakukan bukan hanya untuk mencari uang, namun juga melatih mentalitas dan daya berpikir guna menghadapi situasi yang lebih besar.

Said Ramadhan al-Buthi menyebutkan ada tiga hikmah dan pelajaran di balik profesi yang digeluti Nabi Muhammad SAW yang secara tidak langsung turut membentu kepribadian dan cara berpikir beliau;

Pertama, berdagang dan menggembala melatih karakter Nabi Muhammad SAW. Dalam menggembala dan berdagang Nabi Muhammad SAW melatih kesabarannya, kejujurannya dan komitmennya terhadap tanggung jawab yang dipikulnya.

Kedua, pasar dan gembala adalah miniatur kehidupan tempat Nabi Muhammad berlatih menghadapi ragam karakter manusia. Ketika menggembala, Nabi Muhammad mengurusi kambing dan sapi; dua mahluk yang tidak memiliki akal sebagaimana manusia dan melatih dirinya untuk bisa mengatur serta mengarahkan mereka. Di dalam berdagang, di pasar dan tempat-tempat lainnya, Nabi Muhammad SAW menyaksikan tabiat, kebiasaan dan ragam kepribadian manusia. Pengetahuan tentang sifat asli manusia kelak membantu Nabi Muhammad dalam merumuskan satu metode dakwah yang tepat.

Ketiga, sebagai seorang pendakwah, Nabi Muhammad Saw harus menunjukkan independensinya. Pendakwah yang benar-benar ingin mengajak kepada kebaikan adalah pendakwah yang tidak bisa disogok, tidak bisa dibayar dan tidak bisa dipengaruhi oleh apapun. Jalan kebenaran yang ditempuhnya adalah jalan yang tidak bisa ditawar-tawar. Maka bekerja, baik itu ketika menjadi penggembala maupun ketika menjadi pedagang, membuat Nabi Muhammad menjadi sosok yang mandiri dan tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain. Independensi inilah yang nanti banyak menunjukkan bahwa Nabi Muhammad benar-benar serius dalam mendakwahkan Islam. Tawaran menggiurkan yang beliau terima dari musuh-musuhnya agar berhenti mendakwahkan Islam, beliau tolak mentah-mentah.

Itulah rahasia di balik profesi yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW, yang berkaitan erat dengan kesuksesan Nabi berdakwah dan menyebarkan ajaran Islam di masa depan.

- Advertisment -

REKOMENDASI

Cara dan Waktu Puasa Syawal 6 Hari Harus Urut atau Boleh Terpisah-pisah?

Harakah.id – Cara dan waktu puasa Syawal 6 hari boleh dilakukan secara berturut-turut di waktu awal bulan, maupun secara terpisah-pisah di...

Khutbah ‘Idul Fitri 1441 H.: Ketakwaan Sosial dan Iman yang Melahirkan Kasih Sayang

Khutbah pertama السلام عليكم ورحمة الله وبركاته اللهُ أَكبَر (7 x)  لَا إلهَ إِلا...

Kaidah “al-Khuruj Minal Khilaf Mustahab” dan Logika Pembentukan Komite Hijaz

Harakah.id - Komite Hijaz memiliki perannya sendiri ketika kondisi politik Arab Saudi dikhawatirkan berdampak ke segala lini. Dengan logika kaidah al-Khuruj...

Mengembala dan Berdagang Adalah Dua Camp Pelatihan Para Nabi Sebelum Diterjunkan, Tak Terkecuali Nabi...

Harakah.id – Dunia gembala dan perdagangan secara tidak langsung memberi pelajaran awal kepada Muhammad sebelum diangkat menjadi Nabi. Di sana kejujuran,...

TERPOPULER

Jumlah Takbir Shalat Idul Fitri, 7 di Rakaat Pertama dan 5 di Rakaat Kedua

Harakah.id - Penjelasan singkat mengenai jumlah rakaat dan takbir pada shalat sunnah Idul Fitri. Dua rakaat dengan tujuh takbir di rakaat...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...

Bacaan Setelah Takbir Zawaid dalam Shalat Idul Fitri dan Idul Adha

Harakah.id - Pada umumnya, dalam shalat wajib dan sunnah dikenal dua takbir, yaitu takbiratul ihram dan takbir intiqal. Takbiratul ihram adalah takbir...

Tata Cara Niat Zakat Fitrah Sendiri Untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Harakah.id - Ketika kita hendak menyerahkan bahan pokok seperti beras kepada amil zakat, penitia zakat atau penerima zakat secara langsung, kita...