Beranda Rekomendasi Mengembala dan Berdagang Adalah Dua Camp Pelatihan Para Nabi Sebelum Diterjunkan, Tak...

Mengembala dan Berdagang Adalah Dua Camp Pelatihan Para Nabi Sebelum Diterjunkan, Tak Terkecuali Nabi Muhammad

Harakah.idDunia gembala dan perdagangan secara tidak langsung memberi pelajaran awal kepada Muhammad sebelum diangkat menjadi Nabi. Di sana kejujuran, kompetensi, kesabaran, tekad dan kesungguhan beliau diuji.

Perkenalan Nabi Muhammad SAW dengan dunia perdagangan dimulai sejak beliau ikut serta dalam setiap perjalanan dagang pamannya Abu Thalib. Di usia 12 tahun, tercatat Nabi sudah ikut dalam kafilah perdagangan Abu Thalib ke Syam. Maka pengetahuan tentang berdagang dan lain sebagainya telah menjadi pelajaran yang dikonsumsi Nabi sejak dini.

Pengalaman tersebut semakin matang ketika Nabi Muhammad dipercaya oleh Khadijah menjadi pimpinan kafilah perdagangannya menuju Syam. Apa yang selama ini dipelajari oleh Nabi Muhammad, mendapatkan momentum aplikasinya ketika beliau sendiri yang benar-benar memimpin rombongan pedagang di bawah perusahaan Khadijah.

Ada banyak hal yang didapatkan Nabi Muhammad SAW dari profesi-profesi yang pernah beliau lakukan. Berdagang dan menggembala. Dua pekerjaan yang beliau lakukan bukan hanya untuk mencari uang, namun juga melatih mentalitas dan daya berpikir guna menghadapi situasi yang lebih besar.

Said Ramadhan al-Buthi menyebutkan ada tiga hikmah dan pelajaran di balik profesi yang digeluti Nabi Muhammad SAW yang secara tidak langsung turut membentu kepribadian dan cara berpikir beliau;

Pertama, berdagang dan menggembala melatih karakter Nabi Muhammad SAW. Dalam menggembala dan berdagang Nabi Muhammad SAW melatih kesabarannya, kejujurannya dan komitmennya terhadap tanggung jawab yang dipikulnya.

Kedua, pasar dan gembala adalah miniatur kehidupan tempat Nabi Muhammad berlatih menghadapi ragam karakter manusia. Ketika menggembala, Nabi Muhammad mengurusi kambing dan sapi; dua mahluk yang tidak memiliki akal sebagaimana manusia dan melatih dirinya untuk bisa mengatur serta mengarahkan mereka. Di dalam berdagang, di pasar dan tempat-tempat lainnya, Nabi Muhammad SAW menyaksikan tabiat, kebiasaan dan ragam kepribadian manusia. Pengetahuan tentang sifat asli manusia kelak membantu Nabi Muhammad dalam merumuskan satu metode dakwah yang tepat.

Ketiga, sebagai seorang pendakwah, Nabi Muhammad Saw harus menunjukkan independensinya. Pendakwah yang benar-benar ingin mengajak kepada kebaikan adalah pendakwah yang tidak bisa disogok, tidak bisa dibayar dan tidak bisa dipengaruhi oleh apapun. Jalan kebenaran yang ditempuhnya adalah jalan yang tidak bisa ditawar-tawar. Maka bekerja, baik itu ketika menjadi penggembala maupun ketika menjadi pedagang, membuat Nabi Muhammad menjadi sosok yang mandiri dan tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain. Independensi inilah yang nanti banyak menunjukkan bahwa Nabi Muhammad benar-benar serius dalam mendakwahkan Islam. Tawaran menggiurkan yang beliau terima dari musuh-musuhnya agar berhenti mendakwahkan Islam, beliau tolak mentah-mentah.

Itulah rahasia di balik profesi yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW, yang berkaitan erat dengan kesuksesan Nabi berdakwah dan menyebarkan ajaran Islam di masa depan.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...