Beranda Khazanah Mengenal 2 Kitab Maulid Tertua dan Pengarangnya

Mengenal 2 Kitab Maulid Tertua dan Pengarangnya

Harakah.idJarang yang mengetahui kitab maulid tertua, jauh sebelum kedua kitab yang populer tersebut beredar. Berikut ini adalah 2 kitab Maulid tertua.

Kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan peristiwa penting bagi umat Islam. Kelahiran beliau menjadi titik awal rencana Allah menurunkan rahmatnya kepada umat manusia melalui tangan sang Nabi.

Dalam Bahasa Arab, kelahiran disebut dengan istilah al-maulid. Al-Maulid dapat berarti waktu lahirnya seseorang. Ia merupakan ismuz zaman atau kata benda dengan keterangan waktu. Bisa juga berupa ismul masdar al-mimi atau kata dasar yang diawali dengan huruf mim yang berarti ‘proses kelahiran’.

Karena itu, kitab-kitab yang menceritakan peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW sering disebut kitab maulid. Kitab jenis ini telah ditulis sejak abad kesembilan hijriah dan terus berkembang. Biasanya, informasi yang dimuat berdasarkan pada riwayat-riwayat sejarah atau hadis.

Ada yang berbentuk syair (syi’ru), ada pula yang berbentuk prosa (natsar). Sampai abad kesembilan belas, pembacaan kitab Maulid telah menjadi budaya yang cukup popular di kalangan masyarakat Muslim di seluruh penjuru dunia.

Di Indonesia, kitab Maulid yang paling popular adalah Maulid al-Barzanji yang merupakan karya seorang ulama bernama al-Barzanji. Selain kitab tersebut, ada pula Maulid Syaraful Anam. Tetapi jarang yang mengetahui kitab maulid tertua, jauh sebelum kedua kitab yang populer tersebut beredar. Berikut ini adalah 2 kitab Maulid tertua.

Al-Maurid al-Hani fi Al-Maulid al-Sunni

Kitab ini disusun oleh Imam Al-Hafizh Zainuddin al-Husain bin Abdurrahim al-Iraqi (w. 806 H.). Ini adalah kitab pertama yang menggunakan istilah maulid. Al-Iraqi merupakan seorang ulama bermazhab Syafi’i yang ahli hadis. Beliau adalah murid al-Subki dan al-Isnawi. Dua pakar fikih Syafi’i terkemuka.

Al-Iraqi menulis kitab Alfiyyah al-Iraqi fi Ulum al-Hadits, al-Mughni ‘An Haml al-Asfar fi Takhrij Ma Fi al-Ihya’ Min al-Akbar dan Nazham Sirah Nabawiyyah.  

Kitab Al-Maurid al-Hani terdiri dari 10 bab. Mulai dari nasab Nabi sampai kepada sifat-sifat dan karakter penuh keteladanan Rasulullah. Menurut Al-Sakhawi, kitab ini merupakan yang paling direkomendasikan dalam bidang ini. Karena, al-Iraqi adalah seorang ahli hadis yang cermat dalam memilih informasi. Tidak seperti kitab Maulid lain yang tidak jarang menyelipkan riwayat lemah, bahkan maudhu’.

‘Arfu al-Ta’rif bi al-Maulid al-Syarif

Kitab ini disusun oleh Imam al-Hafizh al-Muqri’ Abu al-Khair Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Jazari (w. 833 H.). Beliau adalah seorang ahli ilmu tajwid, penulis kitab dalam ilmu tajwid yang terkenal Nazham Jazariyyah.

Susunan kitab ‘Arfu al-Ta’rif sama dengan al-Maurid al-Hani. Dimulai dengan penjelasan nasab (silsilah leluhur) Nabi Muhammad, peristiwa hamil ibunda beliau, hingga peristiwa hijrah ke Madinah. Seperti kitab al-Maurid al-Hani, kitab ini berbasis pada riwayat dan dalam bentuk prosa.

Demikian 2 kitab Maulid tertua yang muncul pada awal abad kesembilan hijriah. Kedua kitab ini baru ditahqiq dan dicetak secara massal pada abad 21. Sekalipun menjadi kitab tertua dalam Maulid, tetapi keduanya tidak terlalu popular di masyarat Indonesia.  

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

5 Ayat Al-Quran yang Menjadi Dalil Muslimah Punya Hak Untuk Bekerja

Harakah.id - Tulisan ini akan membahas lima ayat Al-Quran yang memberikan nilai-nilai filosofis, tentang kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal...

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...